Desak Made Rita Kusuma Dewi Sabet Emas Kedua di World Climbing Chamonix 2026

Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas kedua berturut-turut di ajang World Climbing Chamonix 2026, membuktikan dominasinya di kancah internasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Desak Made Rita Kusuma Dewi Sabet Emas Kedua di World Climbing Chamonix 2026
Dua tim estafet campuran dari Tim Panjat Tebing Indonesia berhasil melaju ke putaran final World Climbing Series 2026 di Krakow, Polandia, menunjukkan potensi besar Merah Putih di kancah dunia. (AntaraNews)

Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berhasil meraih medali emas dalam nomor speed putri pada ajang World Climbing Series 2026 di Chamonix, Prancis. Kemenangan prestisius ini diraih pada Sabtu malam waktu setempat, tanggal 11 Juli 2026, setelah menunjukkan performa yang luar biasa di babak final. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang menyaksikan.

Raihan medali emas di Chamonix ini menandai gelar juara kedua secara beruntun bagi Desak Made Rita Kusuma Dewi di World Climbing Series. Pekan sebelumnya, ia juga sukses merebut podium tertinggi di seri Krakow, menegaskan posisinya sebagai salah satu atlet panjat tebing speed terbaik dunia saat ini. Konsistensi dan dedikasi Desak Made dalam setiap kompetisi patut diacungi jempol, menginspirasi banyak atlet muda di Tanah Air.

Dalam wawancara pasca-pertandingan, Desak Made Rita Kusuma Dewi mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian ini. "Saya sangat senang. Malam ini, saya memiliki performa terbaik dan hanya menikmati diri saya sendiri. Saya senang mendapatkan emas ini untuk negara dan tim saya," ujarnya, seperti dikutip dari situs resmi World Climbing. Pernyataan ini menunjukkan semangat sportivitas dan rasa nasionalisme yang tinggi dari sang atlet.

Dominasi Gemilang Desak Made di Final Speed Putri

Desak Made Rita Kusuma Dewi menunjukkan dominasi penuh di babak final nomor speed putri World Climbing Chamonix 2026. Ia berhadapan dengan atlet Italia, Giulia Randi, dalam pertarungan sengit memperebutkan medali emas. Dengan kecepatan dan teknik yang presisi, Desak Made berhasil menyelesaikan jalur panjat tebing dengan catatan waktu impresif 6.22 detik.

Performa Desak Made Rita Kusuma Dewi jauh mengungguli lawannya, Giulia Randi, yang mencatatkan waktu 6.51 detik. Selisih waktu yang cukup signifikan ini membuktikan keunggulan Desak Made dalam menguasai medan dan tekanan kompetisi tingkat dunia. Kemenangan ini mempertegas statusnya sebagai atlet papan atas di kancah panjat tebing internasional.

Sementara itu, medali perunggu pada nomor speed putri berhasil diamankan oleh atlet tuan rumah, Capucine Viglione dari Prancis. Viglione menuntaskan perlombaan dengan waktu 6.41 detik, mengalahkan pesaingnya dari Amerika Serikat, Isis Rothfork, yang finis dengan waktu 6.53 detik. Bagi Randi dan Viglione, pencapaian ini merupakan kali pertama mereka berhasil naik podium di ajang World Climbing Series, sebuah debut yang patut dibanggakan.

Serangkaian Kejutan Warnai World Climbing Chamonix 2026

Ajang World Climbing Chamonix 2026 tidak hanya menyajikan dominasi Desak Made Rita Kusuma Dewi, tetapi juga diwarnai dengan serangkaian kejutan yang mengguncang babak gugur. Beberapa tim unggulan harus tersingkir lebih awal dari yang diperkirakan, menambah dramatisnya persaingan. Salah satu kejutan terbesar adalah eliminasi tak terduga Tim China di babak 16 besar, sebuah hasil yang mengejutkan banyak pihak.

Selain itu, pemegang rekor dunia, Emma Hunt dari Amerika Serikat, juga harus menghentikan langkahnya di babak perempat final. Ia secara mengejutkan dikalahkan oleh Giulia Randi, atlet yang kemudian menjadi lawan Desak Made di final. Perjalanan Randi di kejuaraan ini patut diacungi jempol, karena ia berhasil menyingkirkan beberapa atlet unggulan lainnya untuk mengamankan tempat di babak puncak.

Di tengah berbagai kejutan dan persaingan ketat tersebut, Desak Made Rita Kusuma Dewi mampu menjaga konsistensinya. Ia menunjukkan mental baja dan fokus yang tak tergoyahkan, melewati setiap babak gugur dengan performa stabil. Konsistensi inilah yang pada akhirnya mengantarkannya meraih medali emas di balapan final, membuktikan bahwa persiapan matang adalah kunci utama keberhasilan.

Prestasi Membanggakan Kontingen Indonesia di Chamonix

Kemenangan Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi puncak dari penampilan gemilang kontingen Indonesia di World Climbing Chamonix 2026. Secara keseluruhan, tim panjat tebing Indonesia menunjukkan kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah dunia. Mereka berhasil membawa pulang tiga dari enam medali yang diperebutkan dalam ajang speed climbing, sebuah pencapaian yang sangat membanggakan.

Tiga medali tersebut terdiri dari dua medali emas dan satu medali perak, menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dalam olahraga panjat tebing speed. Hasil ini tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga menunjukkan potensi besar atlet-atlet Indonesia di panggung internasional. Prestasi ini diharapkan dapat memicu semangat atlet lain untuk terus berprestasi.

Berikut adalah hasil akhir nomor speed putri World Climbing Series Chamonix 2026:

  1. Desak Made Rita Kusuma (Indonesia) - Emas
  2. Giulia Randi (Italia) - Perak
  3. Capucine Viglione (Prancis) - Perunggu

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi