Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, pada Kamis (10/4) memimpin langsung gerakan tanam serentak di Desa Motolohu Selatan, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. Aksi ini merupakan bagian dari program cetak sawah rakyat (CSR) yang bertujuan mengoptimalkan lahan tidur dan rawa menjadi sawah produktif. Inisiatif ini menandai dimulainya percepatan musim tanam dan memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Program cetak sawah rakyat adalah inisiatif pemerintah pusat untuk membuka dan mengoptimalkan lahan baru, dengan target luas tanam 10.000 hektare di Gorontalo. Di Kabupaten Pohuwato, program ini secara spesifik berfokus pada pemanfaatan lahan tidur dan rawa yang belum termanfaatkan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani di wilayah tersebut.
Kehadiran Wagub Idah Syahidah bersama perwakilan Kementerian Pertanian di lokasi penanaman menjadi simbol dukungan penuh pemerintah. Beliau mengajak petani untuk memanfaatkan bantuan yang ada dan menekankan peran penting penyuluh pertanian. Kabupaten Pohuwato sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama bagi Provinsi Gorontalo.
Advertisement
Advertisement
Peran Pemerintah Daerah dalam Cetak Sawah Rakyat
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie secara langsung terlibat dalam kegiatan gerak tanam serempak di lahan cetak sawah rakyat di Pohuwato. Kehadiran beliau menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Program ini menjadi peluang besar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, melalui Wagub Idah Syahidah, mengajak petani untuk mengoptimalkan bantuan yang telah diberikan. Selain itu, peran aktif penyuluh pertanian sangat ditekankan untuk mendampingi petani di lapangan. Pendampingan ini krusial untuk memastikan praktik pertanian terbaik diterapkan dan hasil panen maksimal dapat dicapai.
Kabupaten Pohuwato, khususnya Kecamatan Randangan, telah diidentifikasi sebagai lumbung pangan utama Provinsi Gorontalo. Dengan adanya program cetak sawah rakyat ini, diharapkan posisi Pohuwato sebagai penyangga pangan semakin kuat. Pemanfaatan lahan tidur dan rawa menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Strategi Peningkatan Produksi Pertanian Nasional
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP Kementerian Pertanian RI Eko Nugroho Putro, menyoroti pentingnya optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan). Penggunaan alsintan sangat vital untuk mempercepat proses olah lahan dan tanam, terutama di lahan yang sebelumnya merupakan rawa. Percepatan ini diperlukan untuk mengoptimalkan musim tanam.
Eko Nugroho Putro menjelaskan bahwa peningkatan produksi pertanian dilakukan melalui dua strategi utama: intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi berfokus pada penggunaan bibit unggul, perbaikan irigasi, serta penguatan pengelolaan air. Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan melalui perluasan lahan, termasuk program cetak sawah rakyat yang kini digencarkan di berbagai daerah.
Dengan kombinasi strategi ini, Kementerian Pertanian optimistis stok pangan nasional akan terus meningkat dan kebutuhan pangan Indonesia tetap aman. Namun, upaya peningkatan produksi harus terus dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani menjadi kunci keberhasilan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Sarana dan Prasarana Pertanian
Kementerian Pertanian telah menyalurkan berbagai dukungan sarana dan prasarana di Kabupaten Pohuwato untuk menunjang program cetak sawah rakyat. Data menunjukkan bantuan yang diberikan meliputi 15 unit rotapator, 15 unit traktor roda empat, dan 20 unit hand tractor. Peralatan ini sangat membantu dalam proses pengolahan lahan yang efisien.
Selain alat berat, dukungan juga mencakup 15 unit drone dan sekitar 50 unit sprayer, yang krusial untuk aplikasi pupuk dan pestisida secara presisi. Ketersediaan alsintan ini diharapkan dapat mempercepat proses kerja petani dan meningkatkan efisiensi operasional. Pemanfaatan teknologi modern menjadi bagian integral dari upaya peningkatan produksi.
Gerakan tanam serentak ini tidak hanya dilaksanakan di Gorontalo, melainkan juga di 17 provinsi lainnya di Indonesia, dengan pusat kegiatan di Provinsi Kalimantan Selatan. Ini menunjukkan skala nasional dari upaya pemerintah untuk mencapai swasembada pangan. Kegiatan di Gorontalo turut dihadiri oleh Direktur Alsintan Herwanto Uwente, Kepala BBRMP Gorontalo Ardi Praptono, Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato Iskandar Datau, serta perwakilan lainnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews