Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur logistik dan pengisian bahan bakar yang melayani kapal induk Amerika Serikat. Serangan ini terjadi di Pelabuhan Duqm, Oman, pada hari Minggu, 12 Juli 2026. Tindakan ini merupakan fase ketiga dari serangkaian serangan balasan Iran atas agresi terbaru yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Melalui pernyataan yang dirilis di media Sepah News, IRGC menyatakan bahwa Angkatan Udaranya telah melakukan "serangan berat dan mengejutkan". Target serangan tersebut adalah pusat dukungan logistik Angkatan Laut AS dan platform pengisian bahan bakar kapal induk di Duqm. Operasi militer ini secara spesifik disebut sebagai respons terhadap agresi mematikan dari pihak AS.
Agresi AS yang dimaksud termasuk upaya berkelanjutan militer AS di Iran selatan. Hal ini terjadi setelah Angkatan Laut IRGC kembali menutup Selat Hormuz. Iran menegaskan bahwa kebulatan tekad bangsanya tercermin dari prosesi pemakaman pemimpin besar Ali Khamenei.
Advertisement
Advertisement
Eskalasi Balasan Militer Iran
Serangan di Pelabuhan Duqm, Oman, ini bukan satu-satunya respons dari Teheran. IRGC juga mengklaim telah melumpuhkan kapal kedua yang dianggap melanggar peraturan di Selat Hormuz. Operasi militer ini dilakukan sebagai balasan atas serangan AS terhadap markas militer Iran di pesisir pantai.
Sebelumnya, IRGC telah mengklaim fase kedua balasan mereka. Fase ini melibatkan rudal balistik yang menargetkan Pangkalan Udara AS di Al Udeid, Qatar. Rudal-rudal tersebut dilaporkan menghantam markas pusat perbaikan dan perawatan pesawat tempur serta fasilitas kendali di pangkalan tersebut.
Klaim serangan rudal ini menunjukkan kemampuan Iran dalam menargetkan fasilitas militer AS di kawasan. Ini adalah bagian dari strategi Iran untuk menunjukkan kekuatan responsif mereka. Teheran berulang kali menegaskan tidak akan ragu membalas setiap agresi.
Advertisement
Advertisement
Peringatan Keras Iran kepada AS dan Israel
Dalam pernyataan resminya, Iran memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Teheran menegaskan bahwa kelanjutan serangan dari kedua negara tersebut akan dibalas dengan respons militer yang jauh lebih kuat. Peringatan ini menggarisbawahi potensi eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Ancaman ini datang di tengah ketegangan yang terus memuncak di wilayah tersebut. Iran secara konsisten menuduh AS dan Israel melakukan tindakan provokatif. Mereka berpendapat bahwa tindakan tersebut mengancam stabilitas regional.
Pernyataan IRGC diakhiri dengan mengutip ayat Al-Quran. Ayat tersebut berbunyi, "Kemenangan hanyalah milik Allah semata, yang Maha Esa, dan Maha Bijaksana." Kutipan ini mencerminkan keyakinan spiritual dan moral yang mendasari tindakan militer Iran.
Advertisement
Sumber: AntaraNews