DOI Adalah Identitas Digital Permanen: Fungsi, Struktur, dan Cara Mengeceknya

DOI adalah pengidentifikasi digital permanen untuk karya ilmiah. Kenali fungsi, struktur, hingga cara cek dan mendaftarkannya.

Arini Nuranisa
Oleh Arini Nuranisa - Reporter
DOI Adalah Identitas Digital Permanen: Fungsi, Struktur, dan Cara Mengeceknya
Ilustrasi membaca buku, belajar news item text. (Foto oleh Maisie Kane: https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-buku-buku-di-luar-rumah-membaca-4590202/)

DOI adalah pengidentifikasi digital permanen yang melekat pada satu objek, berperan menjaga identitas karya agar tetap dapat dilacak dari waktu ke waktu. Menurut situs resmi doi.org, DOI dapat diterapkan pada objek fisik, digital, maupun abstrak dan dirancang agar tautannya tetap relevan meski lokasi daring berubah.

USGS menyatakan, "Mereka menyediakan tautan yang dapat ditindaklanjuti, interoperabel, dan permanen menuju informasi tentang objek yang dirujuk." Pernyataan ini menegaskan peran DOI sebagai penanda yang bisa diakses kembali secara konsisten.

Secara bentuk, DOI adalah rangkaian karakter alfanumerik unik yang berfungsi seperti alamat permanen untuk artikel jurnal, buku, bab buku, data riset, atau prosiding konferensi. Sejarahnya bermula dari Frankfurt Book Fair pada 1997, disusul pendirian International DOI Foundation (IDF) sebagai pengelola. Layanan registrasi pertama berjalan pada 2000 dan sejak itu penerbit mulai menyematkan DOI pada dokumen daring.

Di luar ranah akademik, kata "doi" dalam bahasa gaul Indonesia memiliki makna berbeda. Menurut KBBI, "doi" bisa berarti uang (kiasan klasik), pacar atau kekasih, serta ia/dia. Dalam percakapan, istilah ini kerap dipakai untuk menyebut pacar tanpa menyebut nama.

Mengapa DOI Penting untuk Karya Ilmiah

DOI Adalah
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Melanie

Berbagai studi dan praktik penerbitan menunjukkan bahwa DOI menopang ekosistem publikasi ilmiah modern. Sebuah studi analitis berjudul The Importance of the Digital Object Identifier (DOI) in Enhancing the Credibility of Scientific Research mencatat lebih dari 167 juta rekaman ilmiah telah terdaftar dengan DOI, dengan lebih dari 30.000 prefiks di lebih dari 150 negara. Studi yang sama menyimpulkan, "DOI bukan sekadar alat organisasi, melainkan elemen sentral dalam struktur penerbitan ilmiah modern."

Selain itu, Crossref menyebut layanannya menaungi lebih dari 90 persen penggunaan DOI global. Crossref menegaskan, "DOI Crossref adalah pengidentifikasi permanen yang dirancang untuk mengidentifikasi objek ilmiah secara unik."

  • Identitas Unik dan Permanen

    Satu DOI hanya merujuk pada satu objek digital. Selama kodenya benar, risiko tertukar dengan karya lain dapat dihindari.

  • Dapat Ditindaklanjuti (Actionable)

    DOI dapat langsung dimasukkan ke peramban melalui resolver resmi dan mengarahkan pengguna ke halaman objek yang dimaksud (proses resolusi).

  • Mencegah Link Rot

    Saat artikel berpindah alamat, DOI tetap sama. Penerbit cukup memperbarui lokasi tujuan tanpa mengganti kodenya.

  • Mempermudah Sitasi

    DOI menggantikan URL panjang sehingga penulisan referensi lebih ringkas dan presisi, terutama untuk sumber daring.

  • Meningkatkan Visibilitas dan Sitasi

    Ketersediaan DOI memudahkan pembaca menjangkau sumber asli, yang dapat membantu peluang karya tersebut dikutip kembali.

  • Memperkuat Kredibilitas dan Indeksasi

    Artikel ber-DOI lebih mudah terindeks di basis data bereputasi seperti Scopus, Crossref, dan Google Scholar.

  • Terhubung ke Metadata dan Metrik

    DOI menautkan metadata (penulis, afiliasi, tahun terbit) dan mendukung pelacakan sitasi serta metrik dampak lainnya.

Struktur Kode dan Cara DOI Bekerja

Struktur DOI terdiri dari dua bagian: prefiks dan sufiks yang dipisahkan garis miring. Contoh sederhana: 10.1000/182, di mana angka di depan menandai lembaga pendaftar, sedangkan bagian setelah garis miring adalah identitas objek yang ditentukan penerbit.

Proses pengaksesan DOI disebut resolusi. Saat kode dimasukkan lewat doi.org, sistem akan mengarahkan pengguna ke lokasi terkini objek menggunakan teknologi Handle System. DataCite menegaskan, "DOI bersifat persisten dan unik serta menyediakan akses menuju objek yang dirujuk."

Berbeda dari URL biasa yang bisa berubah atau hilang, DOI bersifat konsisten karena penerbit berkomitmen memperbarui halaman tujuan yang ditautkan ke kode tersebut. Dalam penulisan, format lama seperti doi:xxxx masih dijumpai, tetapi bentuk hyperlink https://doi.org/10.1000/182 kini paling dianjurkan karena langsung dapat diklik dan menuju sumber.

Dalam penulisan referensi, gaya sitasi mengikuti ketentuan yang dipakai (misalnya APA atau Chicago). Selama tersedia, DOI sebaiknya diprioritaskan ketimbang URL.

Langkah Mengecek DOI yang Valid

Mengecek DOI berguna memastikan artikel benar-benar ada dan dapat diakses. Menurut EBSCO, DOI dipelihara oleh International DOI Foundation dan diberikan melalui agen registrasi, sehingga catatan setiap kode tetap akurat dan terbarui.

  • Buka Situs Resolver DOI

    Kunjungi doi.org atau dx.doi.org melalui komputer atau ponsel hingga halaman utama terbuka.

  • Masukkan Kode DOI

    Salin atau ketik kode unik ke kolom yang tersedia, lalu tekan submit atau enter.

  • Akses Halaman Objek

    Sistem akan mengarahkan ke halaman artikel. Jika open access, biasanya tersedia opsi unduh PDF.

  • Cek Ulang Jika Tidak Muncul

    Pastikan pengetikan kode sudah benar. Jika tetap tidak ada hasil, kemungkinan DOI tersebut tidak valid.

Letak DOI pada artikel jurnal umumnya berada di bagian atas halaman bersama judul, nama penulis, dan informasi publikasi lainnya. Pada berkas PDF, DOI kerap muncul di halaman sampul atau di bagian bawah setiap halaman.

Cara Mendapatkan DOI untuk Jurnal

Pengelola jurnal perlu bekerja sama dengan agen registrasi resmi seperti Crossref atau DataCite. Prosesnya meliputi pendaftaran keanggotaan, penyiapan metadata artikel, penyediaan halaman tujuan (landing page), serta pembayaran biaya layanan.

Setelah terdaftar, kode DOI tidak dapat diubah atau dihapus. Meski demikian, metadata yang menyertainya tetap bisa diperbarui kapan saja agar informasi selalu mutakhir.

DOI tidak bersifat wajib bagi semua jurnal, khususnya terbitan lama sebelum sistem ini populer. Namun, kepemilikan DOI umumnya mencerminkan pengelolaan jurnal yang serius dan menambah kredibilitasnya.

Rekomendasi