Jatim Komitmen Jadi Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional, Targetkan Swasembada
Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Jawa Timur sebagai garda terdepan penguatan industri gula nasional, menargetkan Swasembada Gula Nasional melalui program bongkar ratoon.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan komitmen kuat daerahnya untuk menjadi garda terdepan dalam penguatan industri gula nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui program bongkar ratoon yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk mewujudkan Swasembada Gula Nasional secara bertahap.
Program bongkar ratoon ini dipusatkan di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, melibatkan Kelompok Tani Tebu Semoga Jaya. Pelaksanaan serentak ini mencakup 11 kabupaten di 15 titik tanam, dengan Kabupaten Kediri memiliki area terluas. Inisiatif ini menunjukkan keseriusan Jawa Timur dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui sektor gula.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan pencapaian swasembada gula konsumsi pada tahun ini, dan swasembada gula konsumsi maupun industri pada tahun depan. Produktivitas dan luas lahan tebu di Jawa Timur diharapkan menjadi kunci utama dalam mencapai target ambisius ini. Upaya kolaboratif dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Upaya Jawa Timur Wujudkan Swasembada Gula Nasional
Jawa Timur mendapatkan kepercayaan besar untuk menjadi garda terdepan dalam penguatan industri gula nasional, dengan target pengembangan tanaman tebu seluas 54.897 hektare. Angka ini merupakan bagian terbesar dari target nasional Kementerian Pertanian RI yang mencapai 97.970 hektare pada tahun 2026. Komitmen ini dijawab dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.
Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, mengapresiasi kinerja Jawa Timur yang dinilai sangat baik, terutama dalam hal produktivitas pertanian. Ia menekankan pentingnya peran petani dalam program tanam perdana bongkar ratoon yang dilaksanakan secara luring dan daring. Kediri, sebagai salah satu sentra tebu, diharapkan dapat terus berkontribusi besar dalam mencapai swasembada gula.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menjelaskan bahwa program bongkar ratoon adalah ikhtiar kolektif untuk meningkatkan produksi dan produktivitas gula konsumsi. Peningkatan ini tidak hanya berlaku di tingkat regional, tetapi juga nasional. Pelaksanaan tanam perdana ini melibatkan 11 kabupaten/kota di 15 titik tanam, menunjukkan skala program yang masif.
Tantangan dan Solusi untuk Petani Tebu
Gubernur Khofifah menyoroti tantangan pascapanen yang kerap dihadapi petani tebu, terutama terkait kepastian penyerapan hasil panen. Petani sering kali tidak memiliki kepastian harga komersial ketika proses pelelangan terhambat atau tidak ada penawaran. Hal ini menjadi fokus perhatian pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi petani.
Masalah lain yang dihadapi adalah rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi, yang sangat mengganggu petani tebu lokal. Pemerintah telah menegaskan pengurangan impor gula rafinasi dan meminta BUMN untuk melakukan monitoring ketat. Pengawasan ini penting untuk memastikan gula rafinasi hanya digunakan untuk industri dan tidak merembes ke pasar konsumsi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah berkomitmen menyiapkan ekosistem yang memastikan hasil panen gula petani terserap pasar dengan harga yang adil. Gubernur Khofifah mengajak petani tebu dan pemangku kepentingan untuk terus bersinergi, berkolaborasi, serta diiringi ikhtiar dhahiran wa batinan. Harapannya, setelah proses penggilingan, gula petani dapat dilelang dan terserap oleh pasar secara optimal.
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Industri Gula Berkelanjutan
Pencapaian Swasembada Gula Nasional tidak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan kelompok tani. Kementerian Pertanian melalui program nasionalnya memberikan dukungan signifikan terhadap pengembangan tebu. Jawa Timur, dengan alokasi lahan terbesar, memegang peran krusial dalam keberhasilan program ini.
Sinergi antara PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan petani tebu juga menjadi kunci dalam meningkatkan produksi dan produktivitas. Program bongkar ratoon yang terkoordinasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas tebu. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan pasokan gula yang stabil dan berkelanjutan bagi kebutuhan nasional.
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada pengawasan yang ketat terhadap kebijakan impor dan distribusi gula. Dengan memastikan bahwa gula rafinasi tidak mengganggu pasar gula konsumsi, petani tebu dapat merasakan dampak positif dari upaya peningkatan produksi. Kolaborasi yang solid akan mempercepat terwujudnya kemandirian gula nasional.
Sumber: AntaraNews