Tim nasional Inggris sukses mengamankan satu tempat di babak semifinal Piala Dunia 2026. Kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia di Stadion Miami, Amerika Serikat, pada Sabtu waktu setempat mengantarkan The Three Lions ke empat besar. Momen bersejarah ini dirayakan meriah oleh para suporter dan pemain.
Euforia kemenangan tersebut semakin terasa dengan lantunan lagu "Wonderwall" dari Oasis yang dinyanyikan bersama. Tak hanya itu, lagu "Hey Jude" dari The Beatles juga berkumandang, secara khusus ditujukan untuk gelandang muda Jude Bellingham. Bellingham menjadi pahlawan dengan memborong dua gol kemenangan krusial bagi timnya.
Perjalanan Inggris menuju semifinal Piala Dunia 2026 ini mengulang prestasi mereka pada tahun 1990. Dengan semangat membara, tim asuhan Gareth Southgate kini bertekad untuk membawa pulang trofi Piala Dunia, sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada tahun 1966.
Advertisement
Advertisement
Semangat "Wonderwall" Satukan Suporter dan Tim
Lagu "Wonderwall", karya Noel Gallagher yang dipopulerkan oleh Oasis, menjadi soundtrack kebahagiaan tim nasional Inggris. Tepat setelah peluit akhir pertandingan melawan Norwegia, para pemain dan suporter bersatu melantunkan lagu ikonik tersebut. Kapten Harry Kane memimpin rekan-rekannya dalam nyanyian penuh semangat.
Fenomena menyanyikan "Wonderwall" ini merupakan kebiasaan baru yang diadopsi pendukung Inggris pada Piala Dunia 2026. Tradisi ini telah menciptakan ikatan emosional yang kuat antara tim dan para penggemar mereka. Menurut FIFA, lagu yang dirilis pada Oktober 1995 ini berhasil mempererat koneksi tersebut.
Ikatan yang semakin kuat ini diyakini menambah motivasi skuad Inggris dalam perburuan gelar juara. Mereka berambisi untuk merebut kembali trofi Piala Dunia. Trofi bergengsi itu terakhir kali berhasil mereka angkat pada edisi 1966, menjadi satu-satunya gelar Piala Dunia yang dimiliki Inggris hingga saat ini.
Advertisement
Advertisement
"Hey Jude" untuk Pahlawan Lapangan Tengah
Setelah "Wonderwall" mereda, suasana Stadion Miami kembali bergemuruh dengan lagu "Hey Jude" dari The Beatles. Lagu klasik yang dirilis pada tahun 1968 ini secara khusus didedikasikan untuk Jude Bellingham. Gelandang muda tersebut menjadi bintang lapangan dengan dua gol penentu kemenangan atas Norwegia.
Koneksi Bellingham dengan lagu "Hey Jude" bermula sejak Euro 2024. Saat itu, ia mencetak gol tunggal yang membawa Inggris mengalahkan Serbia 1-0 di fase grup. Sejak momen itu, lagu ini menjadi identik dengan namanya, terutama di kalangan suporter.
Di Stadion Miami, sorotan kamera tak lepas dari wajah Bellingham saat lagu "Hey Jude" menggema di seluruh penjuru stadion. Ekspresi kebahagiaan dan kebanggaan terpancar jelas dari sang pahlawan. Performa gemilangnya sekali lagi membuktikan perannya yang tak tergantikan bagi skuad The Three Lions.
Advertisement
Advertisement
Mengulang Sejarah dan Tatap Final
Kemenangan 2-1 atas Norwegia, dengan gol dari Jude Bellingham dan balasan dari Andreas Schjelderup, memastikan langkah Inggris ke semifinal. Pencapaian ini merupakan pengulangan prestasi yang pernah diraih Inggris pada Piala Dunia 1990. Kini, dengan berada di empat besar, target utama mereka adalah meraih trofi kampiun.
Inggris akan menghadapi lawan tangguh di babak semifinal. Mereka akan bertemu pemenang dari pertandingan perempat final lainnya antara Argentina dan Swiss. Laga antara Argentina dan Swiss tersebut masih berlangsung di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, pada Sabtu malam waktu setempat saat berita ini disusun.
Dengan momentum positif dan dukungan penuh dari para suporter, Inggris berharap dapat melanjutkan tren positif ini. Mereka ingin mengukir sejarah baru dengan membawa pulang gelar juara Piala Dunia. Seluruh mata kini tertuju pada performa The Three Lions di babak semifinal yang akan datang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews