Hadapi Kebocoran LPG dengan Aman, Cara Mengatasi Gas Bocor pada Tabung

Kebocoran LPG bisa ditangani tanpa panik. Ini cara mengatasi gas bocor pada tabung, dari langkah darurat hingga pencegahan di rumah.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Hadapi Kebocoran LPG dengan Aman, Cara Mengatasi Gas Bocor pada Tabung
Desain Dapur dengan Sirkulasi Udara Aman Saat Gas Bocor (Foto: AI)

Kebocoran LPG di rumah harus ditangani dengan tenang dan terukur. Cara mengatasi gas bocor pada tabung dimulai dari memutus aliran gas, membuka ventilasi selebar mungkin, lalu memindahkan tabung ke area terbuka jauh dari sumber api dan percikan listrik.

Tanda kebocoran umumnya berupa suara mendesis dan bau menyengat mirip belerang. PT Pertamina Patra Niaga menegaskan merendam tabung gas ke dalam air bukan solusi karena dapat memicu korosi pada badan tabung.

Langkah Darurat Saat Bau Gas Menyengat di Rumah

Ilustrasi Cara Mengatasi Tabung Gas Bocor
Cara Menambal Tabung Gas Bocor dengan Sabun Mandi (Image by Amnaifa Channel via Youtube.com).

Bila aroma gas sudah menyebar ke ruangan, utamakan pencegahan munculnya api dan percepat pertukaran udara. Gas LPG lebih berat daripada udara sehingga cenderung mengendap di bagian bawah ruangan.

Ikuti langkah darurat berikut agar konsentrasi gas cepat turun dan risiko percikan api dapat ditekan.

  1. Tetap tenang dan padamkan semua sumber api

    Matikan kompor, lilin, dan rokok. Kepanikan bisa memperlambat tindakan yang seharusnya cepat dan tepat.

  2. Jangan sentuh saklar dan alat elektronik

    Hindari menyalakan atau mematikan saklar, ponsel, dan colokan listrik. Percikan sekecil apa pun bisa menyulut gas.

  3. Cabut regulator secara perlahan

    Lepas regulator untuk menghentikan aliran gas dari tabung. Gunakan tangan kering agar tidak timbul listrik statis.

  4. Buka ventilasi selebar mungkin

    Buka semua pintu dan jendela agar gas terdorong keluar dan udara segar masuk untuk mengencerkan konsentrasinya.

  5. Pindahkan tabung ke area terbuka

    Bawa tabung ke halaman atau ruang terbuka sehingga gas menetralkan diri di udara bebas, bukan menumpuk di ruang tertutup.

  6. Tutup api kecil dengan kain basah bila muncul

    Basahi kain tebal, tutupkan pada sumber api, lalu cabut regulator. Jika api membesar, segera hubungi pemadam kebakaran di 112 atau 113.

Cara Mengatasi Gas Bocor pada Tabung yang Mendesis

Suara mendesis biasanya berasal dari sambungan regulator yang kurang rapat atau karet seal (O-ring) yang aus. Peralatan sederhana di rumah sudah cukup untuk penanganan awal.

  1. Matikan kompor dan lepas regulator

    Pastikan seluruh api padam, lalu lepaskan regulator dari mulut tabung dengan hati-hati agar tidak menimbulkan gesekan atau percikan.

  2. Periksa karet seal atau O-ring

    Cincin karet hitam di mulut tabung menahan gas. Jika tipis, keras, atau sobek, gantilah dengan yang baru dan sedikit lebih tebal.

  3. Rendam karet seal dalam air

    Jika belum punya cadangan, rendam karet lama selama 5 sampai 10 detik untuk mengembalikan elastisitasnya, keringkan, lalu pasang kembali.

  4. Pasang regulator kembali hingga rapat

    Tekan regulator sampai terkunci sempurna dan pastikan tidak ada lagi suara desis sebelum menyalakan kompor.

  5. Gunakan lakban khusus gas sebagai solusi sementara

    Bila desis masih terdengar dan seal belum tersedia, lilitkan lakban pada bagian yang bocor sebagai penanganan darurat sebelum komponen diganti.

Jika regulator terasa longgar dan gas tidak mengalir, kemungkinan masalah ada pada kekencangan regulator. Tangani lebih dulu sebelum kompor digunakan kembali.

Cek Sumber Kebocoran dan Cara Mencegahnya Kembali Terjadi

Menemukan titik bocor dan merawat komponen mencegah masalah berulang. Lakukan pengecekan berikut secara berkala, terutama setelah pemasangan ulang tabung.

  1. Uji dengan air sabun

    Oleskan busa air sabun pada sambungan regulator, selang, dan katup. Gelembung yang muncul menandakan lokasi kebocoran.

  2. Perhatikan embun atau bunga es

    Embun beku di sekitar sambungan atau katup mengindikasikan kebocoran gas cair.

  3. Periksa selang dan regulator

    Pastikan selang tidak retak, getas, atau tertekuk, serta regulator terpasang presisi tanpa celah.

  4. Ganti komponen secara berkala

    Selang sebaiknya diganti setiap dua tahun dan regulator setiap lima tahun, atau lebih cepat bila muncul kerusakan.

  5. Gunakan peralatan berstandar SNI

    Pilih selang, regulator, dan tabung bersertifikat SNI serta bersegel resmi untuk menekan risiko kebocoran.

  6. Pasang detektor gas dekat lantai

    Detektor berbunyi sebelum bau tercium. Pasang di dekat lantai karena gas cenderung mengendap ke bawah.

  7. Perhatikan warna nyala api

    Api biru menandakan pembakaran baik. Api kuning atau oranye yang tidak stabil bisa berkaitan dengan pembakaran tidak sempurna atau kebocoran.

Prinsip Keamanan LPG di Rumah

Merujuk pedoman Ditjen Migas Kementerian ESDM, tempatkan tabung LPG di ruang bersirkulasi udara baik, berdiri tegak dengan katup menghadap ke atas, serta jauh dari sumber api.

  • Letakkan tabung di ruang berventilasi dan posisi tegak

    Pastikan sirkulasi udara lancar, tabung berdiri tegak, dan tidak terpapar panas langsung.

  • Cek masa kedaluwarsa dan rekualifikasi tabung

    Kode huruf A, B, C, atau D menunjukkan kuartal, sedangkan angka menunjukkan tahun. Setelah melewati masa berlaku, kekuatan tabung menurun dan risikonya meningkat.

  • Jangan mengisi ulang melebihi kapasitas

    Untuk tabung 6 kg, disarankan mengisi 5 kg atau maksimal 5,5 kg.

  • Waspadai hilangnya bau gas

    Campuran udara, air, atau karat di dalam tabung dapat mengurangi bau khas gas. Sekecil apa pun bau yang tercium harus ditanggapi serius.

  • Ketahui perbedaan detektor CO dan detektor gas

    Detektor karbon monoksida tidak dirancang mendeteksi kebocoran gas mentah. Tetap gunakan detektor gas khusus.

  • Pahami fungsi katup pengaman

    Tabung modern memiliki katup pelepas tekanan untuk membuang gas berlebih sehingga tidak mudah meledak dengan sendirinya.

  • Serahkan perbaikan katup dan regulator ke ahli

    Jangan membongkar atau memperbaiki sendiri karena berisiko memperparah kebocoran.

  • Jangan biarkan gas benar-benar habis dengan regulator terbuka

    Tabung kosong dengan katup masih terbuka dapat memicu kebocoran saat pengisian ulang.

  • Jauhkan dari benda mudah terbakar

    Hindari menaruh kain, kertas, plastik, atau bahan kimia di dekat tabung dan kompor.

Bahaya menghirup gas itu nyata, dan kelalaian di dapur merupakan salah satu penyebab kebakaran rumah yang kerap terjadi. Disiplin pada langkah darurat, pengecekan rutin, dan penggunaan komponen berstandar akan membantu menjaga keamanan dapur setiap hari.

Rekomendasi