Akhirnya, Iran Umumkan Pembukaan Selat Hormuz untuk Jalur Perdagangan Komersial
Iran menjamin bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka untuk kapal-kapal komersial selama berlangsungnya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Pemerintah Iran mengumumkan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi semua kapal komersial selama periode gencatan senjata yang berlaku antara Israel dan Lebanon. Hal ini menunjukkan komitmen Iran untuk menjaga kelancaran aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa aktivitas pelayaran di selat itu berlangsung dengan normal dan aman.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata," seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera pada Jumat (17/4).
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah disepakati selama sepuluh hari yang dimulai pada Kamis malam. Araghchi juga menambahkan bahwa jalur pelayaran kapal akan tetap mengikuti rute yang telah dikoordinasikan oleh pihak otoritas maritim Iran, sehingga diharapkan tidak akan ada gangguan dalam pelayaran.
Tanggapan Trump
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk aktivitas perdagangan internasional. Ia menyatakan bahwa selat tersebut "sepenuhnya terbuka dan siap untuk aktivitas bisnis serta pelayaran penuh."
Selat Hormuz adalah jalur penting bagi perdagangan energi global, sehingga keberadaannya yang terbuka sangat vital untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550339/original/045350600_1775653871-Infografis_Proposal_Iran_CMS.jpg)