Bukan Sekadar Teflon, Ini Pengertian Frying Pan, Sejarah, Fungsi, dan Jenis Materialnya

Frying pan ialah wajan serbaguna. Kenali pengertian, sejarah, fungsi, material populer, dan cara memilih serta merawatnya agar aman dipakai.

Selma Intania Hafidha
Oleh Selma Intania Hafidha - Reporter
Bukan Sekadar Teflon, Ini Pengertian Frying Pan, Sejarah, Fungsi, dan Jenis Materialnya
Pengertian Frying Pan/AI Generated

Frying pan adalah wajan serbaguna yang hampir selalu ada di dapur. Berpermukaan datar dengan dinding rendah dan gagang panjang, alat ini mumpuni untuk menggoreng, menumis, hingga memanggang dengan minyak relatif sedikit.

Menurut Made In Cookware, jejak penggunaan wajan jenis ini diperkirakan sudah ada sejak Zaman Perunggu di Mesopotamia. Desain dan materialnya terus berevolusi hingga melahirkan wajan modern yang akrab digunakan saat ini.

Apa Itu Frying Pan

Pengertian Frying Pan.
Pengertian Frying Pan/AI Generated

Secara sederhana, frying pan adalah wajan penggorengan berdasar datar, berdinding rendah yang sedikit melebar ke luar, umumnya tanpa tutup, dan dilengkapi gagang panjang. Made In Cookware menyebut diameter yang umum dipakai berada di kisaran 20–30 cm, tersedia dalam beragam ukuran sesuai kebutuhan.

Indonesian Chef Association membedakan saute pan dengan frying pan: saute pan memiliki dinding lebih tinggi dan lurus, sehingga lebih cocok untuk memasak dalam jumlah lebih banyak atau teknik yang menggunakan cairan.

Dinding yang rendah dan permukaan yang lebar membuat uap air cepat menguap. Hasilnya, makanan lebih cepat kering dan renyah, ideal untuk hidangan tanpa kuah yang membutuhkan panas tinggi merata.

Perlu diingat, istilah fry pan kerap tertukar dengan teflon. Frying pan merujuk pada bentuk fisik wajan, sedangkan teflon adalah lapisan anti lengket berbahan PTFE pada permukaan. Artinya, suatu frying pan bisa berlapis teflon, berlapis keramik, atau tanpa lapisan.

Berbeda pula dengan wok pan. Frying pan memiliki dasar datar dan dinding rendah untuk panas yang cepat merata dan porsi kecil hingga menengah, sedangkan wok pan berbentuk cekung dengan diameter atas lebih besar, cocok untuk menumis cepat dalam jumlah lebih banyak dan biasanya membutuhkan lebih banyak minyak.

Jejak Sejarah dari Mesopotamia ke Wajan Modern

Dalam buku Daily Life in Ancient Mesopotamia disebutkan, wajan tembaga sudah digunakan pada masa Mesopotamia kuno. Di Yunani Kuno dikenal sebutan tagenon, sementara bangsa Romawi menamainya patella atau sartago. Istilah "pan" sendiri berakar dari bahasa Inggris kuno, panna.

Mengutip podcast dan ulasan sains makanan Gastropod, evolusi alat masak berlangsung dari wadah tanah liat prasejarah menuju wajan besi. Biomolecular archaeologist Julie Dunne meneliti bukti penggunaan tembikar kuno untuk mengolah beragam makanan, sementara inovasi Abraham Darby dalam teknologi besi cor menjadi tonggak penting pada masa Revolusi Industri.

Sebelum kompor datar populer pada pertengahan abad ke-19, ada wajan besi berkaki tiga bernama "spider" yang dapat berdiri di atas bara. Ketika kompor datar mulai umum, kaki-kaki tersebut ditinggalkan dan lahirlah skillet besi cor berdasar rata, nenek moyang frying pan modern.

Fungsi Utama di Dapur Sehari-Hari

Frying pan dikenal lentur untuk berbagai teknik memasak. America’s Test Kitchen menyebut wajan besi cor mampu menahan panas jauh lebih baik daripada stainless atau aluminium sehingga unggul untuk menyear steak.

Berikut sejumlah fungsi utama frying pan yang bisa diandalkan dalam keseharian:

  • Menggoreng dengan sedikit minyak

    Cocok untuk telur, ayam, atau ikan yang hanya butuh minyak tipis (shallow frying) yang lazim dipakai sehari-hari.

  • Menumis bumbu dan sayuran

    Permukaan panas membantu bumbu cepat matang dan beraroma; teknik menumis memerlukan sedikit minyak dan kendali api yang tepat.

  • Memanggang dan menyear

    Dasar datar menyebarkan panas merata, ideal untuk pancake, steak, roti, atau sandwich pada suhu stabil.

  • Memasak makanan kering

    Tepat untuk hidangan tanpa banyak kuah, berbeda dengan deep frying yang merendam bahan dalam minyak.

  • Menyiapkan menu sarapan

    Dari telur dadar hingga pancake, wajan ini memudahkan proses memasak cepat di pagi hari.

Material dan Variasi Frying Pan

Material menentukan performa dan aspek keamanan, mulai dari kecepatan hantar panas hingga kemudahan perawatan. Our Place mengingatkan, label "PFOA-free" tidak otomatis berarti bebas PFAS karena banyak wajan tetap memakai lapisan PTFE; pada pemasakan normal bersuhu rendah–sedang, lapisan ini relatif stabil.

  • Besi cor (cast iron)

    Lambat menghantar panas tetapi sangat baik menyimpannya, unggul untuk menyear daging dan sayuran.

  • Baja karbon (carbon steel)

    Seiring pemakaian membentuk lapisan seasoning anti lengket alami; ideal untuk bahan yang mudah lengket seperti telur atau ikan.

  • Stainless steel

    Tahan karat, kuat, dan tidak bereaksi dengan makanan asam sehingga rasa masakan tetap terjaga.

  • Aluminium dan aluminium anodized

    Ringan dan cepat panas; material yang banyak beredar di pasaran.

  • Tembaga (copper)

    Sangat konduktif untuk pemanasan merata, namun reaktif sehingga umumnya perlu pelapisan, misalnya timah.

  • Lapisan anti lengket (non-stick)

    Teknik melapisi aluminium dengan Teflon dipatenkan Marc Gregoire pada 1954 dan dipasarkan dengan merek Tefal sejak 1956; praktis dan hemat minyak.

  • Frying pan listrik (electric)

    Dilengkapi elemen pemanas dan kontrol termostat sehingga dapat berfungsi tanpa kompor.

  • Frying pan diamond

    Menanam partikel intan pada permukaan logam untuk daya hantar panas tinggi dan diklaim bebas PFAS.

Terkait preferensi, Ayesha Nurdjaja, chef eksekutif restoran Shuka di New York, dikutip dari Gear Patrol, menyebut stainless steel lebih awet, tahan benturan, dan tidak memerlukan perawatan sebanyak cast iron. Sementara itu, chef sekaligus restaurateur Frank Prisinzano, juga dikutip dari Gear Patrol, menilai cast iron mulai ditinggalkan.

Di pasaran tersedia beragam opsi, dari stainless steel berlapis anti lengket yang tahan lama hingga pilihan teflon yang lebih ekonomis. Sesuaikan dengan kebutuhan memasak dan pola perawatan yang diinginkan.

Cara Memilih dan Merawat Frying Pan

Pemilihan yang tepat dan perawatan yang benar akan membuat wajan lebih awet sekaligus menjaga keamanan masakan. Chemical and Engineering News mencatat, lapisan PTFE dapat terurai jika dipanaskan di atas 260 derajat Celsius dan melepaskan partikel PFAS berukuran kecil, berpotensi memicu "flu Teflon" serta berbahaya bagi burung. Adapun PFOA yang dulu dipersoalkan telah dihentikan penggunaannya sejak 2012.

  • Utamakan material dan lapisan food grade

    Pilih lapisan anti lengket berlabel bebas PFOA untuk pemakaian harian yang aman.

  • Sesuaikan ukuran dengan porsi

    Diameter 18–24 cm pas untuk keluarga kecil, sedangkan 26–30 cm cocok untuk porsi lebih besar.

  • Pilih gagang ergonomis dan tidak cepat panas

    Pegangan yang nyaman dan kokoh menambah keamanan saat membalik atau mengangkat wajan.

  • Cek kompatibilitas kompor

    Bila memakai kompor gas sekaligus induksi, pilih frying pan yang serbaguna dipakai di keduanya.

  • Pertimbangkan kemudahan membersihkan

    Permukaan yang mudah dibersihkan tanpa gosokan keras membantu umur pakai lebih panjang.

  • Rawat sesuai materialnya

    Gunakan spatula kayu atau silikon, hindari memanaskan wajan kosong, jangan menyiram wajan panas dengan air dingin, dan ganti bila lapisan mulai terkelupas.

Untuk wajan besi cor atau baja karbon, kunci utamanya adalah seasoning. Jon Buck, chef eksekutif di Soby's, dikutip dari AAA Club Alliance, mengatakan:

"Semakin sering Anda memasak menggunakan wajan ini, semakin baik lapisan seasoning yang akan terbentuk."

Bagi yang menghindari PTFE namun tetap menginginkan permukaan anti lengket, Gillian Miller, ilmuwan senior di Ecology Center, dikutip dari Consumer Reports, menyebut wajan berlapis keramik dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

Rekomendasi