Polda Jabar Siagakan 2.000 Personel untuk Pengamanan Laga Persib vs Persijap di GBLA
Polda Jabar mengerahkan 2.000 personel untuk pengamanan laga Persib Bandung melawan Persijap Jepara di GBLA, Sabtu (23/5), demi memastikan ketertiban dan mencegah euforia berlebihan.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat telah menyiapkan sebanyak 2.000 personel guna mengamankan pertandingan pamungkas kompetisi BRI Super League. Laga krusial ini akan mempertemukan Persib Bandung melawan Persijap Jepara pada Sabtu (23/5) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.
Langkah pengamanan masif ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi euforia masyarakat pasca-pertandingan, terutama di area seperti Dago Cikapayang, berdasarkan pengalaman sebelumnya. Kombes Pol. La Ode Aries, selaku Karo Ops Polda Jabar, menjelaskan bahwa fokus utama adalah menjaga ketertiban dan keamanan publik selama dan setelah pertandingan.
Pola pengamanan akan diterapkan secara berlapis, dimulai dari area terluar stadion hingga ke pintu masuk tribun penonton, guna memastikan seluruh regulasi dipatuhi. Aparat juga akan melakukan sterilisasi ketat untuk mencegah barang berbahaya masuk ke dalam stadion dan menjamin kenyamanan penonton.
Strategi Pengamanan Berlapis di Stadion GBLA
Polda Jawa Barat menerapkan pola pengamanan berlapis yang dibagi menjadi empat ring, mencakup area luar stadion hingga ke pintu masuk tribun penonton. Sistem ini dirancang untuk mengontrol akses dan memastikan keamanan di setiap zona, mulai dari perimeter luar hingga area dalam stadion. Proses sterilisasi akan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan penonton mematuhi regulasi yang berlaku dan tidak membawa barang terlarang.
Kombes Pol. La Ode Aries menegaskan larangan membawa barang-barang tertentu ke dalam stadion demi keselamatan bersama. "Penonton dilarang membawa barang berbahaya seperti flare, kembang api ataupun benda yang dapat dilempar ke dalam stadion," ujar Aries. Selain itu, minuman dalam kemasan botol plastik dan kaleng juga tidak diperbolehkan masuk ke tribun penonton.
Untuk menjaga ketertiban dan menegakkan aturan, Polda Jabar bersama panitia pelaksana (panpel) dan perwakilan suporter telah menyepakati sanksi tegas bagi pelanggar. "Kami sudah bersepakat dengan panitia pelaksana dan pihak Bobotoh bahwa apabila ditemukan membawa barang berbahaya seperti flare dan benda-benda yang bisa dilempar, maka akan dilakukan tindakan tegas berupa pencabutan hak menonton," tegas Aries, menekankan komitmen bersama dalam menciptakan pertandingan yang aman dan nyaman.
Pembatasan Kapasitas dan Solusi Nonton Bareng
Kepolisian juga memberlakukan pembatasan kapasitas stadion untuk laga penting ini, dengan maksimal menampung sekitar 32.000 penonton. Angka ini setara dengan 75 persen dari total kapasitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan, keamanan, dan kelancaran jalannya pertandingan, serta mencegah kepadatan berlebih.
Kombes Pol. La Ode Aries mengimbau para pendukung yang tidak memiliki tiket resmi agar tidak memaksakan diri datang ke kawasan stadion. Hal ini krusial untuk menghindari penumpukan massa yang dapat menimbulkan potensi keramaian tidak terkendali di luar area pertandingan dan menjaga arus lalu lintas di sekitar area GBLA.
Sebagai solusi alternatif, pemerintah daerah bersama aparat kewilayahan setempat telah memfasilitasi berbagai titik kegiatan nonton bareng (nobar). Titik-titik nobar ini tersebar di sejumlah kantor kelurahan dan kantor kepolisian terdekat, memberikan kesempatan bagi para suporter untuk tetap merasakan euforia pertandingan secara aman dan terorganisir, tanpa perlu berdesakan di stadion.
Sumber: AntaraNews