BI Dorong Percepatan Investasi Sulawesi Utara, Kunci Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara menekankan pentingnya percepatan investasi Sulawesi Utara sebagai motor penggerak ekonomi daerah di tengah tekanan global, demi mencapai target pertumbuhan yang signifikan dan berdampak langsung bagi masyaraka
Manado, 23 Mei – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan pentingnya percepatan investasi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BI Perwakilan Sulut, Joko Supratikto, dalam Forum Dedicated Team Meeting (DTM) Sulut 2026 yang berlangsung di Manado pada hari Sabtu. Forum ini secara khusus menyoroti peran krusial investasi dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tekanan global yang masih berlanjut.
Joko Supratikto menekankan bahwa investasi tidak lagi hanya sekadar angka statistik, melainkan harus bertransformasi menjadi penggerak vital ekonomi daerah. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investasi diharapkan menjadi motor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara secara berkelanjutan. Fokus utama adalah pada kualitas investasi yang mampu memberikan nilai tambah tinggi serta dampak positif secara langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Secara historis, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, menunjukkan potensi besar yang dimiliki daerah ini. Namun, data terkini pada Triwulan I 2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) baru mencapai 3,25 persen, angka ini masih di bawah capaian nasional yang sebesar 4,10 persen. Selain itu, konsumsi pemerintah Sulawesi Utara juga tercatat 3,86 persen, tertinggal dari angka nasional yang mencapai 7,89 persen, menandakan adanya ruang untuk peningkatan kinerja.
Investasi sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara
Kepala BI Perwakilan Sulut, Joko Supratikto, secara tegas menyatakan bahwa investasi harus menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. Ia tidak hanya berbicara tentang kuantitas, tetapi juga kualitas investasi yang dapat memberikan nilai tambah tinggi dan berdampak langsung pada masyarakat. Hal ini mencerminkan visi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Meskipun Sulawesi Utara memiliki rekam jejak pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari rata-rata nasional, data Triwulan I 2026 menunjukkan tantangan yang perlu diatasi. Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang merupakan indikator investasi, masih berada di bawah rata-rata nasional. Demikian pula dengan konsumsi pemerintah daerah yang juga belum seoptimal tingkat nasional, menunjukkan perlunya dorongan lebih lanjut dari berbagai pihak.
Kondisi ini menggarisbawahi urgensi bagi semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Dengan fokus pada investasi berkualitas, diharapkan Sulawesi Utara dapat memaksimalkan potensi ekonominya dan mengatasi kesenjangan yang ada dibandingkan dengan capaian nasional. Upaya kolektif menjadi kunci untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Strategi BI untuk Mendorong Investasi Berdampak di Sulawesi Utara
Menyikapi kondisi tersebut, Bank Indonesia mendorong tiga agenda utama yang diharapkan dapat mempercepat peningkatan investasi di Sulawesi Utara. Pertama adalah penguatan fiskal daerah, yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan anggaran yang memadai dan efisien dalam mendukung proyek-proyek investasi. Pengelolaan fiskal yang sehat akan memberikan kepercayaan lebih bagi investor.
Kedua, BI menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi yang erat antara kedua tingkatan pemerintahan akan mempermudah koordinasi, mengurangi hambatan birokrasi, dan memastikan proyek-proyek investasi dapat berjalan lancar. Sinergi ini juga krusial untuk menyelaraskan kebijakan dan program pembangunan yang mendukung investasi.
Agenda ketiga adalah peningkatan kualitas investasi, yang berarti tidak hanya menarik investasi dalam jumlah besar, tetapi juga investasi yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong inovasi. Joko Supratikto optimistis bahwa dengan semua pihak bergerak bersama dan proyek disiapkan dengan matang, target investasi dapat tercapai dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.
Sumber: AntaraNews