Angka Fantastis! Produksi Jagung Agam Tembus 66 Ribu Ton dalam Delapan Bulan Pertama 2025
Dinas Pertanian Agam mencatat Produksi Jagung Agam mencapai 66.103,97 ton dari Januari hingga Agustus 2025. Angka ini menunjukkan potensi besar pertanian lokal yang patut dicermati.
Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan capaian signifikan dalam sektor pertanian lokal. Produksi jagung di wilayah tersebut mencapai angka impresif 66.103,97 ton.
Data ini terkumpul selama periode delapan bulan pertama di tahun 2025, terhitung dari Januari hingga Agustus. Luas panen yang berkontribusi terhadap total produksi ini mencapai 10.245,5 hektare, tersebar di 13 kecamatan berbeda.
Capaian Produksi Jagung Agam ini menunjukkan potensi besar daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan dan pakan. Hasil panen ini sebagian besar dialokasikan untuk pakan ternak di wilayah tetangga, mendukung stabilitas pasokan.
Distribusi Produksi Jagung Agam per Kecamatan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu, menyatakan bahwa distribusi produksi jagung tidak merata di seluruh wilayah. Kecamatan Lubuk Basung tercatat sebagai penyumbang terbesar selama delapan bulan tersebut.
Kecamatan Lubuk Basung menyumbang total 4.704 ton jagung, diikuti oleh Kecamatan Ampek Nagari dengan 3.554 ton. Beberapa kecamatan lain juga memberikan kontribusi signifikan terhadap total Produksi Jagung Agam.
Kecamatan Palembayan menghasilkan 793 ton, Tanjung Mutiara 328 ton, Tanjung Raya 237 ton, dan Ampek Angkek 195 ton. Sementara itu, Kecamatan Tilatang Kamang mencatat 180 ton, Baso 78 ton, Kamang Magek 75 ton, Matur 36 ton, Banuhampu 31 ton, serta Sungai Pua dan Baso masing-masing 18 ton. Arief Restu menambahkan, "Kecamatan Palupuh, Ampek Koto dan Malalak tidak ada pengembangan tanaman jagung."
Fluktuasi Produksi Jagung Bulanan di Agam
Data produksi jagung di Agam menunjukkan adanya fluktuasi setiap bulannya sepanjang Januari hingga Agustus 2025. Pola panen dan kondisi cuaca kemungkinan besar mempengaruhi capaian bulanan ini.
Pada awal tahun, produksi cenderung tinggi, dengan Januari mencapai 9.816,72 ton dari 1.521,5 hektare luas panen. Februari sedikit meningkat menjadi 9.887,69 ton dari 1.532,5 hektare, dan Maret mencatat 9.600 ton dari 1.488 hektare.
April juga menunjukkan angka tinggi dengan 9.787,68 ton dari 1.517 hektare. Namun, produksi mulai menurun pada Mei menjadi 8.155,33 ton dari 1.254 hektare, Juni 5.035,79 ton dari 780,5 hektare, Juli 7.013,32 ton dari 1.087 hektare, dan Agustus 6.805,86 ton dari 1.055 hektare.
Pemanfaatan Lahan dan Pasar Jagung Agam
Pengembangan Produksi Jagung Agam dilakukan dengan memanfaatkan lahan secara efisien. Jagung ditanam di lahan yang sebelumnya tidak produktif atau melalui sistem tumpang sari dengan perkebunan kelapa sawit.
Strategi ini memaksimalkan penggunaan lahan yang ada dan memberikan nilai tambah bagi petani. Pendekatan ini juga menunjukkan inovasi dalam pengelolaan sumber daya pertanian di daerah tersebut.
Jagung yang dihasilkan dari Kabupaten Agam ini memiliki pasar yang jelas. "Jagung dipasarkan di Limapuluh Kota untuk pakan ternak ayam," ujar Arief Restu. Harga jual jagung di pasaran untuk pakan ternak mencapai Rp5.400 per kilogram, menunjukkan nilai ekonomi yang signifikan bagi petani jagung di Agam.
Sumber: AntaraNews