Program Patua-Wanua BI Sulut: Tingkatkan Kualitas Wirausaha dan Petani Lokal 2026
Bank Indonesia Sulawesi Utara (BI Sulut) kembali memperkuat Program Patua-Wanua 2026, berfokus pada peningkatan kualitas wirausaha dan petani lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Sulut.
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan perekonomian daerah. Mereka meningkatkan kualitas Program Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua) dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) pada tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sektor pertanian dan UMKM, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Sulut.
Program Patua-Wanua telah menjadi agenda unggulan BI Sulut sejak tahun 2020, secara konsisten mendukung peningkatan daya saing pelaku usaha lokal. Tahun ini menandai angkatan keenam bagi Patua dan angkatan ketujuh bagi Wanua, menunjukkan keberlanjutan serta dampak positif program tersebut. Kepala BI Perwakilan Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menegaskan pentingnya program ini.
Fokus utama program ini adalah memberikan pelatihan komprehensif, pendampingan intensif, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi para peserta. Hingga tahun 2025, program ini telah melahirkan 228 alumni yang terdiri dari 84 Patua dan 144 Wanua. Ini membuktikan efektivitas pendekatan BI dalam mencetak wirausaha dan petani unggul.
Memperkuat Daya Saing Petani dan UMKM Melalui Patua-Wanua
Program Patua-Wanua BI Sulut dirancang khusus untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal yang melimpah di Sulawesi Utara. Joko Supratikto menekankan bahwa daerah ini kaya akan hasil laut dan memiliki semangat masyarakat yang tinggi. Melalui program ini, BI berupaya memberikan nilai tambah signifikan pada potensi tersebut. Tujuannya agar para petani dan pelaku usaha tidak hanya produktif, tetapi juga kompetitif.
Proses seleksi untuk angkatan tahun 2026 telah dimulai dengan tahap kurasi ketat. Dari 187 pelaku usaha yang mendaftar, sebanyak 91 peserta telah lolos administrasi dan kini memasuki tahap penilaian lebih lanjut. BI Sulut berencana menjaring 30 peserta untuk kategori Wanua dan 30 peserta untuk kategori Patua yang berhasil melewati seluruh tahapan kurasi.
Peserta yang terpilih dalam Program Patua-Wanua tahun 2026 berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Inklusivitas ini memastikan bahwa manfaat program dapat dirasakan secara merata di seluruh penjuru provinsi. Harapannya, program ini akan mampu menciptakan lebih banyak wirausaha dan petani yang berdaya saing tinggi. Mereka diharapkan mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga nasional bahkan global.
Dukungan Strategis untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Sulut
Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulut, Reza Dotulong, mengapresiasi inisiatif BI Sulut ini sebagai wujud nyata komitmen. Program Patua-Wanua sangat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Sulut Yulius Selvanus untuk pembangunan ekonomi daerah.
Reza Dotulong juga menambahkan bahwa langkah ini sangat strategis dalam mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sulut. Program ini membantu menjaga inflasi tetap stabil, yang merupakan salah satu indikator penting kesehatan ekonomi. Stabilitas inflasi adalah kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi daerah yang ambisius.
Target pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang mencapai 6-7 persen menjadi motivasi utama bagi berbagai pihak. Kolaborasi antara BI dan pemerintah daerah melalui program seperti Patua-Wanua diharapkan dapat mempercepat pencapaian target tersebut. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas individu, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan ekonomi makro provinsi.
Sumber: AntaraNews