Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7), membangkitkan optimisme para penggerak koperasi di daerah. Salah satunya datang dari Haji Imam Thoriq Mubarak, penggerak Koperasi Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Imam mengaku terinspirasi oleh pesan Prabowo yang menegaskan kembali peran koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional. Menurutnya, pidato tersebut menjadi penyemangat bagi para penggerak koperasi desa untuk terus bergerak dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.
"Dari perbincangan tadi yang disampaikan oleh Pak Prabowo, sangat luar biasa sekali bagi kami sebagai penggerak koperasi di tingkatan desa. Kami sangat termotivasi ketika Pak Prabowo menyampaikan pesan bahwa koperasi kembali lagi bangkit sebagai soko guru nasional," ujarnya.
Ia mengatakan, semangat kebangkitan koperasi kini mulai terlihat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membuka peluang bagi petani desa untuk menjadi bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, KDKMP dapat menjadi penghubung antara para petani dengan dapur-dapur MBG sehingga hasil pertanian masyarakat memiliki pasar yang lebih pasti sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa.
"Program unggulan di beberapa dapur MBG ini menjadi potensi bagi koperasi desa untuk mengembangkan para petani di desa masing-masing sehingga mereka bisa menyuplai ke dapur MBG. Itu yang sudah dilakukan koperasi desa di Kabupaten Sukabumi," katanya.
Selain itu, Imam berharap komitmen pemerintah dalam memberikan akses pembiayaan murah benar-benar dirasakan hingga ke daerah. Ia menilai kebijakan kredit berbunga 8 persen bagi koperasi akan menjadi dorongan besar bagi pengembangan usaha koperasi di tingkat desa.
"Harapan kami, ketika koperasi desa mengakses lembaga keuangan atau perbankan, minimal diberikan bunga 8 persen. Kebijakan ini harus benar-benar sampai ke daerah karena akan menjadi kebangkitan bagi koperasi desa untuk berkembang," ujarnya.
Advertisement
Perbedaan Koperasi Dulu dengan Sekarang
Imam juga melihat perbedaan signifikan antara koperasi saat ini dengan masa lalu. Menurutnya, KDKMP dibangun dengan konsep yang lebih modern dan terintegrasi, menghadirkan berbagai layanan sesuai kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, simpan pinjam, hingga pengembangan usaha produktif.
"Sangat jauh berbeda dengan yang dahulu. Sekarang koperasi sudah dibangun fisiknya dan memiliki berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat. Tinggal bagaimana seluruh warga desa menjadi anggota koperasi agar bersama-sama mendukung keberlangsungan koperasi di desa," tuturnya.
Imam turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas peluncuran KDKMP yang bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional. Ia berharap 12 Juli 2026 menjadi tonggak sejarah kebangkitan koperasi Indonesia.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang sudah mencetuskan tanggal 12 Juli 2026 sebagai tonggak sejarah perubahan dan kebangkitan pergerakan koperasi di Indonesia," pungkasnya.