Thailand Naikkan Pajak Impor Kendaraan Listrik, Begini Ketentuannya

Thailand menaikkan cukai impor kendaraan listrik. CBU bakal terkena tarif tertinggi, sementara besaran final ditetapkan Kementerian Keuangan akhir bulan ini.

Agustina Melani
Oleh Agustina Melani - Reporter
Thailand Naikkan Pajak Impor Kendaraan Listrik, Begini Ketentuannya
<p>PLN memastikan SPKLU siap melayani dan memudahkan untuk masyarakat menggunakan mobil listrik selama periode mudik Lebaran 2023. (Dok PLN)</p>

Dewan kendaraan listrik Thailand menyetujui kenaikan pajak cukai atas impor kendaraan listrik untuk mendorong investasi manufaktur otomotif dalam negeri, dilansir dari Channel News Asia, Kamis (10/9/2026).

Direktur Jenderal Departemen Cukai Kementerian Keuangan Thailand, Pornchai Thiraveja, menyebut kendaraan yang diimpor dalam kondisi utuh (CBU) akan terkena tarif tertinggi, melampaui tarif cukai 10% yang berlaku saat ini.

Menurut Pornchai, tarif lebih rendah akan diberikan untuk kendaraan yang diimpor guna pengujian serta unit yang masuk untuk kemudian dirakit atau diproduksi secara lokal. Adapun kendaraan yang dibuat di Thailand dengan menggunakan komponen lokal akan dikenai tarif terendah. Pemerintah menyiapkan masa transisi agar produsen dapat menyesuaikan, namun durasinya belum ditetapkan.

Permanent Secretary Kementerian Keuangan, Lavaron Sangsnit, menuturkan besaran tarif baru akan diputuskan pada akhir bulan ini.

Board of Investment (BOI) mencatat kendaraan listrik dan hibrida menyumbang 55% dari penjualan mobil baru selama tujuh bulan pertama 2026. Untuk pertama kalinya, jumlah registrasi gabungan kendaraan listrik, hibrida, dan plug-in hybrid melampaui kendaraan bermesin pembakaran internal.

Kepala BOI, Narit Therdsteerasukdi, menekankan pentingnya penguatan ekosistem industri seiring lonjakan permintaan. "Transisi sektor otomotif Thailand harus mampu mengubah permintaan konsumen yang pesat menjadi pembentukan modal jangka panjang, lokalisasi teknologi, dan lapangan kerja berkualitas," ujar Kepala BOI, Narit Therdsteerasukdi.

Hingga Agustus 2026, nilai persetujuan investasi BOI untuk ekosistem kendaraan listrik secara kumulatif mencapai US$ 4,59 miliar atau Rp 80,44 triliun (asumsi kurs Rp 17.530 per dolar AS), mencakup 189 proyek.

Thailand sendiri merupakan pusat produksi dan ekspor regional bagi sejumlah produsen mobil, seperti BYD dan Toyota Motor.

Rekomendasi