Merayakan Kebersamaan: 40.552 Ketupat Tersaji Meriah di Festival Ketupat Telaga Kodok Maluku
Festival Ketupat Telaga Kodok di Maluku Tengah kembali digelar meriah, menyajikan 40.552 ketupat dan puluhan stan kuliner, menjadi simbol persaudaraan serta penggerak ekonomi lokal.
Festival Ketupat Telaga Kodok kembali memeriahkan Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu (30/5) lalu. Acara tahunan ini sukses menyajikan 40.552 ketupat bagi seluruh masyarakat yang hadir. Peningkatan jumlah ketupat ini menunjukkan antusiasme tinggi dari warga setempat terhadap tradisi.
Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, menegaskan bahwa festival ini adalah warisan budaya dengan nilai kebersamaan yang kuat. Tradisi ini harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda Maluku. Festival ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol persaudaraan yang erat.
Mengusung tema "Satu Ketupat Seribu Cerita", festival ini juga menghadirkan 48 stan kuliner. Berbagai produk masyarakat setempat turut meramaikan acara tersebut. Pelaksanaan festival menjadi sarana memperkuat identitas budaya daerah dan mendukung pariwisata berbasis masyarakat.
Melestarikan Tradisi dan Mempererat Silaturahmi
Festival Ketupat Telaga Kodok merupakan tradisi turun-temurun yang selalu diadakan setiap setelah Hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan bentuk persaudaraan di antara masyarakat Maluku. Setiap warga yang datang diajak menikmati ketupat dengan lauk pauk yang disediakan secara gratis.
Sadali Ie menyatakan bahwa tradisi ini memiliki nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong yang sangat kuat. Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat Telaga Kodok. Mereka terus menjaga dan melestarikan warisan budaya berharga ini.
Ketua Panitia Festival Ketupat, Sutomo Sanger, menjelaskan tujuan utama kegiatan. Festival ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Ini adalah upaya untuk meningkatkan silaturahmi antar orang hidup basudara di Maluku.
Menggerakkan Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Festival Ketupat Telaga Kodok juga berperan penting dalam menggerakkan ekonomi lokal. Sebanyak 48 stan kuliner dan produk masyarakat setempat tersedia. Ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk mempromosikan dan menjual hasil karyanya.
Sadali Ie menekankan potensi besar kegiatan ini dalam menarik wisatawan. Festival ini secara langsung mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Kehadiran festival dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Maluku Tengah.
Sutomo Sanger menambahkan bahwa festival ini bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat. Penjualan minuman dan berbagai produk di setiap stan menjadi bukti nyata. Warga Telaga Kodok juga menyediakan kuliner lokal lainnya secara gratis bagi pengunjung.
Antusiasme Masyarakat dan Harapan Masa Depan
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari peningkatan jumlah ketupat yang disiapkan tahun ini. Dari sekitar 39 ribu ketupat pada tahun 2025, jumlahnya melonjak menjadi 40.552 buah ketupat. Hal ini mencerminkan dukungan penuh dari warga terhadap festival ini.
Masyarakat dapat bebas memilih stan mana saja untuk menikmati hidangan. Mereka bisa makan sepuasnya tanpa dipungut biaya. Konsep ini memperkuat nilai kebersamaan dan keramahan khas Maluku.
Sutomo Sanger berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik setiap tahunnya. Ia juga berharap festival ini dapat dilaksanakan lebih besar lagi di masa depan. Festival Ketupat Telaga Kodok diharapkan terus menjadi ajang promosi kuliner dan budaya lokal yang sukses.
Sumber: AntaraNews