Pertamina Patra Niaga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengambil langkah proaktif dengan mengintensifkan operasional 32 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus nelayan. Langkah ini diambil untuk memastikan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi kapal nelayan di wilayah tersebut berjalan optimal dan lancar. Upaya ini diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala yang sering dihadapi para nelayan dalam mendapatkan pasokan BBM.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Babel, Satriyo Wibowo Wicaksono, menjelaskan bahwa salah satu kendala utama selama ini adalah faktor alam dan lokasi titik-titik nelayan yang berada di daerah ujung-ujung wilayah pesisir. Oleh karena itu, intensifikasi SPBU nelayan menjadi strategi kunci untuk mendekatkan akses BBM bersubsidi kepada para nelayan. Ini merupakan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung aktivitas ekonomi maritim di Babel.
Total 32 SPBU nelayan ini tersebar di Pulau Bangka dan Pulau Belitung, dengan fokus pada daerah-daerah yang memiliki konsentrasi nelayan tinggi. Selain SPBU khusus, Pertamina Patra Niaga juga memanfaatkan SPBU mini dan reguler untuk menjangkau daerah yang belum memiliki fasilitas khusus nelayan. Strategi komprehensif ini dirancang untuk memastikan setiap nelayan dapat memperoleh BBM bersubsidi sesuai kebutuhan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pertamina Patra Niaga dalam Distribusi BBM Nelayan
Dalam upaya mengoptimalkan pendistribusian BBM bersubsidi bagi nelayan di Provinsi Kepulauan Babel, Pertamina Patra Niaga Kepulauan Babel tidak hanya mengandalkan SPBU khusus nelayan. Perusahaan juga mengoperasikan SPBU mini dan SPBU reguler di lokasi-lokasi strategis. Hal ini dilakukan untuk melayani desa dan kelurahan nelayan yang belum memiliki fasilitas SPBU khusus kapal nelayan.
Total unit SPBU yang melayani kebutuhan BBM bersubsidi nelayan di Kepulauan Bangka Belitung mencapai 45 unit. Angka ini mencakup SPBU khusus nelayan, SPBU mini, dan SPBU reguler yang telah dioptimalkan fungsinya. Pendekatan multi-fasilitas ini menunjukkan fleksibilitas Pertamina Patra Niaga dalam menjangkau seluruh komunitas nelayan.
Satriyo Wibowo Wicaksono menegaskan bahwa strategi ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga untuk memastikan ketersediaan energi bagi sektor perikanan. Dengan infrastruktur yang lebih merata, diharapkan kendala logistik dapat diminimalisir. Ini akan berdampak positif pada produktivitas dan kesejahteraan nelayan di seluruh wilayah Babel.
Advertisement
Advertisement
Cakupan dan Sebaran SPBU Nelayan di Babel
Dari 32 SPBU nelayan yang diintensifkan, sebarannya cukup merata di dua pulau utama Kepulauan Bangka Belitung. Pulau Bangka memiliki 13 unit SPBU khusus nelayan, sementara Pulau Belitung memiliki 19 unit. Distribusi ini mempertimbangkan kepadatan populasi nelayan dan kebutuhan akses di masing-masing wilayah.
Secara spesifik, Kabupaten Belitung menjadi wilayah dengan jumlah SPBU nelayan terbanyak, yaitu 12 unit. Disusul oleh Kabupaten Belitung Timur dengan 7 unit SPBU kapal nelayan. Konsentrasi ini menunjukkan fokus Pertamina Patra Niaga pada daerah-daerah dengan aktivitas perikanan yang sangat tinggi.
Penempatan strategis SPBU nelayan ini bertujuan untuk meminimalkan jarak tempuh bagi para nelayan. Dengan demikian, mereka dapat lebih mudah dan cepat mendapatkan pasokan BBM bersubsidi yang dibutuhkan untuk operasional kapal. Efisiensi ini krusial untuk menjaga kelancaran kegiatan melaut para nelayan.
Advertisement
Advertisement
Realisasi Kuota BBM Subsidi untuk Nelayan
Berdasarkan data dari BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Perwakilan Kepulauan Babel, realisasi kuota BBM bersubsidi hingga Juni 2026 menunjukkan angka yang masih di bawah setengah dari total kuota. Untuk jenis solar, realisasi tercatat sebesar 47 persen, sementara pertalite mencapai 49 persen. Data ini memberikan gambaran tentang penggunaan BBM bersubsidi di wilayah tersebut.
Angka realisasi yang belum mencapai 50 persen ini mengindikasikan bahwa pasokan BBM bersubsidi masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penerima manfaat. Satriyo Wibowo Wicaksono menegaskan bahwa ketersediaan BBM bersubsidi di Kepulauan Babel hingga pertengahan tahun ini masih aman. Ini memberikan jaminan bagi para nelayan bahwa kebutuhan mereka akan terpenuhi.
Pertamina Patra Niaga terus memantau realisasi dan distribusi BBM bersubsidi ini secara berkala. Pemantauan ini penting untuk memastikan bahwa subsidi tepat sasaran dan ketersediaan pasokan selalu terjaga. Dengan demikian, stabilitas harga dan ketersediaan energi bagi nelayan dapat terus dipertahankan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews