Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, bersiap untuk segera mengoperasikan bus sekolah yang merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bus ini telah diterima Pemkab Blora pada akhir tahun 2025 dan diharapkan dapat memberikan solusi transportasi yang aman dan nyaman bagi para pelajar di wilayah tersebut. Pengoperasian bus ini akan dimulai setelah seluruh proses administrasi dan pengesahan anggaran operasional rampung.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Sunyoto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya hanya menunggu pengesahan anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. Setelah anggaran disetujui, bus sekolah ini akan langsung melayani rute pelayanan Jalan Kunduran-Blora, yang telah ditetapkan berdasarkan kajian mendalam.
Inisiatif pengoperasian Bus Sekolah Blora ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan dan memastikan keselamatan pelajar. Layanan transportasi gratis ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta mendorong partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar tanpa terkendala masalah transportasi.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Administrasi dan Anggaran Operasional Bus Sekolah Blora
Proses administrasi menjadi salah satu fokus utama sebelum bus sekolah ini dapat beroperasi penuh. Sunyoto mengungkapkan bahwa karena bus ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat, terdapat mekanisme biaya balik nama yang memerlukan alokasi anggaran sekitar Rp50 juta. Anggaran ini, bersama dengan anggaran operasional lainnya, akan diajukan dan disahkan melalui APBD Perubahan 2026.
Selain biaya balik nama, Pemkab Blora juga telah mengalokasikan anggaran operasional sebesar Rp200 juta. Dana ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) serta gaji pengemudi bus. Kesiapan anggaran yang matang menjadi kunci kelancaran operasional dan keberlanjutan layanan bus sekolah ini bagi masyarakat Blora.
Awalnya, Pemkab Blora mengajukan usulan empat unit bus sekolah kepada Kemenhub, namun pemerintah pusat menyetujui satu unit untuk dikelola dan dioperasikan oleh pemerintah daerah. Meskipun jumlahnya tidak sesuai harapan awal, satu unit bus ini tetap menjadi langkah signifikan dalam peningkatan fasilitas transportasi pelajar di Blora.
Advertisement
Advertisement
Penentuan Rute dan Rencana Pengembangan Layanan Bus Sekolah Blora
Pada tahap awal, bus sekolah ini akan melayani rute Kunduran-Blora. Penentuan rute ini bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Blora. Kajian tersebut menunjukkan bahwa permintaan layanan transportasi pelajar tertinggi berada pada jalur tersebut, menjadikannya prioritas utama.
Selain rute Kunduran-Blora, Bapperida juga mencatat bahwa permintaan transportasi cukup tinggi di jalur Blora-Cepu. Namun, untuk rute Blora-Rembang, saat ini masih banyak moda transportasi yang beroperasi, baik armada angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan pedesaan, sehingga kebutuhan bus sekolah di jalur tersebut belum menjadi prioritas mendesak.
Ke depan, Pemkab Blora berambisi untuk memperluas jangkauan layanan bus sekolah. Sunyoto menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya agar layanan ini bisa menjangkau wilayah lain di Kabupaten Blora. Perluasan ini bertujuan agar lebih banyak masyarakat dan pelajar dapat menikmati layanan bus sekolah secara gratis, memastikan pemerataan akses transportasi yang aman dan nyaman.
Advertisement
Advertisement
Manfaat dan Kapasitas Bus Sekolah untuk Pelajar Blora
Bus sekolah yang akan dioperasikan ini memiliki kapasitas untuk menampung 25 penumpang. Kapasitas ini dianggap memadai untuk melayani kebutuhan transportasi pelajar di rute yang telah ditentukan pada tahap awal. Desain bus juga dipastikan memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi para pelajar selama perjalanan.
Salah satu poin penting dari program ini adalah layanan bus sekolah akan diberikan secara gratis kepada para pelajar. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi beban finansial orang tua serta memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tanpa terhambat oleh biaya transportasi.
Dengan adanya bus sekolah gratis ini, para pelajar di Blora dapat pergi dan pulang sekolah dengan lebih aman dan nyaman. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi Pemkab Blora dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan generasi muda di daerah tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews