Produksi Perikanan Indonesia Naik 3,8% di 2025, Ekspor Produk Ikan Juga Tumbuh

Produksi perikanan dan laut di Nusantara mengalami kenaikan sebesar 3,8 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Produksi Perikanan Indonesia Naik 3,8% di 2025, Ekspor Produk Ikan Juga Tumbuh
Capaian Produksi Perikanan Pati pada tahun 2025 melonjak signifikan, mencapai Rp1,1 triliun. Simak bagaimana sektor kelautan Pati menjadi penopang ekonomi daerah. (AntaraNews)

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan bahwa produksi kelautan dan perikanan di Indonesia menunjukkan tren yang positif. Pada tahun 2025, diperkirakan produksi sektor ini akan mencapai 26,25 juta ton, yang mencerminkan pertumbuhan sekitar 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan ini merupakan angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

"Produksi mencapai 26,25 juta ton, menjadi capaian tertinggi yang terdiri atas 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, dan 6,75 juta ton perikanan budidaya," ungkap Trenggono saat rapat kerja di Komisi IV DPR, Jakarta, pada Selasa (7/4).

Di samping itu, nilai ekspor produk perikanan Indonesia juga mengalami kenaikan yang signifikan. Pada tahun 2025, nilai ekspor diprediksi mencapai 6,27 miliar dolar AS, yang merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Trenggono menambahkan bahwa meskipun menghadapi dinamika geopolitik global dan perubahan iklim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk memastikan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat, khususnya dari sektor perikanan.

"Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional hingga saat ini tetap menunjukkan capaian produksi dan ekspor yang terjaga dengan baik," jelasnya.

Trenggono juga menyampaikan proyeksi KKP untuk periode April hingga Desember 2026, di mana total produksi ikan nasional diperkirakan mencapai 10,57 juta ton.

"Angka ini terdiri dari kontribusi produksi ikan tangkap sebesar 5,42 juta ton, serta produksi ikan budidaya sebesar 5,15 juta ton," tambahnya.

Selain itu, KKP terus melakukan pemantauan terhadap komoditas utama perikanan di delapan kota besar, termasuk Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Bandar Lampung, dan Medan. Ia menegaskan bahwa status ketersediaan ikan secara nasional untuk periode April hingga Juni 2026 berada dalam kondisi aman.

"Berdasarkan hasil pemantauan, kami dapat melaporkan bahwa status ketersediaan ikan berada pada kategori aman hingga Juni 2026," tutupnya.

Rekomendasi