Tim SAR Gabungan Berhasil Lakukan Evakuasi Penumpang Speedboat Mati Mesin di Kepulauan Aru

Tim SAR Gabungan sukses melakukan evakuasi 14 penumpang speedboat yang mati mesin di perairan Kepulauan Aru. Bagaimana kronologi lengkap Evakuasi Penumpang Speedboat Aru ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Gabungan Berhasil Lakukan Evakuasi Penumpang Speedboat Mati Mesin di Kepulauan Aru
Tim SAR Gabungan sukses melakukan evakuasi 14 penumpang speedboat yang mati mesin di perairan Kepulauan Aru. Bagaimana kronologi lengkap Evakuasi Penumpang Speedboat Aru ini? (AntaraNews)

Tim SAR Gabungan di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, berhasil mengevakuasi 14 orang penumpang sebuah speedboat yang mengalami mati mesin. Insiden ini terjadi di sekitar Perairan Desa Gomar, kabupaten setempat, pada Sabtu, 11 Juli 2026. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan setelah upaya penyelamatan yang intensif.

Speedboat tersebut diketahui bertolak dari Desa Joran menuju Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru. Namun, kerusakan mesin menyebabkan perjalanan terhenti di tengah laut, memicu kekhawatiran akan keselamatan para penumpang. Informasi ini segera diteruskan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Proses evakuasi melibatkan koordinasi cepat antara berbagai pihak, termasuk BPBD Dobo dan Unit Siaga SAR. Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di perairan. Keberhasilan operasi ini menunjukkan efektivitas respons cepat tim penyelamat.

Kronologi Kejadian Mati Mesin Speedboat

Peristiwa mati mesin speedboat ini bermula saat kapal bertolak dari Desa Joran menuju Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru. Perjalanan yang seharusnya lancar berubah menjadi menegangkan ketika mesin tiba-tiba tidak berfungsi. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 15.50 WIT.

Setibanya di sekitar Perairan Desa Gomar, Kecamatan Aru Selatan Utara, speedboat tersebut mengalami kerusakan mesin parah. Kondisi ini membuat kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Kota Dobo. Para penumpang pun terpaksa terombang-ambing di tengah laut.

Beruntung, para penumpang sempat diselamatkan oleh warga sekitar yang melintas. Mereka kemudian dibawa ke Desa Erersin, Kecamatan Aru Selatan Timur, untuk mendapatkan perlindungan sementara. Tindakan cepat warga ini sangat membantu menjaga keselamatan awal para korban.

Informasi mengenai insiden ini kemudian diteruskan oleh BPBD Dobo kepada Unit Siaga SAR Dobo. Permintaan bantuan SAR diajukan pada tanggal 11 Juli 2026 sekitar pukul 21.40 WIT. Hal ini memicu respons cepat dari tim penyelamat untuk segera bergerak.

Operasi Penyelamatan Tim SAR Gabungan

Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan segera diberangkatkan pada pukul 22.00 WIT. Mereka menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Unit Siaga SAR Kepulauan Aru. Tujuan mereka adalah lokasi kejadian di sekitar Perairan Desa Gomar, dengan koordinat 6°38'7.46"S - 134°33'5.47"E.

Jarak tempuh menuju lokasi kejadian cukup jauh, yaitu sekitar 67,75 Nautical Mile. Tim bergerak dengan heading 160° arah selatan dari Pelabuhan Dobo. Perjalanan malam hari ini membutuhkan kehati-hatian ekstra dari seluruh anggota tim penyelamat.

Sekitar pukul 00.51 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil berkomunikasi dengan salah satu korban. Korban melaporkan bahwa seluruh penumpang berada dalam keadaan selamat dan menunggu di Desa Erersin. "Seluruh penumpang berada dalam keadaan selamat dan sementara berada di Desa Erersin sambil menunggu kedatangan Tim SAR Gabungan," ujar Komandan Tim Operasi SAR Dobo, Usman Raseng.

Tim SAR Gabungan tiba di Desa Erersin pada pukul 01.00 WIT. Setelah memastikan kondisi para korban aman, evakuasi menuju Kota Dobo diputuskan untuk ditunda. Penundaan ini dilakukan mengingat waktu sudah tengah malam dan jarak pandang yang terbatas, demi keselamatan semua pihak.

Proses Evakuasi dan Penyerahan Korban

Proses evakuasi akhirnya dimulai pada tanggal 12 Juli, sekitar pukul 05.50 WIT. Tim SAR Gabungan bersama seluruh korban bergerak dari Desa Erersin menuju Dobo. Jarak tempuh kali ini adalah sekitar 55 Nautical Mile ke arah utara.

Perjalanan laut menuju Dobo memakan waktu kurang lebih empat jam. Selama perjalanan, tim memastikan kondisi para korban tetap stabil dan aman. Cuaca pagi yang lebih kondusif mendukung kelancaran operasi ini.

Sekitar pukul 09.30 WIT, Tim SAR Gabungan beserta seluruh korban berhasil tiba di Pelabuhan Pasar Barat Kota Dobo. Kedatangan mereka disambut dengan kelegaan oleh keluarga yang telah menunggu. Semua korban dilaporkan dalam keadaan selamat dan sehat.

Setelah tiba, para korban segera diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing. Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata kesigapan dan profesionalisme Tim SAR dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Evakuasi Penumpang Speedboat Aru ini berjalan lancar hingga akhir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi