2.106 Personel Amankan Laga Persib vs Bali United di GBLA
Polrestabes Bandung menerjunkan 2.106 personel untuk pengamanan laga Persib vs Bali United di Stadion GBLA, memastikan pertandingan berlangsung aman dan tertib bagi seluruh penonton.
Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan pertandingan sengit antara Persib Bandung dan Bali United. Laga penting pada pekan ke-27 Liga 1 ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu malam, pukul 19.00 WIB. Langkah pengamanan ini dilakukan untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat, khususnya para suporter yang hadir.
Total 2.106 personel gabungan telah disiagakan untuk mengawal jalannya pertandingan krusial ini. Penjagaan ketat ini diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif dan mencegah potensi kericuhan. Persiapan pengamanan sudah dimulai sejak siang hari untuk memastikan semua aspek telah diperhitungkan dengan matang.
Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan. Ia menyatakan bahwa pengerahan personel dalam jumlah besar ini bertujuan agar pertandingan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi penonton. Seluruh personel akan ditempatkan di berbagai titik strategis di dalam maupun luar area stadion.
Strategi Pengamanan dan Skrining Ketat
Personel keamanan mulai diturunkan sejak pukul 14.00 WIB untuk melakukan skrining awal di beberapa titik strategis. Proses ini dilakukan sebelum suporter diarahkan menuju pintu masuk stadion, memastikan tidak ada barang terlarang yang lolos. Skrining awal menjadi langkah preventif penting untuk menjaga keamanan di dalam area pertandingan.
Selain pengamanan di sekitar stadion, Polrestabes Bandung juga menempatkan personel di area penukaran tiket. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah di Kircon, tepatnya di area milik TNI, yang sebelumnya kerap menimbulkan kepadatan. Penjagaan di titik ini bertujuan untuk mengurai antrean dan mencegah penumpukan massa.
AKBP Asep Saepudin menambahkan bahwa ada tiga titik penyekatan utama yang diberlakukan untuk menyaring penonton. Titik-titik tersebut berada di Babakan Sayang, Rancanumpang, dan Cimencerang. Penyekatan ini memastikan hanya penonton dengan tiket resmi yang dapat mendekati area stadion, meminimalisir potensi kerusuhan.
Rekayasa Lalu Lintas dan Sterilisasi Area
Polrestabes Bandung juga menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan menuju Stadion GBLA untuk mengantisipasi kemacetan. Rekayasa ini bersifat fleksibel, terutama di Jalan Soekarno Hatta yang merupakan jalan nasional. Petugas akan melakukan mitigasi di Gedebage untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar bagi penonton maupun wisatawan yang menuju Masjid Al Jabbar.
Setelah melewati penyekatan, penonton akan kembali diperiksa saat memasuki tribun stadion. Pemeriksaan berlapis ini merupakan antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama pertandingan berlangsung. Petugas akan memastikan tidak ada benda berbahaya atau terlarang yang dibawa masuk ke dalam area penonton.
Pihak kepolisian juga menegaskan akan memutar balik suporter yang tidak memiliki tiket resmi. “Kami pastikan yang masuk ke GBLA adalah mereka yang memiliki tiket resmi,” ujar AKBP Asep Saepudin. Kebijakan ini diterapkan secara ketat demi menjaga ketertiban dan kapasitas stadion.
Selain itu, sterilisasi juga akan dilakukan di sepanjang Jalan Gedebage. Area sekitar stadion akan dijaga steril dari kendaraan, mengingat adanya kereta api yang melintas setiap 15-20 menit sekali. Langkah ini penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasional transportasi publik di sekitar GBLA.
Sumber: AntaraNews