Veddriq Leonardo Raih Emas, Indonesia Dominasi World Climbing Chamonix 2026

Veddriq Leonardo kembali menunjukkan dominasinya di ajang panjat tebing dunia dengan meraih medali emas pada World Climbing Series Chamonix 2026. Simak detail kemenangan Veddriq Leonardo dan performa impresif atlet Indonesia lainnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Veddriq Leonardo Raih Emas, Indonesia Dominasi World Climbing Chamonix 2026
Veddriq Leonardo kembali menunjukkan dominasinya di ajang panjat tebing dunia dengan meraih medali emas pada World Climbing Series Chamonix 2026. Simak detail kemenangan Veddriq Leonardo dan performa impresif atlet Indonesia lainnya! (AntaraNews)

Indonesia mengukir prestasi gemilang di World Climbing Series Chamonix 2026. Dua atlet kebanggaan Tanah Air berhasil mengamankan posisi teratas di nomor speed putra, menunjukkan kekuatan Indonesia di kancah panjat tebing internasional.

Veddriq Leonardo sukses meraih medali emas setelah mengalahkan rekan senegaranya, Antasyafi Robby Al Hilmi, dalam partai final. Keberhasilan ini menegaskan dominasi Indonesia di kancah panjat tebing internasional.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Chamonix, Prancis, pada Minggu, 12 Juli 2026. Veddriq mencatatkan waktu impresif 4,89 detik, sementara Antasyafi meraih perak dengan waktu 5,11 detik.

Dominasi Merah Putih di Puncak Podium

Kontingen Indonesia tampil perkasa di World Climbing Series Chamonix 2026. Dua atlet putra berhasil menciptakan All-Indonesian Final di nomor speed, sebuah pencapaian yang membanggakan. Keberhasilan ini menunjukkan kualitas atlet panjat tebing Indonesia yang semakin diakui dunia.

Veddriq Leonardo, yang juga peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, sekali lagi membuktikan kelasnya. Ia berhasil mempertahankan performa terbaiknya meskipun menghadapi persaingan ketat dari sesama atlet Indonesia. Kemenangan ini menjadi bukti konsistensi Veddriq Leonardo di level tertinggi.

“Saya merasa luar biasa. Saya sangat bersyukur. Ini adalah medali emas pertama saya setelah Olimpiade dan butuh waktu yang lama untuk meraihnya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, pencapaian ini sangat berarti bagi saya,” kata Veddriq Leonardo usai pertandingan. Pernyataan ini menunjukkan betapa berartinya kemenangan ini bagi sang atlet.

Perjuangan Veddriq dan Performa Cemerlang Antasyafi

Veddriq Leonardo mengungkapkan bahwa kemenangannya kali ini terasa lebih spesial. Ia masih berjuang memulihkan kondisi fisiknya setelah mengalami masalah cedera dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat persiapannya tidak maksimal, namun Veddriq tetap mampu menunjukkan performa puncak.

“Saya belum bisa memanjat dengan baik karena belum bisa berlatih secara maksimal. Saya sudah memberikan yang terbaik dan menurut saya ini adalah pencapaian yang luar biasa. Saya hampir tidak menyentuh dinding saat latihan, lalu langsung bertanding di Madrid, Krakow, dan sekarang di Chamonix. Saya benar-benar bersyukur atas hasil ini,” ujar Veddriq. Perjuangan Veddriq Leonardo ini menjadi inspirasi bagi banyak atlet.

Sementara itu, Antasyafi Robby Al Hilmi juga patut diacungi jempol atas penampilannya. Meskipun harus puas dengan medali perak, Robby menunjukkan performa impresif sejak babak kualifikasi hingga memastikan Indonesia mengunci dua posisi teratas di podium.

Medali perunggu diraih oleh atlet Jepang, Ryo Omasa. Ia berhasil memenangi perebutan tempat ketiga dengan catatan waktu 4,701 detik, melengkapi dominasi Indonesia di ajang World Climbing Series Chamonix 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi