Makassar mencatat lonjakan signifikan pada tingkat hunian hotelnya, mencapai 90 persen selama periode 8 hingga 12 Juli 2026. Peningkatan drastis ini bertepatan dengan penyelenggaraan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di kota tersebut.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, mengungkapkan bahwa banyak hotel di Makassar telah mencapai tingkat hunian yang sangat tinggi, bahkan beberapa di antaranya penuh. Kondisi ini menunjukkan dampak positif yang luar biasa dari kedua event nasional tersebut terhadap sektor pariwisata lokal.
Sebelumnya, tingkat okupansi hotel di Makassar berkisar antara 40 hingga 45 persen, namun kini melonjak hampir dua kali lipat. Anggiat Sinaga menyatakan rasa syukurnya atas kontribusi kegiatan akbar ini dalam menggerakkan perekonomian daerah, khususnya industri perhotelan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Signifikan Event Nasional terhadap Okupansi Hotel Makassar
Penyelenggaraan HKG PKK Ke-54 dan HUT Dekranas Ke-46 telah memberikan dorongan besar bagi industri perhotelan di Makassar. Anggiat Sinaga menegaskan bahwa hampir semua hotel di kota ini merasakan manfaatnya, dengan perkiraan okupansi menembus angka 85 hingga 90 persen. Beberapa hotel bahkan melaporkan hunian penuh, menunjukkan tingginya permintaan akomodasi.
Lonjakan tingkat hunian ini merupakan bukti nyata bagaimana event berskala nasional mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal. Tingkat okupansi hotel di Makassar yang sebelumnya berada di kisaran 40 hingga 45 persen, kini melonjak drastis, mendekati kapasitas maksimum. Ini mencerminkan daya tarik Makassar sebagai destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).
Peningkatan okupansi hotel Makassar didorong oleh kedatangan ribuan pengurus dan anggota PKK serta Dekranasda dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Mereka hadir untuk mengikuti berbagai agenda penting selama kegiatan berlangsung. Kehadiran delegasi dalam jumlah besar ini secara langsung berkontribusi pada tingginya permintaan kamar hotel.
Advertisement
Advertisement
Pemerataan Hunian dan Perpanjangan Lama Tinggal Peserta
Anggiat Sinaga menjelaskan bahwa pemerataan tingkat hunian hotel terjadi berkat penyebaran pusat kegiatan di dua lokasi utama. Pameran Dekranas yang berlokasi di kawasan Trans Studio Mall (TSM) Makassar secara signifikan mendorong okupansi hotel di area Tanjung Bunga dan sekitar Pantai Losari.
Sementara itu, rangkaian kegiatan di Hotel Claro Makassar, seperti rapat kerja, layanan kesehatan gratis, donor darah, dan puncak peringatan HKG PKK Ke-54, turut meningkatkan tingkat hunian hotel di kawasan Jalan AP Pettarani dan sekitarnya. Strategi penyebaran lokasi ini terbukti efektif dalam mendistribusikan manfaat ekonomi secara lebih merata.
Peserta acara rata-rata menginap selama sekitar empat hari, yang tidak hanya meningkatkan tingkat hunian hotel tetapi juga memperpanjang lama tinggal mereka di Makassar. Kondisi ini memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, melampaui sektor perhotelan saja.
Advertisement
Advertisement
Manfaat Ekonomi Meluas bagi Sektor Pendukung
Meningkatnya lama tinggal peserta turut menggerakkan berbagai sektor pendukung di Makassar. Restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, industri kreatif, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merasakan langsung peningkatan permintaan. Mereka melayani berbagai kebutuhan peserta selama berada di Kota Makassar, mulai dari kuliner hingga oleh-oleh.
Perputaran ekonomi yang dihasilkan dari event ini sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Anggiat Sinaga menambahkan bahwa meskipun sebagian besar hotel telah penuh dipesan, masih terdapat beberapa hotel yang memiliki ketersediaan kamar sekitar 5 hingga 10 persen. Ketersediaan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum atau tamu lain yang datang ke Makassar.
Dampak positif ini diharapkan dapat menjadi preseden bagi penyelenggaraan event-event besar lainnya di Makassar. Dengan perencanaan yang matang, event nasional dapat menjadi motor penggerak utama bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews