BI Ungkap Strategi Jaga Rupiah, Perkuat Likuiditas Valas dan Redam Panic Buying Dolar di Masyarakat
Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap pelemahan rupiah, Bank Indonesia memastikan likuiditas valuta asing, khususnya dolar Amerika Serikat, tetap terjaga.
Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan terhadap pasar keuangan global. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap pelemahan rupiah, Bank Indonesia memastikan likuiditas valuta asing (valas), khususnya dolar Amerika Serikat, tetap tersedia dan terjaga.
Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis BI untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan dolar yang berpotensi memicu panic buying di masyarakat. BI menilai bahwa kondisi pasar masih berada dalam mekanisme demand and supply yang normal, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian dolar secara berlebihan.
BI Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying Dolar
Bank Indonesia menekankan pentingnya menjaga ketenangan masyarakat agar tidak terbawa sentimen negatif yang dapat memperburuk kondisi pasar. BI mengingatkan bahwa kebutuhan dolar tetap dapat dipenuhi melalui perbankan maupun money changer resmi.
Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan, Ruth A. Cussoy Intima mengingatkan masyarakat tidak perlu terburu-buru membeli dolar jika belum memiliki kebutuhan mendesak. Langkah sederhana seperti menunda pembelian valuta asing dinilai mampu membantu meredam lonjakan permintaan dan menjaga keseimbangan pasar.
“Kalau memang belum membutuhkan dolar saat ini, pembelian bisa dilakukan nanti. Dengan begitu, ekspektasi pasar dapat lebih terkendali dan tekanan demand terhadap dolar tidak meningkat secara berlebihan,” kata Ruth dalam Media Briefing Bank Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/5).
Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas
BI juga menegaskan siap berada di berbagai lini pasar, termasuk memenuhi kebutuhan dolar bagi sektor yang membutuhkan likuiditas valas.
Di tengah dinamika ekonomi global, Bank Indonesia menilai stabilitas rupiah merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan aktivitas ekonomi nasional. Karena itu, BI mengajak seluruh pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi dengan tidak melakukan aksi panic buying dolar.
Dengan langkah strategis yang dilakukan BI serta dukungan masyarakat, diharapkan tekanan terhadap rupiah dapat lebih terkendali dan kondisi pasar keuangan nasional tetap stabil.
"BI selalu ada di pasar mengenai likuiditas valas strategi BI siap di pasar mana saja termasuk yang membutuhkan," kata Ruth.
Tujuh Langkah Strategis BI Jaga Stabilitas Rupiah
Dalam menghadapi tekanan terhadap rupiah, menurut Ruth, Bank Indonesia juga menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan likuiditas valas. BI menegaskan bahwa pihaknya selalu hadir di pasar untuk memastikan kebutuhan dolar tetap terpenuhi.
Berikut strategi BI menjaga stabilitas keuangan pasar dan likuiditas valas:
-Menjaga likuiditas valuta asing di pasar domestik.
-Melakukan intervensi di pasar valas secara terukur.
-Memastikan kebutuhan dolar sektor perbankan tetap aman.
-Berkoordinasi dengan pelaku pasar dan lembaga keuangan.
-Mengendalikan ekspektasi pasar terhadap nilai tukar rupiah.
-Menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
-Memastikan distribusi likuiditas berjalan optimal di seluruh pasar.