Polda Kalsel Panen 100 Ton Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan Polda Kalsel
Polda Kalsel dan jajaran berhasil memanen 100 ton jagung pada panen raya serentak kuartal II 2026, sebuah langkah signifikan dalam mendukung program Ketahanan Pangan Polda Kalsel.
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama jajaran Polres sukses melaksanakan panen raya jagung serentak pada kuartal II tahun 2026. Hasil panen mencapai 100 ton, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk berkontribusi pada ketersediaan pangan di Indonesia.
Panen jagung ini dipusatkan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, pada lahan binaan Polres setempat. Di lokasi ini, lahan seluas 5 hektare diperkirakan menghasilkan sekitar 20 ton jagung. Selain itu, tujuh kabupaten lain di Kalimantan Selatan juga turut berkontribusi dengan total luasan lahan 20 hektare, menghasilkan sekitar 80 ton jagung.
Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi menyatakan bahwa produksi jagung ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan cadangan jagung pipil kering. Hasil panen akan didistribusikan ke Bulog, pabrik pakan ternak, serta peternak mandiri. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung di pasaran.
Kontribusi Polda Kalsel dalam Peningkatan Produksi Jagung
Inisiatif panen jagung yang dilakukan Polda Kalsel dan Polres jajaran menunjukkan peran aktif institusi kepolisian dalam sektor pertanian. Khususnya di Kabupaten Tanah Laut, lahan binaan Polres seluas 5 hektare telah memberikan kontribusi signifikan dengan estimasi produksi mencapai 20 ton. Sementara itu, 20 hektare lahan di tujuh kabupaten lainnya menambah total panen menjadi 100 ton jagung.
Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, mewakili Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, menyampaikan apresiasi. Beliau secara khusus mengapresiasi Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan atas kontribusi terbesar dalam pembelian jagung oleh Puskoppol Polres Tanah Laut. Wilayah ini memang dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung utama di Kalimantan Selatan.
Capaian ini menjadi indikator positif bahwa program Ketahanan Pangan Polda Kalsel yang dijalankan telah membuahkan hasil nyata. Hingga saat ini, serapan jagung ke Bulog telah mencapai 105,654 ton. Angka ini mencerminkan peningkatan produksi dan penyerapan hasil panen yang efektif, mendukung ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
Komitmen Polda Kalsel untuk Infrastruktur dan Pasar Petani
Polda Kalsel tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sarana prasarana pasca panen. Wakapolda menegaskan dorongan untuk pembangunan gudang, pengering, dan silo. Fasilitas ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi proses penyimpanan dan distribusi hasil panen jagung.
Dengan adanya infrastruktur pasca panen yang memadai, sistem penyimpanan dan pengeringan jagung dapat berjalan lebih optimal. Hal ini akan membantu menjaga kualitas jagung dan mengurangi potensi kerugian pasca panen bagi para petani. Investasi pada fasilitas ini adalah langkah strategis untuk jangka panjang dalam Ketahanan Pangan Polda Kalsel.
Selain itu, Polda Kalsel juga berkomitmen mengawal mekanisme penyerapan dan rafaksi. Tujuannya adalah agar petani semakin tenang dan termotivasi untuk meningkatkan produksi mereka. Dengan adanya kepastian nilai dan pasar yang jelas, petani akan merasa lebih aman dan terjamin hasil panennya.
Sinergi Nasional untuk Ketahanan Pangan
Panen raya jagung oleh Polda Kalsel ini merupakan bagian integral dari panen jagung serentak nasional yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Acara nasional tersebut juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri. Ini menunjukkan upaya kolektif dari berbagai pihak untuk memperkuat sektor pangan.
Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam acara peletakan batu pertama gudang ketahanan pangan Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kehadiran beliau menggarisbawahi pentingnya program ini dalam agenda nasional. Sinergi antara kepolisian dan pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan.
Kapolri menyampaikan bahwa panen jagung pada kuartal kedua tahun ini mencakup luas lahan mencapai 189.760 hektare. Dari luasan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan sekitar 1,23 juta ton. Angka-angka ini menunjukkan skala besar upaya nasional dalam mencapai swasembada dan penguatan Ketahanan Pangan Polda Kalsel dan seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews