Pengakuan Para Relawan Sumud Flotilla Usai Dibebaskan: Ada yang Disetrum, Ditendang Hingga Dipukul
Komite Pengarah GSF dan Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati mengatakan, mereka yang ditahan oleh pasukan Israel.
Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan akhirnya dibebaskan setelah beberapa hari menjalani penahanan. Para relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) itu kini telah tiba di Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan proses pemulangan ke Tanah Air.
Komite Pengarah GSF dan Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati mengatakan, mereka yang ditahan oleh pasukan Israel sempat mengalami penganiayaan.
"Bismillahirrahmanirrahim, saya Maimon Herawati, dari Istanbul, saat ini berada dengan seluruh WNI yang Alhamdulillah sudah bebas dari penculikan, Alhamdulillah," kata Maimon dalam video yang dilihat merdeka.com, Jumat (22/5).
"Sedikit memang ada yang sepertinya ada memar di dada, sehingganya sesak nafas, juga ada yang di setrum, juga ada yang di tendang, dipukul, sampai kemudian mata, memar-memar," sambungnya.
Sejumlah Relawan
Kemudian, Maimon coba berinteraksi dengan sejumlah relawan yang kini sudah dibebaskan. Dalam interaksinya, mereka mengaku ada yang dibanting, hingga dijedotkan kepalanya ke tanah.
"Ditonjok, kemudian di setrum dua kali, di tendang dua kali, kemudian di bahu sekali," ujar Hendro salah satu relawan yang ikut ditahan beberapa hari oleh pasukan Israel.
"Kalau Asad diapain?," tanya Maimon.
"Ditonjok, diinjak," jawab Asad.
Dalam videonya itu, ternyata ada relawan yang kemudian harus diambil tindakan seperti operasi akibat mengalami patah kaki hingga tangan.
"Ada berbagai macam penyiksaan yang dilakukan, dan ini bisa disebut sebagai situasi yang lumayan ringan. Karena di antara relawan, ada yang kemudian dibawa dengan stretcher, ada yang harus mendapatkan operasi, ada yang patah kaki dan patah tangannya, dan saya tahu juga ada kasus-kasus yang lebih buruk lagi," ungkapnya.
Ribuan Warga Palestina Ditahan
Maimon menyebut, masih ada ribuan warga Palestina yang dilakukan penahanan oleh pasukan Israel. Tak hanya orang dewasa, bahkan ada anak-anak hingga perempuan.
"Jika mereka melakukan itu kepada para relawan kemanusiaan, maka kita bisa membayangkan apa yang dilakukan kepada warga Palestina. 9 ribu saat ini warga Palestina ada dalam penjara, ratusan di antaranya anak-anak dan perempuan, dan mereka mengalami penyiksaan yang luar biasa, banyak yang meninggal dalam penyiksaan," katanya.