Bulog Banyumas Gencarkan SPHP dan Bantuan Pangan untuk Stabilisasi Harga Beras
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengoptimalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta mempercepat penyaluran bantuan untuk menjaga Stabilisasi Harga Beras di masyarakat. Simak strategi lengkapnya!
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengambil langkah proaktif dengan mengoptimalkan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan harga beras di pasaran serta memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat luas. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi pangan.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menegaskan bahwa beras SPHP adalah instrumen krusial pemerintah. Instrumen ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga beras dan menekan potensi gejolak harga yang mungkin terjadi di pasar. Distribusi dipercepat dan diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain SPHP, Bulog Banyumas juga mempercepat penyaluran bantuan pangan beras di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap. Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran telah mencapai jutaan kilogram. Program ini berfungsi ganda, yaitu sebagai perlindungan sosial dan instrumen penting untuk stabilitas harga.
Optimalisasi Distribusi Beras SPHP untuk Stabilitas Harga
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas terus menggenjot penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai upaya konkret menstabilkan harga beras. Program SPHP terbukti menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah. Tujuannya guna memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.
Hingga tanggal 6 Juni 2026, realisasi distribusi beras SPHP sejak bulan Maret telah mencapai hampir 5.000 ton. Secara total, penyaluran sejak awal tahun telah menyentuh angka sekitar 16.600 ton. Prawoko Setyo Aji menyatakan, “Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.”
Distribusi beras SPHP ini dilakukan melalui berbagai saluran resmi yang telah ditetapkan. Saluran tersebut mencakup pasar tradisional, kios pangan, serta kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sering diadakan. Selain itu, jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah juga turut menjadi jalur penyaluran penting.
Percepatan Penyaluran Bantuan Pangan dan Dampaknya
Selain program SPHP, Bulog Banyumas juga aktif mempercepat penyaluran bantuan pangan beras kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk mendukung stabilitas harga beras di pasar. Selain itu, program bantuan pangan juga berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Data terbaru menunjukkan bahwa hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Bulog Banyumas telah mencapai 13.029.980 kilogram. Angka ini setara dengan 13.029,98 ton beras yang berhasil didistribusikan kepada penerima manfaat. Jumlah tersebut merupakan sekitar 71 persen dari target keseluruhan 18.370.880 kilogram.
Dari total target 918.544 Penerima Bantuan Pangan (PBP), sebanyak 651.499 PBP telah menerima bantuan beras dari pemerintah. Prawoko Setyo Aji menjelaskan, “Program bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah, juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.”
Sinergi antara distribusi beras SPHP dan bantuan pangan terbukti sangat efektif. Hal ini terlihat dalam menjaga keseimbangan pasokan serta harga beras di pasar lokal. Kedua program tersebut saling melengkapi dalam upaya pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan.
Ketersediaan Pasokan Beras dan Komoditas Lain di Banyumas
Masyarakat di wilayah Banyumas dan sekitarnya tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pasokan beras. Hingga tanggal 6 Juni 2026, stok beras yang dikelola oleh Bulog Kantor Cabang Banyumas sangat melimpah. Jumlahnya mencapai 85.017.338 kilogram atau setara dengan 85.017,3 ton.
Prawoko Setyo Aji menegaskan, “Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras karena hingga 6 Juni 2026 stok yang dikelola Bulog Kantor Cabang Banyumas mencapai 85.017.338 kilogram atau setara 85.017,3 ton.” Stok yang besar ini menjamin pasokan beras akan aman untuk kebutuhan beberapa waktu ke depan.
Selain beras, Bulog Banyumas juga aktif dalam menyalurkan komoditas pangan penting lainnya, yaitu minyak goreng rakyat Minyakita. Penyaluran Minyakita dilakukan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp15.700 per liter. Upaya ini membantu menjaga harga minyak goreng tetap stabil dan terjangkau.
Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran Minyakita di empat kabupaten wilayah kerja Bulog Banyumas telah mencapai 881.808 liter. Prawoko kembali mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Ia menambahkan bahwa Bulog bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja keras memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.
Sumber: AntaraNews