Bulog Banyumas Salurkan 6.639 Ton Beras SPHP hingga September, Jaga Stabilitas Harga Pangan
Perum Bulog Cabang Banyumas telah menyalurkan ribuan ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga September, mendekati 30% dari alokasi, guna menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Banyumas Raya. Simak detail penyaluran dan ketersediaa
PURWOKERTO – Perum Bulog Cabang Banyumas berhasil menyalurkan sebanyak 6.639 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga bulan September. Penyaluran ini mencakup wilayah Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagai upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasaran.
Jumlah tersebut telah mencapai hampir 30 persen dari total alokasi yang ditetapkan untuk wilayah Banyumas Raya, yang diperkirakan sekitar 22.500 ton. Realisasi penyaluran beras SPHP di area ini bahkan melampaui rata-rata nasional, menunjukkan komitmen Bulog dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penyaluran beras SPHP ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga bulan Desember mendatang. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan beras tetap aman dan harga tetap terkendali, terutama menjelang akhir tahun.
Penyaluran Beras SPHP Melampaui Target Nasional
Pemimpin Cabang Bulog Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menjelaskan bahwa capaian penyaluran beras SPHP di Banyumas Raya berada di atas rata-rata nasional. Angka 6.639 ton beras yang telah didistribusikan hingga September 2023 ini menunjukkan efektivitas program stabilisasi harga pangan di daerah tersebut.
Selain program SPHP, Bulog Banyumas juga aktif dalam penyerapan gabah dan beras dari petani lokal. Penyerapan ini dilakukan baik melalui skema penugasan pelayanan publik (PSO) maupun skema komersial, dengan tetap memperhatikan kualitas dan harga yang sesuai kebutuhan pasar.
Meskipun demikian, Prawoko mengakui adanya tantangan dalam proses pengolahan gabah petani. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sarana mitra kerja Bulog Banyumas yang masih tradisional, sehingga kapasitas olahnya relatif kecil dan memerlukan waktu untuk menyelesaikan sisa pengolahan.
Stok Beras Aman dan Pengawasan Kualitas Ketat
Ketersediaan stok beras di gudang Bulog Banyumas saat ini berada pada posisi yang sangat aman. Tercatat, stok beras mencapai 80.276 ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun atau jika ada penugasan penyaluran tambahan dari pemerintah.
Untuk beras SPHP yang belum didistribusikan, Bulog Banyumas melakukan pemeriksaan ketat terhadap proses pengemasannya. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadi penurunan kualitas beras sebelum sampai ke tangan konsumen. Pengawasan kualitas juga melibatkan penyurvei independen untuk menjamin beras SPHP yang keluar dari gudang tetap prima.
Prawoko juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu kelancaran penyaluran beras SPHP. “Kami juga sampaikan terima kasih kepada TNI/Polri yang ikut membantu penyaluran beras SPHP, termasuk dari pemerintah daerah yang sangat aktif mengadakan kegiatan GPM (Gerakan Pangan Murah) dalam rangka menjaga stabilitas harga beras di masyarakat,” ujarnya.
Aksesibilitas dan Aturan Pembelian Beras SPHP
Masyarakat kini semakin mudah mengakses beras SPHP karena ketersediaannya di toko-toko ritel modern. Keberadaan beras berkualitas dengan harga terjangkau ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Bulog Banyumas juga mengingatkan konsumen mengenai batasan pembelian beras SPHP. Setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kantong beras SPHP kemasan 5 kilogram, dengan total 10 kilogram. Harga jual maksimal yang ditetapkan adalah Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 per kantong.
Aturan ini diterapkan untuk memastikan pemerataan distribusi dan mencegah penimbunan. Dengan demikian, lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaat dari program stabilisasi harga pangan yang dijalankan oleh Bulog.
Sumber: AntaraNews