Bulog Meulaboh Distribusi 1,6 Juta Kg Beras SPHP, Jamin Stabilitas Harga Pangan di Aceh
Perum Bulog Cabang Meulaboh telah mendistribusikan lebih dari 1,6 juta kilogram beras SPHP sejak Januari 2026, menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga pangan.
Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh, Aceh Barat, telah menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam jumlah signifikan kepada masyarakat. Sejak awal Januari hingga 25 Juni 2026, total 1.676.385 kilogram beras telah didistribusikan ke berbagai wilayah. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret pemerintah untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pangan di pasaran.
Distribusi beras SPHP ini menjadi bagian dari strategi pemerintah guna menekan laju inflasi yang berpotensi membebani masyarakat. Kepala Perum Bulog Cabang Meulaboh, M Hafizuddin, menyatakan komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga. Program ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan.
Penyaluran beras ini juga menjadi jaminan bagi konsumen bahwa pasokan kebutuhan pokok akan tetap lancar di wilayah Meulaboh dan sekitarnya. Bulog secara aktif mengawasi harga jual di tingkat konsumen untuk memastikan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini penting untuk mencegah praktik spekulasi yang dapat merugikan masyarakat luas.
Upaya Bulog Menjaga Ketersediaan dan Harga Beras SPHP
Perum Bulog Cabang Meulaboh terus berupaya keras dalam menjaga ketersediaan pasokan beras SPHP di pasaran. Distribusi beras ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik. Ketersediaan beras yang stabil menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat.
M Hafizuddin menjelaskan bahwa penyaluran beras SPHP ini adalah komitmen Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Program ini juga bertujuan untuk menekan laju inflasi yang dapat memengaruhi perekonomian lokal. Dengan pasokan yang terjamin, fluktuasi harga dapat diminimalisir secara efektif.
Pihak Bulog juga melakukan pengawasan ketat terhadap harga jual beras SPHP di tingkat pengecer. Pengawasan ini memastikan bahwa harga jual tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Harga penebusan resmi di gudang Bulog Meulaboh adalah Rp11.300 per kilogram, atau Rp56.500 per sak ukuran lima kilogram.
Sementara itu, harga tertinggi yang boleh dijual oleh mitra agen pengecer Bulog kepada masyarakat adalah Rp13.000 per kilogram. Atau setara dengan Rp65.000 per sak isi lima kilogram, sesuai dengan ketentuan HET yang berlaku. Ini menunjukkan transparansi harga yang dijaga Bulog untuk melindungi konsumen.
Jaminan Kualitas dan Stok Beras SPHP untuk Masyarakat
Selain fokus pada kuantitas, Bulog Meulaboh juga sangat memperhatikan mutu produk beras SPHP yang didistribusikan. M Hafizuddin menegaskan bahwa program ini tidak hanya tentang jumlah, tetapi juga tentang kualitas beras yang layak konsumsi. Masyarakat berhak mendapatkan beras dengan kualitas terbaik yang aman dan sehat.
Bulog berkomitmen untuk terus menjaga kualitas penyaluran beras SPHP ini agar tetap prima. Setiap karung beras yang sampai ke tangan konsumen dipastikan telah melalui proses seleksi ketat. Hal ini menjamin bahwa beras yang diterima masyarakat memiliki standar kualitas yang tinggi.
Konsistensi dalam menjaga stok di pasaran juga menjadi prioritas utama Bulog Cabang Meulaboh. Dengan stok yang memadai, pasokan beras akan tetap lancar dan harga di wilayah Meulaboh serta sekitarnya akan tetap stabil. Hal ini penting untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat terkait kebutuhan pangan sehari-hari.
Upaya Bulog ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan. Dengan program beras SPHP, diharapkan tidak ada lagi kekhawatiran akan kelangkaan atau kenaikan harga beras yang signifikan. Ini adalah jaminan bagi kesejahteraan pangan masyarakat Aceh.
Sumber: AntaraNews