Jurnalis Republika Diculik Tentara Israel saat Ikut Misi Kemanusiaan
Jurnalis Republika itu diculik tantara Isael saat menjadi partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026.
Seorang Jurnalis Republika, Bambang Noroyono mengaku diculik tantara Israel. Bambang mengatakan diculik tantara Isael saat menjadi partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026.
Kabar penculikan itu disampaikan Bambang dalam video berdurasi 56 menit diunggah di media sosial Republika pada Senin (18/5).
"Saya Bambang Noroyono alias Abeng, saya warga negara Indonesia dan saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026. Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tantara zionis Israel," kata Bambang dalam video dikutip merdeka.com, Senin (18/5).
Bambang meminta pemerintah Republik Indonesia membebaskannya dari penculikan tantara penjajahan zionis Israel. Bambang juga meminta pemerintah Republik Indonesia untuk tetap selalu mendukung kemerdekaan Palestina.
Kronologi Penculikan
Sementara itu, Pemred Republika Andi Muhyiddin mengecam keras tindakan intersepsi militer zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumut Flotilla di perairan internasional. Menurut dia, tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza.
"Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," Andi.
Andi mengatakan, dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noreyono dan Todi Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan.
"Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami. Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," tandas Andi.