Humas dan AI: Wamenkomdigi Nezar Patria Dorong Adopsi Beretika di Era Disinformasi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyerukan agar profesi Humas mengadopsi teknologi AI berlandaskan etika di tengah kompleksitas komunikasi publik dan tantangan disinformasi. Simak peran strategis Humas dan AI!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Humas dan AI: Wamenkomdigi Nezar Patria Dorong Adopsi Beretika di Era Disinformasi
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyerukan agar profesi Humas mengadopsi teknologi AI berlandaskan etika di tengah kompleksitas komunikasi publik dan tantangan disinformasi. Simak peran strategis Humas dan AI! (AntaraNews)

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan pentingnya profesi hubungan masyarakat (Humas) mengadopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) dengan tetap berlandaskan standar etik. Penegasan ini disampaikan dalam acara Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Sabtu (11/7). Acara ini menandai rangkaian menuju Konvensi Humas Indonesia yang akan digelar pada 17-18 Oktober 2026 di Surakarta (Solo).

Nezar Patria menyoroti perubahan lanskap komunikasi publik yang semakin kompleks, di mana teknologi AI menjadi pedang bermata dua. Teknologi ini tidak hanya dimanfaatkan untuk komunikasi publik, tetapi juga disalahgunakan untuk menyebarkan disinformasi dan misinformasi. Kondisi ini membuat peran Humas menjadi sangat krusial dalam menyaring informasi.

Oleh karena itu, Wamenkomdigi mendorong Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) untuk menjadikan Konvensi Humas sebagai forum pembahasan isu-isu kontemporer. Fokus utamanya adalah keterkaitan profesi Humas dengan perkembangan teknologi baru, khususnya AI, demi memastikan praktik komunikasi yang beretika.

Tantangan Etika Humas di Era AI

Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan bahwa Humas menghadapi tantangan besar dalam mengadopsi teknologi AI sesuai standar etik. Ia berharap Humas dapat memberikan kontribusi praktik baik dalam mengelola pekerjaan komunikasi publik berdasarkan etika. Kementerian Komunikasi dan Digital menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan Konvensi Humas Indonesia 2026.

Nezar Patria menjelaskan bahwa AI kini lumrah dimanfaatkan dalam pekerjaan komunikasi publik, namun juga disalahgunakan untuk disinformasi dan misinformasi. Fenomena ini menyebabkan kaburnya batas antara fakta dan fiksi, meningkatkan risiko misinformasi di masyarakat.

Menurut Nezar, peran Humas menjadi sangat penting di tengah "noise" yang besar dalam lanskap komunikasi saat ini. Maraknya disinformasi, misinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang tersebar melalui gawai menjadikan Humas sebagai garda terdepan.

Peran Strategis Humas dalam Membangun Kepercayaan

Ketua Umum Perhumas, Boy Kelana Soebroto, menyatakan bahwa Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 adalah langkah awal untuk memperkuat profesi Humas. Hal ini krusial di tengah perubahan cepat, seperti perkembangan AI dan pergerakan informasi tanpa batas. Reputasi yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh dalam hitungan menit.

Boy menekankan bahwa kepercayaan menjadi semakin mahal nilainya di era informasi yang masif dan cepat. Di sinilah peran Humas menjadi semakin strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi. Humas kini juga berperan sebagai penjaga kepercayaan dan jembatan antara institusi dengan publik.

Tema Konvensi Humas Indonesia 2026, "Humas sebagai Daya Bangsa, Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Bangsa," dipilih untuk merefleksikan peran baru ini. Tema tersebut menyoroti bagaimana Humas dapat menjadi kekuatan pendorong kemajuan bangsa melalui pembangunan kepercayaan.

Konvensi Humas Indonesia 2026: Forum Kolaborasi Masa Depan

Konvensi Humas Indonesia 2026 yang diinisiasi Perhumas mengusung tema besar "Humas sebagai Daya Bangsa, Menenun Kepercayaan, Menggerakan Bangsa (A Festival Trust and Influence)". Acara ini dirancang sebagai forum kolaboratif yang inklusif.

Forum ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan seperti praktisi, akademisi, media, serta generasi muda. Tujuannya adalah untuk memperkuat kepercayaan sebagai modal utama kemajuan bangsa di tengah dinamika komunikasi global.

Kementerian Komunikasi dan Digital mendukung penuh inisiatif ini dan mendorong Perhumas untuk memanfaatkan forum tersebut. Konvensi diharapkan menjadi wadah strategis untuk membahas isu-isu kontemporer, termasuk implikasi AI terhadap praktik dan etika Humas di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi