Menakar Fiskal & Moneter
Menakar Fiskal & Moneter Lihat Selengkapnya
Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
MSCI Coret Sejumlah Saham Indonesia, Potensi Outflow Capai Rp 31 Triliun

{{caption}}
Rebalancing MSCI Mei 2026: 18 Saham Indonesia Terdepak

{{caption}}
Rebalancing MSCI: 13 Saham yang Keluar dari Small Cap Index

{{caption}}
Rebalancing MSCI Mei 2026: AMRT Keluar dari Global Standard Index, Masuk ke Small Cap

{{caption}}
Rebalancing MSCI: 6 Saham RI Keluar dari Global Standard Index

{{caption}}
Rebalancing MSCI: Saham AMRT Masuk Small Cap, 13 Emiten Terdepak

Topik Terkait
{{caption}}
BI Tahan Suku Bunga di 4,75%, Ini Alasannya

Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah

{{caption}}
Dampak Konflik Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga 4,75% di Maret 2026

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, yaitu BI Rate, di angka 4,75 persen pada bulan Maret 2026.

{{caption}}
Rupiah Dekati Rp17.000, Analis Prediksi BI Tak Ubah BI-Rate

Analis memperkirakan BI menahan suku bunga acuan 4,75% demi menjaga stabilitas rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS.

{{caption}}
BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Desember 2025

Bank Indonesia menahan BI-Rate di level 4,75 persen pada Desember 2025 sambil merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025 menjadi sekitar 3,2 persen.

{{caption}}
BI Ungkap Alasan Turunkan Suku Bunga Menjadi 4,75 Persen

Kondisi global menjadi salah satu pertimbangan utama Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.

{{caption}}
BI Cermati Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan September 2025

Kebijakan suku bunga harus dijalankan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama inflasi dan stabilitas nilai tukar.

{{caption}}
Info Terbaru: Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Bank Indonesia juga turut menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen.

{{caption}}
Kabar Terbaru: Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen

Suku bunga deposit facility diputuskan juga turun sebesar 25 bps menjadi pada level 4,5 persen.

{{caption}}
Hadapi Gejolak Global, Gubernur Bank Indonesia Fokus Jaga Stabilisasi Kurs Rupiah

Pada bulan November 2024, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level enam persen.

{{caption}}
Ternyata Ini 5 Alasan Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Jadi 6 Persen

Perry memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunganya selama 3 bulan kedepan secara berturut-turut hingga akhir tahun.

{{caption}}
BI Klaim Pelemahan Rupiah Lebih Baik dari Bath Thailand hingga Won Korea, Ini Datanya

Kebijakan moneter dalam jangka pendek diarahkan untuk memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar rupiah dan menarik aliran masuk modal asing.

{{caption}}
Kondisi Ini Diyakini Bikin Rupiah Menguat di Tahun 2025

Penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh dampak positif respons kebijakan moneter Bank Indonesia.

{{caption}}
Strategi Menko Airlangga Kendalikan Rupiah di Tengah Penurunan Nilai Tukar Terhadap Dolar AS

Menko Airlangga menjelaskan salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah meningkatnya permintaan dolar AS pembayaran dividen.

{{caption}}
Konflik Geopolitik di Timur Tengah Picu Rupiah Melemah Tajam

Nilai tukar Rupiah melemah signifikan hari ini, mencapai Rp16.979 per dolar AS, dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran, sebuah situasi yang dinilai pengamat lebih parah dari krisis sebelumnya.

{{caption}}
Rupiah Melemah: Penutupan Selat Hormuz dan Beban Utang Pemerintah Jadi Pemicu

Nilai tukar Rupiah melemah signifikan di Jakarta, dipicu oleh keputusan Iran menutup Selat Hormuz yang mengerek harga minyak global serta sentimen beban utang domestik pemerintah.

{{caption}}
Rupiah Melemah di Pembukaan Perdagangan, Tembus Rp16.923 per Dolar AS

Nilai tukar Rupiah melemah 0,18 persen terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, mencapai Rp16.923. Pelemahan Rupiah ini dipicu sentimen global dan domestik yang perlu dicermati pasar.

{{caption}}
Rupiah Melemah di Awal Perdagangan Jumat, Tembus Rp16.923 per Dolar AS

Nilai tukar Rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, mencapai Rp16.923 per dolar AS, melanjutkan tren fluktuasi mata uang domestik.

{{caption}}
Rupiah Melemah di Awal Perdagangan, Pelaku Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Rupiah melemah terhadap dolar AS di awal perdagangan Jumat, seiring pelaku pasar bersikap wait and see menanti rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang menjadi sentimen utama.

{{caption}}
Blak-blakan BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Keok di Level Rp17.500

Bank Indonesia memastikan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen intervensi.

{{caption}}
Bank Indonesia Lampung Dorong Ekonomi Syariah sebagai Penggerak Pembangunan Daerah

Bank Indonesia Provinsi Lampung berkomitmen menjadikan ekonomi syariah sebagai motor penggerak pembangunan daerah yang inklusif, melalui berbagai inisiatif strategis untuk kemajuan Lampung.

{{caption}}
Rayakan HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Hadirkan Promo Parkir Digital Rp733 di Puluhan Titik Strategis

Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan Bank Indonesia meluncurkan Promo Parkir Digital Rp733 di puluhan lokasi strategis selama HJKS ke-733. Inisiatif ini memperkuat budaya transaksi nontunai dan mempermudah layanan parkir bagi masyarakat.

{{caption}}
Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Barat Melaju Pesat 6,14 Persen, Tertinggi se-Kalimantan

Ekonomi Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan impresif sebesar 6,14 persen pada Triwulan I 2026, menjadikannya yang tertinggi di Pulau Kalimantan dan melampaui rata-rata nasional. Capaian ini menunjukkan kekuatan aktivitas ekonomi di tengah tantangan glob

{{caption}}
Kalafest 2026: Pemprov Kaltim dan BI Perkuat Ekonomi Syariah Berkelanjutan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Bank Indonesia (BI) setempat bersinergi melalui Kalafest 2026 untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan di wilayah tersebut, dengan fokus pada UMKM halal dan transfor

{{caption}}
Penjualan Properti Anjlok 25,67 Persen, BI Ungkap Penyebab Utamanya

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa penjualan properti residensial primer masih mengalami berbagai tantangan yang signifikan.