Wagub Gorontalo Salurkan Bantuan Modal Usaha UMKM, Dorong Penguatan Ekonomi Lokal
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah menyalurkan Bantuan Modal Usaha UMKM kepada ratusan pelaku usaha di dua kabupaten, menjadi langkah nyata pemerintah provinsi dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie secara resmi menyalurkan bantuan modal usaha produktif kepada ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Penyaluran Bantuan Modal Usaha UMKM ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Gorontalo yang bertujuan untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan serta meningkatkan daya saing usaha lokal.
Acara penyerahan bantuan berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026, di halaman Kantor Bank SulutGo (BSG) Cabang Limboto, Kabupaten Gorontalo. Bantuan ini secara spesifik ditujukan kepada pelaku UMKM yang tersebar di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan dukungan ekonomi.
Program Bantuan Modal Usaha UMKM ini terselenggara berkat kerja sama strategis antara Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo, dan Bank SulutGo. Penting dicatat, dana bantuan bersumber dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Gorontalo yang dikelola oleh BAZNAS.
Detail Penyaluran dan Signifikansi Bantuan Modal Usaha UMKM
Wakil Gubernur Idah Syahidah, didampingi Ketua BAZNAS Hamka Arbi dan Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Faisal Lamaraka, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada para penerima. Penyaluran ini menandai dukungan konkret Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap pengembangan usaha mikro dan kecil.
Total bantuan yang disalurkan mencapai 354 paket modal usaha produktif, dengan masing-masing penerima mendapatkan Rp1.200.000. Dana ini diharapkan dapat menjadi stimulan signifikan bagi para pelaku usaha untuk memperluas atau mengembangkan bisnis mereka.
Distribusi bantuan mencakup 187 pelaku UMKM yang berasal dari Kabupaten Gorontalo dan 167 pelaku UMKM dari Kabupaten Gorontalo Utara. Secara keseluruhan, total nilai bantuan yang diserahkan mencapai Rp424.800.000. Angka ini menunjukkan skala program yang cukup besar dan jangkauan yang luas.
Idah Syahidah menyatakan bahwa program bantuan UMKM ini telah beberapa kali dilaksanakan sejak tahun 2025 dan terus diupayakan keberlanjutannya. Inisiatif ini menunjukkan konsistensi pemerintah provinsi dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor UMKM.
Optimalisasi Pemanfaatan Bantuan Modal Usaha UMKM untuk Kesejahteraan
Wakil Gubernur Idah Syahidah menekankan pentingnya pemanfaatan dana bantuan secara produktif untuk modal usaha. Beliau berharap bantuan ini dapat digunakan secara optimal agar usaha masyarakat berkembang dan penghasilan mereka meningkat.
Peningkatan penghasilan dari usaha yang berkembang diharapkan akan berdampak positif pada kesejahteraan keluarga penerima bantuan. Idah mengingatkan dengan tegas agar dana tidak digunakan untuk kebutuhan di luar pengembangan usaha, demi tercapainya tujuan program yang mulia ini.
Sebagai contoh, Idah memberikan ilustrasi bagi pelaku usaha seperti penjual nasi kuning yang dapat menggunakan bantuan untuk membeli meja dan kursi baru, sehingga pelanggan lebih nyaman. Selain itu, penambahan jenis dagangan juga dapat dilakukan untuk menarik lebih banyak konsumen dan meningkatkan pendapatan.
Begitu pula pemilik warung, mereka disarankan untuk memanfaatkan dana guna membeli etalase baru, rak penyimpanan, ataupun menambah stok barang dagangan yang bervariasi. “Bantuan ini harus menjadi modal produktif agar usaha berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan seluruh keluarga, termasuk untuk pendidikan anak-anak,” ujar Idah.
Sumber: AntaraNews