Tangis Bahagia Ibunda Jurnalis Republika saat Thoudy Badai Bebas dari Tawanan Israel
Hani Hanifa Humanisa (56), yang mengaku telah melakukan panggilan video dengan putranya pada Kamis (21/5) malam menggunakan telepon seluler milik staf KJRI.
Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifanbillah atau Odi (29), dipastikan telah bebas dari penahanan tentara Israel setelah beberapa hari menjalani penahanan. Kepastian itu disampaikan ibunda Odi, Hani Hanifa Humanisa (56), yang mengaku telah melakukan panggilan video dengan putranya pada Kamis (21/5) malam menggunakan telepon seluler milik staf KJRI di Turki.
"Kita bisa yakin bahwa Thoudy selamat karena langsung ngobrol, dengar suaranya, dan lihat wajahnya melalui video call," kata dia saat ditemui di kediamannya di Kabupaten Bandung pada Jumat (22/5).
Menurut Hani, percakapan dengan anaknya masih terbatas karena anaknya harus bergantian menelepon dengan relawan lainnya yang sempat ditawan Israel. Odi hanya memberikan kabar kalau dirinya sudah tak lagi ditawan oleh Israel.
"Jadi poin-poinnya saja, cuma say hello, nanya kabar, ketawa-ketawa, tidak banyak bicara," tutur dia.
Anaknya Sedikit Pincang
Mengenai kondisi kesehatan anaknya, Hani mengaku sempat melihat sekilas anaknya sedikit pincang ketika berjalan. Namun, dia berharap penglihatannya keliru. Dia berharap kondisi anaknya baik-baik saja setibanya lagi di Tanah Air.
"Yang kelihatan sih sehat secara fisik. Cuma ada keluarga yang notice, 'Itu kenapa ya kaki Thoudy seperti pincang jalannya?' Saya sendiri tidak terlalu notice ke sana. Mudah-mudahan cuma kelihatannya saja," ujar dia.
Hani menambahkan anaknya mestinya pulang pada hari ini. Namun begitu, karena mesti menjalani pemeriksaan kesehatan dan berbagai prosedur hukum terlebih dahulu di Turki, jadwal kepulangan Odi mesti ditunda. Belum diketahui secara pasti waktu kepulangan Odi.
"Mungkin juga ada pertimbangan hukum atau hal lain, kita tidak tahu. Katanya diperlukan pemeriksaan fisik untuk mereka sebagai bukti atau apa, jadi mungkin itu salah satu alasan penundaan," ungkap dia.
"Kalau ke Bandung belum tahu. Nanti kalau sudah ada informasi, kemungkinan akan dijemput di bandara di Jakarta," lanjut dia.
Menyalurkan Bantuan
Adapun ketika ditanya soal kemungkinan Odi berangkat lagi ke Gaza suatu hari nanti untuk dapat menyalurkan bantuan, Hani belum mau berbicara banyak. Dia masih trauma atas kejadian yang menimpa anaknya. Kini, dia hanya ingin menikmati waktu terlebih dahulu dengan anaknya.
Lebih lanjut, Hani menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri yang telah membantu menyelamatkan anaknya. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan.
"Terima kasih kepada semua pihak, dari Kemenlu, pemerintah, Pemred Republika yang gerak cepat, pihak Sumud Flotilla yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya sampai proses pemulangan ini," ungkap dia.
Sebagai informasi, dua jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, ditangkap oleh militer Israel. Penangkapan terjadi saat keduanya tengah mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional yang berlayar menuju Gaza. Pihak redaksi Republika mengecam keras tindakan penangkapan tersebut.