Kebocoran LPG di rumah harus ditangani dengan tenang dan terukur. Cara mengatasi gas bocor pada tabung dimulai dari memutus aliran gas, membuka ventilasi selebar mungkin, lalu memindahkan tabung ke area terbuka jauh dari sumber api dan percikan listrik.
Tanda kebocoran umumnya berupa suara mendesis dan bau menyengat mirip belerang. PT Pertamina Patra Niaga menegaskan merendam tabung gas ke dalam air bukan solusi karena dapat memicu korosi pada badan tabung.
Advertisement
Langkah Darurat Saat Bau Gas Menyengat di Rumah
Bila aroma gas sudah menyebar ke ruangan, utamakan pencegahan munculnya api dan percepat pertukaran udara. Gas LPG lebih berat daripada udara sehingga cenderung mengendap di bagian bawah ruangan.
Ikuti langkah darurat berikut agar konsentrasi gas cepat turun dan risiko percikan api dapat ditekan.
- Tetap tenang dan padamkan semua sumber api
Matikan kompor, lilin, dan rokok. Kepanikan bisa memperlambat tindakan yang seharusnya cepat dan tepat.
- Jangan sentuh saklar dan alat elektronik
Hindari menyalakan atau mematikan saklar, ponsel, dan colokan listrik. Percikan sekecil apa pun bisa menyulut gas.
- Cabut regulator secara perlahan
Lepas regulator untuk menghentikan aliran gas dari tabung. Gunakan tangan kering agar tidak timbul listrik statis.
- Buka ventilasi selebar mungkin
Buka semua pintu dan jendela agar gas terdorong keluar dan udara segar masuk untuk mengencerkan konsentrasinya.
- Pindahkan tabung ke area terbuka
Bawa tabung ke halaman atau ruang terbuka sehingga gas menetralkan diri di udara bebas, bukan menumpuk di ruang tertutup.
- Tutup api kecil dengan kain basah bila muncul
Basahi kain tebal, tutupkan pada sumber api, lalu cabut regulator. Jika api membesar, segera hubungi pemadam kebakaran di 112 atau 113.
Advertisement
Cara Mengatasi Gas Bocor pada Tabung yang Mendesis
Suara mendesis biasanya berasal dari sambungan regulator yang kurang rapat atau karet seal (O-ring) yang aus. Peralatan sederhana di rumah sudah cukup untuk penanganan awal.
- Matikan kompor dan lepas regulator
Pastikan seluruh api padam, lalu lepaskan regulator dari mulut tabung dengan hati-hati agar tidak menimbulkan gesekan atau percikan.
- Periksa karet seal atau O-ring
Cincin karet hitam di mulut tabung menahan gas. Jika tipis, keras, atau sobek, gantilah dengan yang baru dan sedikit lebih tebal.
- Rendam karet seal dalam air
Jika belum punya cadangan, rendam karet lama selama 5 sampai 10 detik untuk mengembalikan elastisitasnya, keringkan, lalu pasang kembali.
- Pasang regulator kembali hingga rapat
Tekan regulator sampai terkunci sempurna dan pastikan tidak ada lagi suara desis sebelum menyalakan kompor.
- Gunakan lakban khusus gas sebagai solusi sementara
Bila desis masih terdengar dan seal belum tersedia, lilitkan lakban pada bagian yang bocor sebagai penanganan darurat sebelum komponen diganti.
Jika regulator terasa longgar dan gas tidak mengalir, kemungkinan masalah ada pada kekencangan regulator. Tangani lebih dulu sebelum kompor digunakan kembali.
Advertisement
Cek Sumber Kebocoran dan Cara Mencegahnya Kembali Terjadi
Menemukan titik bocor dan merawat komponen mencegah masalah berulang. Lakukan pengecekan berikut secara berkala, terutama setelah pemasangan ulang tabung.
- Uji dengan air sabun
Oleskan busa air sabun pada sambungan regulator, selang, dan katup. Gelembung yang muncul menandakan lokasi kebocoran.
- Perhatikan embun atau bunga es
Embun beku di sekitar sambungan atau katup mengindikasikan kebocoran gas cair.
- Periksa selang dan regulator
Pastikan selang tidak retak, getas, atau tertekuk, serta regulator terpasang presisi tanpa celah.
- Ganti komponen secara berkala
Selang sebaiknya diganti setiap dua tahun dan regulator setiap lima tahun, atau lebih cepat bila muncul kerusakan.
- Gunakan peralatan berstandar SNI
Pilih selang, regulator, dan tabung bersertifikat SNI serta bersegel resmi untuk menekan risiko kebocoran.
- Pasang detektor gas dekat lantai
Detektor berbunyi sebelum bau tercium. Pasang di dekat lantai karena gas cenderung mengendap ke bawah.
- Perhatikan warna nyala api
Api biru menandakan pembakaran baik. Api kuning atau oranye yang tidak stabil bisa berkaitan dengan pembakaran tidak sempurna atau kebocoran.
Advertisement
Prinsip Keamanan LPG di Rumah
Merujuk pedoman Ditjen Migas Kementerian ESDM, tempatkan tabung LPG di ruang bersirkulasi udara baik, berdiri tegak dengan katup menghadap ke atas, serta jauh dari sumber api.
- Letakkan tabung di ruang berventilasi dan posisi tegak
Pastikan sirkulasi udara lancar, tabung berdiri tegak, dan tidak terpapar panas langsung.
- Cek masa kedaluwarsa dan rekualifikasi tabung
Kode huruf A, B, C, atau D menunjukkan kuartal, sedangkan angka menunjukkan tahun. Setelah melewati masa berlaku, kekuatan tabung menurun dan risikonya meningkat.
- Jangan mengisi ulang melebihi kapasitas
Untuk tabung 6 kg, disarankan mengisi 5 kg atau maksimal 5,5 kg.
- Waspadai hilangnya bau gas
Campuran udara, air, atau karat di dalam tabung dapat mengurangi bau khas gas. Sekecil apa pun bau yang tercium harus ditanggapi serius.
- Ketahui perbedaan detektor CO dan detektor gas
Detektor karbon monoksida tidak dirancang mendeteksi kebocoran gas mentah. Tetap gunakan detektor gas khusus.
- Pahami fungsi katup pengaman
Tabung modern memiliki katup pelepas tekanan untuk membuang gas berlebih sehingga tidak mudah meledak dengan sendirinya.
- Serahkan perbaikan katup dan regulator ke ahli
Jangan membongkar atau memperbaiki sendiri karena berisiko memperparah kebocoran.
- Jangan biarkan gas benar-benar habis dengan regulator terbuka
Tabung kosong dengan katup masih terbuka dapat memicu kebocoran saat pengisian ulang.
- Jauhkan dari benda mudah terbakar
Hindari menaruh kain, kertas, plastik, atau bahan kimia di dekat tabung dan kompor.
Bahaya menghirup gas itu nyata, dan kelalaian di dapur merupakan salah satu penyebab kebakaran rumah yang kerap terjadi. Disiplin pada langkah darurat, pengecekan rutin, dan penggunaan komponen berstandar akan membantu menjaga keamanan dapur setiap hari.