Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 resmi dibuka di Istora Senayan, Jakarta, pada tanggal 4-5 Juli. Acara ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi pengembangan ekonomi kreatif di ibu kota. Festival ini menampilkan berbagai inovasi dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta, menyatakan harapannya agar JKF 2026 dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. Tujuannya adalah membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih solid dan berkelanjutan di Indonesia.
Penyelenggaraan JKF 2026 juga bertujuan untuk mendorong UMKM agar naik kelas, memperluas pemanfaatan pembayaran digital, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat luas. Ini merupakan upaya konkret dalam memajukan perekonomian nasional.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui JKF 2026
Filianingsih Hendarta menekankan bahwa JKF 2026 merupakan bukti nyata bahwa pengembangan UMKM dapat berjalan seiring dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Kedua aspek ini krusial untuk mendorong sektor riil dan meningkatkan produktivitas ekonomi DKI Jakarta. Bank Indonesia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam sinergi ini.
“JKF juga dapat mendorong UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) naik kelas, memperluas pemanfaatan pembayaran digital, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Filianingsih dalam peresmian JKF 2026 di Jakarta, Sabtu.
Melalui acara ini, Bank Indonesia berupaya mendorong lahirnya inovasi baru dan memperkuat ekosistem UMKM serta ekonomi kreatif. Selain itu, JKF 2026 juga bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk lokal dan sistem pembayaran nasional yang semakin modern.
Advertisement
Advertisement
Target Transaksi dan Partisipasi JKF 2026
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengungkapkan target ambisius untuk JKF 2026. Ia menargetkan transaksi selama penyelenggaraan festival mencapai Rp40 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
“Angka ini naik dibandingkan JKF tahun 2025 dengan capaian transaksi Rp21 miliar,” ungkap Iwan.
Untuk mencapai target tersebut, JKF 2026 melibatkan 67 instansi dan lembaga terkait. Keterlibatan berbagai pihak ini bertujuan untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan promosi bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif serta UMKM di wilayah DKI Jakarta.
Advertisement
Festival ini menghadirkan 377 tenant, yang terdiri dari 290 tenant UMKM dari sektor kuliner, fesyen, dan kriya. Selain itu, terdapat 87 tenant layanan, edukasi, dan komunitas yang turut memeriahkan acara, menjadikannya etalase kreativitas dan inovasi Jakarta.
Advertisement
JKF 2026 sebagai Katalis Perekonomian Jakarta
Kolaborasi yang terbangun melalui JKF 2026 diharapkan menjadi energi kolektif untuk memaknai semangat "Jaga Jakarta". Semangat ini penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.
Filianingsih menambahkan bahwa upaya ini sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. JKF 2026 menjadi platform penting untuk menunjukkan potensi besar ekonomi kreatif Jakarta.
Dengan fokus pada inovasi, penguatan UMKM, dan digitalisasi pembayaran, JKF 2026 berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi. Ini akan menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Jakarta di kancah global.
Advertisement
Sumber: AntaraNews