Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menyatakan bahwa implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS telah menunjukkan dampak positif signifikan. Penerapan regulasi ini terlihat dari peningkatan fitur perlindungan anak digital di berbagai platform.
Nezar Patria menyampaikan apresiasinya terhadap kepatuhan platform digital yang kini telah meluncurkan fitur-fitur khusus. Fitur tersebut mencakup akun anak, kontrol orang tua, dan pembatasan akses berdasarkan usia. Hal ini merupakan respons langsung terhadap regulasi yang mengatur tata kelola sistem elektronik untuk perlindungan anak.
Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Minggu (12/7), menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman. Upaya ini bertujuan untuk memastikan generasi muda Indonesia dapat berinteraksi secara sehat dan produktif di dunia maya.
Advertisement
Advertisement
Kepatuhan Platform dan Evaluasi Berkelanjutan
Wamen Komdigi Nezar Patria menggarisbawahi bahwa berbagai platform media sosial dan layanan digital telah menyediakan fitur spesifik untuk anak-anak. Mereka juga mulai memperkuat pembatasan akses berbasis usia setelah PP TUNAS diberlakukan. Kepatuhan ini adalah langkah krusial dalam mewujudkan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak.
Meskipun tren positif ini terlihat, pemerintah tidak akan berhenti melakukan evaluasi rutin. Evaluasi ini penting untuk memastikan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) mematuhi ketentuan PP TUNAS. Selain itu, evaluasi juga bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan anak secara daring.
Patria menekankan bahwa evaluasi ini sangat vital untuk memastikan regulasi berjalan optimal. Tujuannya adalah menumbuhkan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Peningkatan berkelanjutan menjadi fokus utama pemerintah.
Advertisement
Advertisement
Sosialisasi Inovatif dan Kolaborasi Industri
Selain kepatuhan, Nezar Patria juga mengapresiasi PSE yang aktif menciptakan jalur kreatif untuk menyosialisasikan PP TUNAS. Salah satu contoh yang disebut adalah platform Over-The-Top (OTT) Netflix yang menyelenggarakan festival film keluarga. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjangkau masyarakat luas.
Pemanfaatan karya audiovisual untuk sosialisasi dinilai mudah diterima oleh publik. Cara ini sekaligus mendorong terciptanya ekosistem konten digital yang aman bagi anak-anak. Festival film dapat menjadi model sosialisasi yang melibatkan keluarga, kreator, dan industri secara bersamaan.
Patria menjelaskan bahwa sosialisasi perlindungan anak tidak hanya bisa disampaikan melalui regulasi yang kaku. Namun, juga melalui pengalaman menarik yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah akan terus mendorong platform untuk tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi.
Advertisement
Pemerintah juga berharap platform dapat berkontribusi aktif membangun budaya digital yang sehat. Hal ini dapat dicapai melalui inovasi dan kolaborasi berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan digital yang positif dan mendidik bagi seluruh pengguna.
Sumber: AntaraNews