Selat Hormuz
Berita Utama
-
-
amerika serikat 5 Tuntutan Iran buat AS di Perundingan Kedua, Singgung Lebanon dan Titip Pesan ke Pakistan
-
-
-
iran Iran Kerahkan Armada Nyamuk untuk Kendalikan Selat Hormuz, Ada Kapal Serang Lengkap dengan Rudal
-
-
-
-
komisi eropa Komisi Eropa Peringatkan Dunia: Krisis Energi Terburuk Sepanjang Sejarah sedang Terjadi
-
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara, Singgung Pertanggungjawaban di Akhirat
-
Reaksi Kuasa Hukum Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun oleh Jaksa
-
Alasan Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara
-
Nadiem Makarim Bantah Kenaikan Harta Rp4,87 T Terkait Korupsi Chromebook, Sebut Nilai IPO GOTO
-
Dituntut Ganti Rp5,6 Triliun, Peningkatan Kekayaan Nadiem Makarim Dinilai JPU Tak Seimbang dengan Penghasilan
Berita Utama Lainnya
Berita terbaru mengenai harga minyak hari ini mencuat setelah Iran membuka Selat Hormuz, yang berpotensi memengaruhi pasokan global.
Iran menjamin bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka untuk kapal-kapal komersial selama berlangsungnya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka”
Indonesia berencana mengekspor pupuk urea ke India, Filipina, Brasil, dan Australia, memanfaatkan kelebihan produksi domestik di tengah krisis pasokan global yang menyebabkan lonjakan harga.
Trump mengklaim China mendukung pembukaan Selat Hormuz. AS memberlakukan blokade Iran di tengah negosiasi yang belum mencapai kesepakatan.
Kondisi di Iran memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Wamentan Sudaryono mengumumkan empat negara, termasuk India dan Australia, berminat mengimpor pupuk urea dari Indonesia. Ini menunjukkan Potensi Ekspor Pupuk Urea Indonesia di tengah gangguan distribusi dan harga global yang melonjak.
Pakar energi Arcandra Tahar menegaskan diplomasi energi krusial bagi ketahanan nasional Indonesia. Strategi ini penting di tengah gejolak geopolitik global dan ancaman pasokan energi.
Konferensi ini akan mempertemukan negara-negara non-agresif yang bersedia berkontribusi pada misi multinasional.
Konferensi ini akan mempertemukan negara-negara non-agresif yang bersedia berkontribusi pada misi multinasional.