Sorot
{{caption}}
Mimpi Gooners Hancur! PSG Rampas Trofi Liga Champions Lewat Adu Penalti

{{caption}}
Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Sejarah, Tema dan Pelaksanaan Upacara

{{caption}}
Bawa PSG Juara, Luis Enrique Tembus Jajaran Pelatih Paling Sukses di Liga Champions

{{caption}}
PSG Samai Pencapaian Real Madrid dan Ajax Usai Kalahkan Arsenal

{{caption}}
Tumbangkan Juara Bertahan Thunder, Spurs dan Wembanyama ke NBA Finals 2026

{{caption}}
Logo Hari Lahir Pancasila 2026, Link Download, dan Temanya

Topik Terkait
{{caption}}
BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Desember 2025

Bank Indonesia menahan BI-Rate di level 4,75 persen pada Desember 2025 sambil merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025 menjadi sekitar 3,2 persen.

{{caption}}
BI Rate Tetap 4,75 Persen: Terendah Sejak 2022, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Bank Indonesia kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen, menjadikannya yang terendah sejak 2022. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.

{{caption}}
Bank Indonesia Tak Turunkan BI Rate, Lebih Fokus pada Penurunan Suku Bunga Kredit

Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal untuk kemungkinan penurunan suku bunga acuan di masa mendatang.

{{caption}}
BI Ungkap Alasan Turunkan Suku Bunga Menjadi 4,75 Persen

Kondisi global menjadi salah satu pertimbangan utama Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.

{{caption}}
Bank Indonesia Telah Turukan Suku Bunga Acuan 6 Kali di Era Prabowo-Gibran

Perry menegaskan, kebijakan moneter kali ini ditempuh dengan tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas inflasi dan dorongan ekonomi.

{{caption}}
BI Cermati Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan September 2025

Kebijakan suku bunga harus dijalankan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama inflasi dan stabilitas nilai tukar.

{{caption}}
Info Terbaru: Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Bank Indonesia juga turut menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen.

{{caption}}
Kabar Terbaru: Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen

Suku bunga deposit facility diputuskan juga turun sebesar 25 bps menjadi pada level 4,5 persen.

{{caption}}
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,5 Persen

Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan BI-Rate guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

{{caption}}
Penyebab BI Rate Turun

Keputusan ini datang di saat tekanan global mulai melonggar.

{{caption}}
Gubernur BI Ungkap Alasan Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

BI memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%.

{{caption}}
Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Ke depan, BI akan terus memantau ruang penurunan suku bunga lebih lanjut dengan mempertimbangkan stabilitas Rupiah.

{{caption}}
Instrumen SRBI Capai Rp 885,41 triliun, BI Yakin Rupiah Tetap Stabil

Bank Indonesia melaporkan posisi SRBI mencapai Rp 885,41 triliun per 21 April 2026. BI-Rate dipertahankan di angka 4,75% untuk menjaga stabilitas Rupiah.

{{caption}}
BI Tahan Suku Bunga di 4,75%, Ini Alasannya

Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah

{{caption}}
Analis: Jika BI Naikkan Suku Bunga, Investasi di Indonesia Bisa Kehilangan Daya Tarik

Selama kondisi ekonomi belum memberikan ruang yang cukup kuat untuk perubahan kebijakan, maka BI cenderung akan mempertahankan suku bunga.

{{caption}}
The Fed Tahan Suku Bunga, Ini Alasan Bank Sentral AS Pertahankan Kebijakan

The Fed, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian inflasi dan dampak perang di Iran terhadap ekonomi global.

{{caption}}
Dampak Konflik Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga 4,75% di Maret 2026

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, yaitu BI Rate, di angka 4,75 persen pada bulan Maret 2026.

{{caption}}
IHSG Berpotensi Variatif Hari Ini di Tengah Sentimen Domestik dan Global yang Kuat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak variatif hari ini, dipengaruhi oleh sentimen domestik dan global yang menarik perhatian investor.

{{caption}}
Rupiah Ditutup Kamis 21 Mei 2026 Lesu ke Rp17.667 per Dolar AS

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi kombinasi sentimen global.

{{caption}}
Harga Emas Turun Akibat Penguatan Dolar AS, Simak Penyebab dan Proyeksinya

Kekuatan mata uang dolar AS dan kekhawatiran mengenai inflasi yang berkepanjangan terus mendorong ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga acuan

{{caption}}
The Fed Tahan Suku Bunga, Begini Dampaknya ke Ekonomi Indonesia

Ketua Fed Jerome Powell menunjukkan pendekatan yang semakin berhati-hati, sebuah sinyal bahwa tekanan inflasi dan risiko global belum sepenuhnya mereda.

{{caption}}
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan Februari 2026 di 4,75 Persen

Perry menyatakan, keputusan tersebut sejalan dengan fokus kebijakan bank sentral saat ini. Khususnya pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

{{caption}}
The Fed dan Bank Indonesia Kompak Turunkan Suku Bunga, Begini Dampak Bakal Dirasakan

Kesamaan arah kebijakan dua bank sentral besar ini menandakan adanya tren global menuju penurunan suku bunga.

{{caption}}
Trivia: Sektor Properti Bali Bergairah, Relaksasi Suku Bunga Acuan BI Bawa Angin Segar untuk Harga Rumah

Relaksasi suku bunga acuan Bank Indonesia membawa angin segar bagi sektor properti, khususnya di Bali. Simak bagaimana kebijakan ini memengaruhi harga rumah dan daya beli masyarakat.