PP Tunas Bantu Pelajar Buleleng Raih Prestasi di Era Digital
Peraturan Pemerintah (PP) Tunas Nomor 17 Tahun 2025 dinilai pelajar berprestasi di Buleleng mampu membantu anak fokus meraih prestasi dengan tata kelola perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan ini diharapkan membimbing penggunaan teknologi yang lebi
Ni Luh Deta Ayu Padma Sari, seorang pelajar berprestasi dari sekolah Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra di Kabupaten Buleleng, Bali, memberikan apresiasi terhadap penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas. Ia meyakini bahwa kebijakan ini sangat memperhatikan anak-anak di Indonesia agar dapat lebih fokus meraih prestasi dalam pendidikan. Deta Ayu merasa terbantu dengan adanya upaya penguatan perlindungan anak di ruang digital, yang memungkinkannya untuk lebih berkonsentrasi pada aktivitas belajar.
PP Tunas merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Regulasi ini berfungsi sebagai pedoman teknis bagi platform digital untuk menjalankan kewajiban mereka dalam melindungi anak-anak di ruang digital. Ditetapkan pada 28 Maret 2025 dan berlaku efektif mulai 1 April 2025, PP Tunas menjadi dasar hukum yang kuat untuk menciptakan ruang digital yang aman dan sehat.
Sebagai pelajar, Deta Ayu mengakui bahwa penggunaan perangkat digital adalah bagian tak terpisahkan dari kesehariannya, baik untuk belajar maupun hiburan. Namun, ia menyadari bahwa tanpa pengawasan dan arahan yang tepat, teknologi dapat mengganggu konsentrasi serta menurunkan kualitas belajar. Kebijakan ini hadir sebagai solusi untuk mengatasi tantangan tersebut, mendorong penggunaan teknologi yang lebih bijak dan produktif.
PP Tunas Tingkatkan Fokus Belajar Pelajar
Deta Ayu merasakan manfaat langsung dari PP Tunas karena membantunya lebih fokus pada aktivitas belajar, terutama saat mengerjakan tugas. Ia mengakui bahwa sebelumnya seringkali terdistraksi oleh media sosial ketika sedang menyelesaikan pekerjaan sekolah. Dengan adanya kebijakan ini, ia kini mampu mengalihkan perhatiannya dari konten hiburan yang kurang bermanfaat.
Kehadiran aturan pembatasan ini menjadi pengingat penting bagi siswa untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, khususnya media sosial seperti Instagram dan TikTok. Deta Ayu mengaku kini mulai lebih selektif dalam memilih konten yang diakses, dengan mengutamakan materi yang mendukung pembelajaran dibandingkan sekadar hiburan. Perubahan ini menunjukkan dampak positif PP Tunas dalam membentuk kebiasaan digital yang lebih baik.
Minat Deta Ayu pada matematika semakin berkembang berkat banyaknya sumber belajar digital yang menarik dan mudah diakses. Ia kini lebih sering mencari video atau aplikasi matematika yang membantunya memahami pelajaran, bahkan mata pelajaran ini telah mengantarkannya meraih prestasi hingga tingkat nasional. Hal ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk mendukung pembelajaran jika digunakan secara tepat.
Peran Kolaboratif Sekolah dan Keluarga dalam Pengawasan Digital
Dukungan dari sekolah sangat membantu dalam mengarahkan siswa ke penggunaan teknologi yang lebih produktif. Guru-guru di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra tidak hanya memberikan tugas, tetapi juga merekomendasikan platform belajar yang aman dan berkualitas. Peran aktif sekolah ini krusial dalam menciptakan lingkungan belajar digital yang mendukung.
Selain itu, peran keluarga juga dirasakan cukup besar dalam membentuk kebiasaan digital Deta Ayu. Orang tua memberikan batasan waktu penggunaan gawai serta mendorongnya untuk tetap fokus pada kegiatan belajar, terutama dalam memperdalam kemampuan berhitung dan pemecahan masalah. Keterlibatan orang tua menjadi kunci dalam membimbing anak menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Sebelum adanya PP Tunas, orang tua Deta Ayu sudah sering mengingatkan akan batasan pada konten di media sosial. Ia berpendapat bahwa aturan ini akan semakin memberikan pemahaman kepada orang tua di rumah mengenai pentingnya perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan ini memperkuat upaya keluarga dalam menjaga anak-anak dari dampak negatif dunia maya.
Membangun Kesadaran Bijak Berteknologi untuk Generasi Muda
Sebagai pelajar, penggunaan perangkat digital tidak terlepas dari keseharian, baik untuk belajar maupun hiburan. Namun, Deta Ayu menyadari bahwa tanpa pengawasan dan arahan yang tepat, penggunaan teknologi kadang dapat mengganggu konsentrasi dan menurunkan kualitas belajar. Ini menjadi tantangan umum yang dihadapi banyak pelajar di era digital.
Media sosial sangat sering membuat Deta Ayu terdistraksi oleh konten yang kurang bermanfaat. Namun, dengan adanya arahan dari guru dan orang tua, serta semakin kuatnya kebijakan perlindungan anak di ruang digital, ia mulai mampu mengatur waktu dan prioritas dalam menggunakan perangkat elektronik. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi dan regulasi dapat menghasilkan perubahan perilaku yang positif.
PP Tunas menjadi pedoman penting bagi platform digital dan pengingat bagi pengguna, termasuk pelajar, untuk lebih bijak dalam berinteraksi di dunia maya. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan mendukung pengembangan potensi anak-anak berprestasi di Indonesia. Dengan demikian, generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk kemajuan pendidikan dan masa depan mereka.
Sumber: AntaraNews