Pemerintah Kabupaten Gunung Mas Jadikan Desa Karya Bhakti Percontohan Program Kapakat
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas meluncurkan Program Kapakat di Desa Karya Bhakti, Rungan, sebagai inisiatif ketahanan pangan keluarga terpadu yang memberdayakan masyarakat. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan dan ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, telah menetapkan Desa Karya Bhakti di Kecamatan Rungan sebagai lokasi percontohan untuk implementasi Program Ketahanan Pangan Keluarga Terpadu (Kapakat). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian pangan di tingkat keluarga, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Pemilihan Desa Karya Bhakti merupakan hasil komunikasi dan kesepakatan yang mendalam dengan masyarakat serta pemangku kepentingan setempat, menunjukkan pendekatan partisipatif dalam pengembangan program ini. Program inovatif ini dirancang sejak tahun 2025 dan mulai diimplementasikan secara penuh pada tahun ini, menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan warganya.
Program Kapakat sendiri merupakan sebuah terobosan yang menyinergikan berbagai kegiatan lintas bidang dengan fokus utama pada pemberdayaan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Melalui pendekatan terintegrasi, program ini tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga. Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Gunung Mas menjadi motor penggerak utama dalam pelaksanaan program ini, memastikan koordinasi yang efektif antar sektor terkait. Kepala DPKP, Eigh Manto, menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Karya Bhakti.
Sebagai bagian dari implementasi Program Kapakat di Desa Karya Bhakti, berbagai bantuan telah disalurkan kepada Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) Wanita Mandiri Karya Bhakti. Bantuan tersebut meliputi benih ikan, sayuran, dan buah, lengkap dengan pakan serta pupuk yang diperlukan untuk budidaya. Inisiatif ini tidak hanya mendukung penguatan ekonomi lokal tetapi juga secara langsung mempromosikan pengarusutamaan gender, mengingat Pokdakan tersebut sebagian besar beranggotakan ibu rumah tangga. Kegiatan awal program telah berjalan sejak Mei 2026, termasuk sosialisasi dan demo masak, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pangan masyarakat.
Fokus dan Implementasi Program Kapakat
Program Ketahanan Pangan Keluarga Terpadu (Kapakat) dirancang sebagai inovasi yang menyatukan kegiatan lintas bidang, dengan pemberdayaan keluarga sebagai inti. Inisiatif ini berawal dari perencanaan pada tahun 2025 dan mulai diimplementasikan secara aktif pada tahun ini di Kabupaten Gunung Mas. Desa Karya Bhakti dipilih sebagai percontohan setelah melalui serangkaian diskusi dan kesepakatan dengan masyarakat serta pemangku kepentingan setempat, menunjukkan komitmen terhadap pendekatan partisipatif. Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi anggotanya.
Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Gunung Mas, Eigh Manto, menjelaskan bahwa Kapakat merupakan penjabaran dari program nasional ketahanan pangan mandiri. Selain itu, program ini juga selaras dengan Program Huma Betang dari pemerintah provinsi dan Program Tambun Bungai Mandiri dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas. Sinergi ini menunjukkan upaya terpadu dari berbagai tingkatan pemerintahan untuk mencapai tujuan ketahanan pangan yang lebih luas. Melalui Kapakat, diharapkan masyarakat dapat mencukupi kebutuhan pangan mereka secara mandiri, mengurangi pengeluaran keluarga, dan bahkan memperoleh sumber pendapatan tambahan.
Salah satu aspek menarik dari implementasi Kapakat di Desa Karya Bhakti adalah keterlibatan aktif kelompok budi daya ikan yang mayoritas anggotanya adalah ibu rumah tangga. Hal ini secara langsung mendukung upaya pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi lokal. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sejak Mei 2026, termasuk sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain itu, demo masak diversifikasi hasil perikanan dan pemberian bantuan peralatan memasak juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan awal program ini.
Bantuan dan Strategi Komoditas
Dalam rangka mendukung Program Kapakat, DPKP Gunung Mas telah menyalurkan berbagai bantuan kepada Pokdakan Wanita Mandiri Karya Bhakti. Bantuan benih ikan yang diserahkan meliputi 2.250 ekor gurami ukuran 3-4 cm dan 9.000 ekor nila ukuran 3-5 cm, dilengkapi dengan 150 kg pakan benih dan 450 kg pakan lanjutan. Komoditas ikan seperti nila dan gurami dipilih karena nilai ekonomisnya yang tinggi dan potensi menjadi sumber pendapatan tambahan jika hasil panen melimpah. Nila unggul dalam masa pemeliharaan yang pendek dan kemudahan perawatan, sementara gurami cocok untuk investasi jangka panjang.
Selain benih ikan, bantuan juga mencakup benih sayuran dan buah-buahan untuk dikembangkan oleh anggota pokdakan. Benih sayuran yang diberikan antara lain kangkung, bayam, jagung manis, lombok, terong, mentimun, dan kacang panjang, serta benih buah pepaya. Untuk menunjang pertumbuhan, disediakan pula 15 sak pupuk kandang, 10 bungkus pupuk NPK, lima bungkus pupuk urea, dan tiga botol pupuk organik cair. Keragaman komoditas ini disengaja untuk menghindari panen serentak yang dapat menyebabkan anjloknya harga pasar, sekaligus untuk mengevaluasi jenis komoditas yang paling sesuai untuk dikembangkan di Desa Karya Bhakti.
Konsep Program Kapakat dirancang secara terintegrasi, di mana air bekas kolam ikan dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman sayuran di pekarangan. Pendekatan ini menciptakan siklus berkelanjutan dalam pengelolaan pekarangan keluarga, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada. Dengan demikian, program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada efisiensi dan keberlanjutan lingkungan. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan secara sinergis, memberikan manfaat ganda bagi para peserta program.
Dampak dan Harapan Program
Program Kapakat di Desa Karya Bhakti tidak hanya berfokus pada penyediaan bantuan fisik, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Sosialisasi konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal telah dilakukan bersamaan dengan pemberian benih dan pupuk. Edukasi ini penting untuk mencegah stunting dan memastikan asupan gizi yang optimal bagi keluarga. Dengan demikian, program ini memiliki dimensi kesehatan masyarakat yang kuat, melengkapi upaya ketahanan pangan dan ekonomi.
Juliati, Ketua Pokdakan Wanita Mandiri Karya Bhakti, mengungkapkan rasa senangnya dan merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Kelompoknya yang beranggotakan 15 orang, sebagian besar ibu rumah tangga, kini dapat membudidayakan ikan sambil bertani. Bantuan benih ikan, sayuran, dan buah dari DPKP Gunung Mas sangat sejalan dengan aktivitas yang mereka jalani sehari-hari. Pengakuan ini menunjukkan bahwa program Kapakat telah diterima dengan baik dan memberikan manfaat langsung kepada kelompok sasaran, memperkuat motivasi mereka untuk terus berkarya.
Harapan besar menyertai implementasi Program Kapakat ini, yaitu agar masyarakat Desa Karya Bhakti dapat mencapai kemandirian pangan sepenuhnya. Selain itu, program ini diharapkan mampu menekan pengeluaran keluarga untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Lebih jauh lagi, Kapakat berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi para peserta, meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan. Dengan keberlanjutan dan dukungan yang tepat, Program Kapakat Gunung Mas dapat menjadi model sukses bagi desa-desa lain di wilayah tersebut, menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Sumber: AntaraNews