Rekayasa Lalu Lintas Polrestabes Bandung Diterapkan Usai Laga Persib di GBLA
Polrestabes Bandung memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung usai pertandingan Persib, fokus mengurai kepadatan dan kepulangan Bobotoh.
Polrestabes Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan Kota Bandung. Kebijakan ini diberlakukan pasca pertandingan penutup BRI Super League antara Persib dan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pengaturan ini bertujuan untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan dan menjaga ketertiban umum.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Deden Juandi, menyatakan bahwa pengamanan difokuskan pada konsentrasi massa Bobotoh setelah pertandingan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik suporter. Pengamanan ini penting untuk menjaga ketertiban umum di wilayah Kota Bandung.
“Kita antisipasi juga kepulangannya setelah dari GBLA itu di seputaran Dago-Sulanjana, Dago-Cikapayang, dan flyover Pasupati,” kata Deden di Bandung, Sabtu. Rekayasa lalu lintas Polrestabes Bandung ini dirancang untuk memastikan kelancaran arus balik suporter. Langkah ini diharapkan dapat mencegah penumpukan kendaraan di titik-titik rawan kemacetan.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Polrestabes Bandung di Empat Zona
Untuk mengurai kepadatan di kawasan Dago dan flyover Mochtar Kusumaatmadja atau Pasupati, Polrestabes Bandung membagi rekayasa lalu lintas menjadi empat zona. Pembagian zona ini memungkinkan penanganan arus kendaraan yang lebih terstruktur. Setiap zona memiliki skema pengalihan yang spesifik untuk mengurangi volume kendaraan.
Di zona utara, kendaraan dari arah utara menuju selatan, timur, dan barat akan dialihkan melalui Jalan Hasanudin, Teuku Umar, Dipatiukur hingga Pranatayudha ke arah timur. Sementara itu, kendaraan menuju arah barat diarahkan melalui Jalan Ganesa, Tamansari hingga kawasan Babakan Siliwangi. Skema rekayasa lalu lintas ini bertujuan memecah arus kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.
Untuk zona selatan, kendaraan roda empat yang menuju kawasan utara mulai dialihkan dari Simpang Merdeka-Riau atau kawasan BIP hingga Taman Radio. Lebih lanjut, kendaraan dari arah selatan akan diarahkan melalui Jalan Taman Radio, Rangga Gading, Tamansari bawah hingga Wastukencana. Pengalihan ini efektif mengurangi volume kendaraan di pusat kota Bandung.
Di zona barat, kendaraan yang hendak menuju Flyover Pasupati dialihkan sejak kawasan Dr Djunjunan melalui Jalan HOS Cokroaminoto dan jalur bawah lainnya. Polisi juga menutup akses kendaraan menuju flyover dari kawasan Hasan Sadikin dan Pasteur-Cihampelas. “Jadi, tidak ada yang naik ke flyover,” katanya.
Pengalihan Arus dari Timur dan Pengecualian Kendaraan
Dari arah timur, pengalihan arus dilakukan mulai kawasan Lampu Merah Sentot-Surapati menuju Jalan Sentot dan Diponegoro arah timur. Selanjutnya, kendaraan dari arah Diponegoro menuju barat dialihkan melalui Jalan Trunojoyo, Sultan Tirtayasa, Sultan Agung hingga keluar di Jalan Riau. Rekayasa lalu lintas Polrestabes Bandung ini memastikan kelancaran di berbagai penjuru kota.
“Jadi, tidak ada untuk mobil-mobil itu yang mengarah ke titik pusat berkumpulnya para Bobotoh yaitu di Dago Sulanjana, Dago Cikapayang, maupun di flyover,” ujarnya. Penekanan ini menunjukkan prioritas keamanan dan kenyamanan di area konsentrasi massa. Pengalihan arus ini merupakan bagian penting dari strategi keamanan dan ketertiban.
Deden Juandi juga menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini memiliki pengecualian. "Yang kita rekayasa itu hanya mobil-mobilnya saja, kalau motor masih diperbolehkan,” ujarnya. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi pengendara sepeda motor untuk tetap melintas. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi dampak kemacetan secara keseluruhan di Kota Bandung.
Sumber: AntaraNews