Produksi Ikan Air Tawar Agam Capai 12 Ribu Ton Lebih hingga Mei 2026
Kabupaten Agam mencatat peningkatan signifikan dalam produksi ikan air tawar, mencapai 12.272,54 ton hingga Mei 2026, memperkuat posisi Agam sebagai sentra perikanan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam melaporkan capaian produksi ikan air tawar yang mengesankan. Sejak awal tahun hingga 29 Mei 2026, total produksi telah mencapai 12.272,54 ton.
Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan dari berbagai jenis ikan budidaya, termasuk nila, mas, lele, gurami, patin, dan udang vaname. Pencapaian ini menegaskan potensi besar Agam di sektor perikanan air tawar.
Peningkatan produksi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga memperluas jangkauan pasar hingga ke provinsi tetangga. Hal ini berdampak positif pada perekonomian daerah dan kesejahteraan pembudidaya ikan.
Ragam Jenis dan Sumber Produksi Ikan Air Tawar Agam
Produksi ikan air tawar di Kabupaten Agam didominasi oleh beberapa komoditas unggulan. Ikan nila menyumbang porsi terbesar dengan 9.739,43 ton, diikuti oleh ikan mas sebanyak 2.169,90 ton. Jenis lainnya seperti lele, gurami, patin, dan udang vaname juga memberikan kontribusi signifikan terhadap total produksi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, menjelaskan bahwa produksi ini berasal dari beragam media budidaya. Media tersebut meliputi kolam air tenang, kolam air deras, kolam terpal, serta budidaya ikan di saluran.
Selain itu, keramba irigasi, keramba jaring apung, minapadi, dan tambak turut menjadi penopang utama. Produksi terbanyak dilaporkan berasal dari keramba jaring apung yang tersebar di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Danau Maninjau menjadi pusat utama produksi, bersama dengan keramba irigasi dan kolam air deras.
Jangkauan Pasar dan Tren Produksi Tahunan
Hasil produksi ikan dari Agam tidak hanya dipasarkan di pasar tradisional kabupaten atau kota di Sumatera Barat. Ikan-ikan tersebut juga berhasil menembus pasar regional, menjangkau provinsi tetangga seperti Riau, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Utara. Hampir setiap hari, pasokan ikan dari Agam didistribusikan ke provinsi-provinsi tersebut, menunjukkan tingginya permintaan dan kualitas produk.
Data produksi menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, produksi ikan mencapai 30.660,68 ton, kemudian meningkat menjadi 33.409,39 ton pada tahun 2024. Angka ini terus bertumbuh, dengan 33.699,91 ton tercatat pada tahun 2025.
Peningkatan ini sejalan dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten. Target produksi ikan air tawar dari tahun 2025 memang telah dinaikkan, mencerminkan ambisi Agam dalam sektor perikanan.
Strategi Peningkatan Produksi Ikan Air Tawar
Untuk mencapai target produksi yang lebih tinggi, berbagai strategi telah dirancang oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah menumbuhkan dan meningkatkan usaha budidaya ikan yang memiliki produktivitas tinggi. Fokus diberikan pada komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi, guna memaksimalkan keuntungan bagi pembudidaya.
Selain itu, peningkatan produktivitas lahan juga menjadi prioritas melalui intensifikasi, terutama pada kolam air tenang dan minapadi. Diversifikasi lahan nonperikanan juga digalakkan dengan metode tumpang sari dan penyela, seperti minapadi, baganangan, dan minaholti.
Kepala Bidang Budidaya, Doni Afdison, menambahkan bahwa pembinaan dan penyuluhan ke lapangan terus ditingkatkan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang memadai kepada para pembudidaya. Dengan demikian, target produksi yang ambisius dapat tercapai secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews