Bulog Salurkan Hampir 400 Ribu Ton Beras SPHP, Berhasil Tekan Inflasi di 214 Daerah?
Perum Bulog telah menyalurkan hampir 400 ribu ton beras SPHP untuk stabilisasi harga pangan, bahkan berhasil menekan inflasi di ratusan daerah. Bagaimana dampak program Beras SPHP Bulog ini lebih lanjut?
Perum Bulog melaporkan telah menyalurkan hampir 400 ribu ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh Indonesia. Penyaluran masif ini dilakukan hingga Minggu, 14 September, sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan nasional. Program Beras SPHP Bulog ini bertujuan utama untuk menekan gejolak harga di pasaran.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa volume penyaluran tersebut telah memberikan dampak positif yang signifikan. Salah satu keberhasilan program ini adalah penurunan angka inflasi di 214 kabupaten/kota menjadi sekitar 100 kabupaten/kota. Hal ini menunjukkan efektivitas intervensi Bulog dalam menjaga daya beli masyarakat.
Distribusi Beras SPHP Bulog dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk pengecer di pasar, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes), ritel modern, hingga Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog. Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) juga menjadi salah satu kanal penting dalam penyaluran beras ini secara serentak di seluruh Indonesia.
Strategi Penyaluran Beras SPHP Bulog
Penyaluran Beras SPHP Bulog secara masif merupakan strategi kunci untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Rizal menjelaskan, "Penyalurannya sampai dengan hari ini lebih kurang sudah masuk hampir 400 ribu ton." Angka ini menunjukkan komitmen Bulog dalam memenuhi kebutuhan beras di berbagai wilayah.
Berbagai saluran distribusi dimanfaatkan secara optimal untuk menjangkau konsumen seluas-luasnya. Mulai dari pengecer tradisional di pasar, jaringan koperasi desa, hingga ritel modern dan Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, semua berperan aktif. Upaya ini diperkuat dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, realisasi penyaluran Beras SPHP Bulog telah mencapai 26.071 ton atau 16,9 persen dari target. Mayoritas penyaluran di ibu kota tersebut dilakukan melalui mitra pengecer dengan kontribusi 55,32 persen, diikuti GPM sebesar 5,51 persen, dan kegiatan lainnya 22,27 persen. Rizal mengapresiasi kinerja ini, "Jadi menurut kami ini sudah cukup baik, dalam arti sudah luar biasa, khususnya yang melalui mitra pengecer."
Bulog menargetkan penyaluran total 1,3 juta ton Beras SPHP Bulog hingga akhir tahun ini, dengan harapan mampu menyalurkan sekitar 6 ribu ton per hari. Rizal optimis target tersebut dapat tercapai, "Target yang 1,3 juta ton tersebut, Insya-Allah bisa terpenuhi oleh Bulog."
Dampak Positif dan Harga Eceran Tertinggi Beras SPHP
Kehadiran Beras SPHP Bulog di pasar terbukti efektif dalam meredam laju inflasi pangan. Data menunjukkan bahwa penyaluran beras ini berhasil menurunkan angka inflasi dari 214 kabupaten/kota menjadi hanya 100 kabupaten/kota. Ini menandakan bahwa program stabilisasi pasokan dan harga pangan telah mencapai tujuan utamanya.
Beras SPHP Bulog adalah jenis beras yang disalurkan oleh Bulog dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Beras ini dijual kepada masyarakat sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Penetapan HET ini bertujuan untuk memastikan harga beras tetap terjangkau dan mencegah praktik spekulasi.
HET untuk Beras SPHP Bulog bervariasi tergantung zona wilayah penyaluran. Berikut adalah rincian HET per kilogram:
- Rp12.500 untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi)
- Rp13.100 untuk zona 2 (Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan)
- Rp13.500 untuk zona 3 (Maluku, Papua)
Penetapan harga yang berbeda ini mempertimbangkan biaya logistik dan distribusi di masing-masing wilayah.
Ketersediaan Stok Cadangan Beras Pemerintah
Untuk mendukung keberlanjutan program SPHP, Bulog memiliki stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memadai. Saat ini, total stok CBP yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 3,9 juta ton. Jumlah ini merupakan jaminan ketersediaan pasokan beras nasional.
Dari total CBP tersebut, sekitar 2,95 juta ton atau 75 persen merupakan hasil pengadaan dari dalam negeri. Hal ini menunjukkan kapasitas produksi beras domestik yang kuat dan upaya pemerintah dalam memberdayakan petani lokal. Sisanya berasal dari pengadaan luar negeri yang dilaksanakan berdasarkan penugasan pemerintah pada tahun 2024.
Ketersediaan stok CBP yang besar ini memastikan bahwa Bulog dapat terus melakukan intervensi pasar melalui program Beras SPHP Bulog kapan pun diperlukan. Dengan demikian, stabilitas harga dan pasokan beras di seluruh Indonesia dapat terus terjaga, melindungi masyarakat dari fluktuasi harga yang tidak diinginkan.
Sumber: AntaraNews