Bulog Sumut Gencarkan Penyaluran Beras SPHP, Jaga Stabilisasi Harga Beras di Pasar
Perum Bulog Kanwil Sumut sukses menyalurkan ribuan ton beras SPHP untuk Stabilisasi Harga Beras di pasar. Langkah ini memastikan ketersediaan dan menekan gejolak harga, terutama saat momen penting.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengambil langkah strategis dengan menyalurkan ribuan ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Upaya ini bertujuan utama untuk menjaga Stabilisasi Harga Beras di pasaran dan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Sebanyak 16.187 ton beras SPHP telah didistribusikan kepada berbagai mitra di wilayah Sumut dalam periode Maret hingga 5 Juni 2026. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk mengendalikan inflasi dan menjamin akses pangan yang merata.
Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa penyaluran masif ini adalah respons terhadap dinamika pasar yang fluktuatif. Hal ini juga untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, terutama menjelang dan selama hari-hari besar keagamaan.
Strategi Penyaluran Beras SPHP Bulog Sumut
Penyaluran beras SPHP yang dilakukan Bulog Sumut telah mencapai sekitar 33 persen dari target keseluruhan yang ditetapkan. Target total distribusi adalah 49.043 ton hingga Desember 2026, menunjukkan progres yang signifikan dalam menjaga pasokan.
Budi Cahyanto menjelaskan bahwa proses distribusi dilakukan secara bertahap dan terencana ke seluruh wilayah. Hal ini memastikan bahwa beras SPHP dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah secara adil.
Setiap mitra atau gerai di pasar kini mendapatkan kuota beras SPHP yang ditingkatkan secara signifikan. Dari dua ton menjadi empat ton, langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan bahan pangan utama tersebut secara optimal di titik penjualan.
Peningkatan kuota ini diharapkan dapat lebih efektif dalam menekan gejolak harga yang mungkin terjadi. Selain itu, hal ini juga dapat mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan konsumen dan stabilitas pasar.
Peningkatan Pasokan Jelang Hari Raya dan Ketersediaan
Bulog Sumut mencatat adanya peningkatan penyaluran beras SPHP yang signifikan selama libur Idul Adha dan Hari Raya Waisak pada akhir Mei 2026. Peningkatan ini menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan pasar yang melonjak.
Pada periode libur tersebut, pasokan beras SPHP mencapai 350 ton per hari, meningkat dari rata-rata harian 250 ton. Distribusi dilakukan secara intensif ke seluruh mitra di wilayah Sumatera Utara untuk memenuhi permintaan.
Peningkatan volume penyaluran ini merupakan upaya antisipatif Bulog untuk memenuhi lonjakan permintaan konsumen. Ini sekaligus memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan hari besar dengan tenang tanpa khawatir kekurangan beras.
Dengan adanya peningkatan penyaluran kepada sejumlah mitra, ketersediaan beras SPHP di pasar dipastikan cukup aman dan terkendali. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar pasokan tetap terjaga untuk semua.
Komitmen Bulog Jaga HET dan Kolaborasi Strategis
Dalam setiap penyaluran beras SPHP, Bulog Sumut tetap berpegang pada ketentuan harga yang mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET). HET ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram, memastikan harga terjangkau bagi konsumen akhir.
Kepatuhan terhadap HET adalah bagian dari komitmen Bulog untuk melindungi daya beli masyarakat. Ini juga mencegah spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen serta menjaga Stabilisasi Harga Beras di tingkat eceran.
Untuk memperkuat jangkauan dan efektivitas penyaluran beras SPHP, Bulog Sumut terus melakukan kerja sama. Mereka berkolaborasi dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Komando Distrik Militer (Kodim) dan Kepolisian Resor (Polres).
Kolaborasi ini penting untuk memastikan distribusi yang merata dan tepat sasaran di berbagai wilayah. Ini juga memperkuat upaya Stabilisasi Harga Beras di seluruh pelosok Sumatera Utara secara efektif.
Sumber: AntaraNews