Bupati Gorontalo Minta Panitia Maksimalkan Persiapan Penas KTNA XVII di Juni 2026
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mendesak panitia Penas KTNA XVII untuk memaksimalkan persiapan jelang pelaksanaan di Juni 2026. Simak detail kesiapan akomodasi, infrastruktur, dan dampak ekonomi lokal yang diharapkan dari acara ini.
Bupati Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi, meminta Panitia Pelaksana Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XVII untuk memaksimalkan persiapan. Kegiatan akbar ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni 2026 di daerah tersebut. Permintaan ini disampaikan dalam rapat pengecekan kesiapan Penas KTNA XVII yang dihadiri seluruh panitia dan bidang terkait di Kabupaten Gorontalo.
Ketua Panitia Penas KTNA XVII Kabupaten Gorontalo, Romy Syahrain, mengungkapkan arahan Bupati tersebut. Sofyan Puhi menekankan pentingnya kesiapan maksimal karena waktu pelaksanaan tinggal kurang lebih satu bulan lagi. Ini demi menjaga nama baik Kabupaten Gorontalo di hadapan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Masing-masing bidang dalam kepanitiaan diminta untuk menyampaikan laporan perkembangan persiapan kegiatan secara rinci. Laporan tersebut mencakup kesiapan teknis dan koordinasi antar panitia. Hal ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam menyukseskan acara nasional ini.
Koordinasi Intensif dan Laporan Progres Kesiapan
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi secara tegas meminta seluruh panitia Penas KTNA XVII untuk meningkatkan koordinasi. Permintaan ini disampaikan dalam rapat evaluasi kesiapan yang dihadiri oleh seluruh panitia dan bidang terkait. Tujuannya adalah memastikan setiap aspek persiapan berjalan sesuai rencana dan terintegrasi dengan baik.
Romy Syahrain, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa setiap bidang diinstruksikan untuk melaporkan perkembangan terkini. Laporan ini mencakup kesiapan teknis di lapangan serta efektivitas koordinasi antar unit kerja. Bupati berharap tidak ada kendala berarti menjelang hari H pelaksanaan Penas KTNA XVII.
Penekanan pada koordinasi maksimal juga ditujukan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Hal ini penting untuk memastikan penataan infrastruktur di lokasi kegiatan dapat berjalan optimal. Sinergi antara berbagai tingkatan pemerintahan menjadi kunci utama keberhasilan acara ini.
Antusiasme Peserta dan Kesiapan Akomodasi
Antusiasme peserta Penas KTNA XVII menunjukkan peningkatan signifikan menjelang pelaksanaan. Panitia telah melaporkan perkembangan jumlah peserta yang mendaftar dan mengonfirmasi kehadiran melalui sistem pendaftaran. Proses pendaftaran dilakukan melalui sistem khusus yang terus diperbarui secara berkala.
Tercatat sekitar 7.000 orang telah memperoleh mandat sebagai peserta resmi kegiatan ini. Sementara itu, jumlah peserta yang telah mengonfirmasi kehadiran melalui sistem pendaftaran hampir mencapai 20.000 orang. Angka ini menunjukkan skala besar acara yang akan diselenggarakan di Kabupaten Gorontalo.
Data kepesertaan yang terus diperbarui sangat krusial bagi panitia Penas KTNA XVII. Informasi ini berkaitan langsung dengan kesiapan pemondokan yang telah disiapkan di lima kecamatan. Panitia berupaya memastikan semua peserta mendapatkan akomodasi yang layak dan nyaman selama berada di Gorontalo.
Infrastruktur, Keamanan, dan Dampak Ekonomi Lokal
Kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama pemerintah daerah untuk Penas KTNA XVII. Lokasi utama pelaksanaan kegiatan seperti Sport Center, GOR David-Tony, kawasan Gelar Teknologi (Geltek), Ekspo, dan Taman Budaya terus dipersiapkan. Penataan fasilitas ini diharapkan dapat menunjang kelancaran seluruh rangkaian acara.
Selain infrastruktur fisik, aspek lain yang turut menjadi fokus adalah rekayasa lalu lintas dan pengamanan peserta. Panitia berkoordinasi dengan pihak terkait untuk merancang skema lalu lintas yang efektif. Pengamanan yang ketat juga disiapkan untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan seluruh delegasi.
Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar terhadap dampak positif Penas KTNA XVII bagi perekonomian lokal. Keterlibatan pelaku UMKM selama pelaksanaan kegiatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Acara ini menjadi momentum strategis untuk mempromosikan produk-produk unggulan daerah.
Sumber: AntaraNews