PT Brantas Abipraya (Persero) menggelar program Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) gratis untuk 100 peserta terpilih. Lewat program ini, perseroan ingin memperkuat kualitas talenta internal sekaligus mencetak ekosistem SDM industri konstruksi yang siap beradaptasi.
Kesempatan ini tidak hanya dibuka bagi karyawan internal, tetapi juga melibat peserta dari kalangan mahasiswa dan mitra kerja. Antusiasme tinggi terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 300 orang sebelum disaring menjadi 100 peserta.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo, menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar mengejar pengakuan formal di atas kertas, melainkan investasi jangka panjang.
"Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, tercermin dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan 100 peserta terpilih untuk melanjutkan ke tahap sertifikasi. Kami ingin memastikan kesempatan pengembangan kompetensi ini diberikan kepada peserta yang siap dan memiliki komitmen untuk terus belajar. Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bagian dari investasi Brantas Abipraya dalam membangun Human Capital yang kompeten dan siap menjawab tantangan industri," ujar Purnomo di Jakarta, Kamis (10/9).
Menurut Purnomo, dinamika industri konstruksi saat ini bergerak cepat akibat percepatan teknologi, digitalisasi, dan regulasi. Karena itu, kombinasi antara pengalaman kerja dan kompetensi yang teruji menjadi mutlak diperlukan.
"Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan," tambahnya.
Advertisement
Bekal untuk Tenaga Kerja
Selama program berlangsung, peserta dibekali materi rinci mencakup perencanaan tenaga kerja, analisis jabatan, SOP, remunerasi, pengupahan, hingga strategi pembelajaran SDM. Purnomo menilai penguatan ini sejalan dengan pergeseran peran Human Capital dari sekadar urusan administratif menjadi strategic partner bisnis.
"Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talent yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut," jelasnya.
Melalui program gratis ini, Brantas Abipraya berharap dapat menumbuhkan budaya continuous improvement yang dampaknya terasa hingga ke lingkungan sekitar perusahaan.
"Melalui program ini, Brantas Abipraya berharap peserta tidak menjadikan pelatihan dan sertifikasi sebagai formalitas, melainkan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas perspektif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perusahaan dan lingkungan sekitarnya. Perusahaan yang kuat adalah perusahaan yang memiliki manusia-manusia yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan mampu bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama," pungkas Purnomo.