BP Batam dan Konsulat Jenderal India Perkuat Kerja Sama Ekonomi Batam India di Sektor Industri dan Perdagangan
BP Batam dan Konsulat Jenderal India di Medan tingkatkan Kerja Sama Ekonomi Batam India, fokus pada industri dan perdagangan, dengan nilai investasi dan ekspor yang terus tumbuh signifikan.
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, telah mengadakan pertemuan penting dengan Konsulat Jenderal India di Medan, Sumatera Utara. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas peningkatan serta perluasan Kerja Sama Ekonomi Batam India, khususnya di bidang industri dan perdagangan. Inisiatif ini menandai komitmen kedua belah pihak dalam mempererat hubungan ekonomi yang strategis.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bertemu langsung dengan Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, pada Jumat (8/5). Diskusi mereka berpusat pada upaya mendorong pertumbuhan investasi dan volume perdagangan. Kemitraan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kedua wilayah.
Fary Djemy Francis menegaskan bahwa India merupakan mitra strategis bagi Batam dalam pengembangan industri dan perdagangan. Pertumbuhan investasi dan volume perdagangan yang terus meningkat mencerminkan kepercayaan dunia usaha India terhadap daya saing Batam. Hubungan ekonomi antara Batam dan India telah menunjukkan tren positif yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Tren Positif Investasi dan Perdagangan India di Batam
Hubungan ekonomi antara Batam dan India menunjukkan tren positif yang kuat, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data resmi BP Batam, nilai investasi India di Batam pada periode 2016 hingga 2025 telah mencapai angka fantastis Rp258,6 miliar. Pencapaian tertinggi terjadi pada tahun 2025 dengan realisasi sebesar Rp95,2 miliar, menunjukkan peningkatan kepercayaan investor India terhadap potensi Batam.
Selain sektor investasi, India juga menempati posisi penting sebagai tujuan ekspor terbesar ketiga bagi Batam. Pada triwulan I 2026, nilai ekspor Batam ke India mencapai 521,6 juta dolar AS. Angka ini menyumbang 11,14 persen dari total ekspor Batam secara keseluruhan, menggarisbawahi peran krusial India dalam dinamika perdagangan Batam.
Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, menyatakan apresiasinya terhadap kemajuan pembangunan ekonomi di Batam. India memandang Indonesia sebagai mitra strategis untuk tumbuh bersama sebagai negara maju. Hal ini memperkuat pandangan bahwa Batam memiliki daya tarik yang signifikan di mata investor internasional.
Batam sebagai Mitra Strategis dan Daya Tarik Investasi
Batam diakui sebagai salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi di Indonesia oleh Konsul Jenderal India. Keunggulan geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura menjadi salah satu daya tarik utama bagi para investor. Selain itu, kepemimpinan yang kuat dan kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) turut memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi yang menjanjikan.
BP Batam secara aktif berfokus pada penguatan ekosistem investasi melalui pengembangan kawasan industri, logistik, dan perdagangan internasional. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif dan menarik bagi investasi asing. Fokus tersebut sejalan dengan visi Batam untuk menjadi pusat ekonomi yang dinamis di kawasan.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat semakin memperkokoh posisi Batam sebagai kawasan pelabuhan bebas yang dinamis di kancah global. Dengan demikian, Batam dapat terus menarik investasi dan memperluas jaringan perdagangannya. Hal ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah Konkret dan Sektor Kolaborasi Potensial
Sebagai langkah konkret untuk meningkatkan Kerja Sama Ekonomi Batam India, kedua pihak telah menyepakati penyelenggaraan forum presentasi bisnis secara hibrida. Forum ini dirancang untuk mempertemukan para pengelola kawasan industri di Batam dengan jaringan Kamar Dagang India. Tujuannya adalah memfasilitasi diskusi dan penjajakan peluang bisnis secara langsung.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga mampu memetakan kebutuhan rantai pasok ekspor-impor secara lebih detail. Identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS) akan dilakukan untuk memastikan keselarasan antara penawaran dan permintaan. Ini akan menciptakan efisiensi dalam perdagangan bilateral.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebutkan beberapa sektor yang berpotensi besar untuk dikolaborasikan. Sektor-sektor tersebut meliputi manufaktur, energi terbarukan, sektor maritim, hingga penguatan rantai pasok industri. Kolaborasi di sektor-sektor ini diharapkan dapat membuka peluang baru dan mendorong inovasi bagi kedua belah pihak.
Sumber: AntaraNews