Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 7,7 juta ton selama periode 2023 hingga 2025. Penyaluran masif ini bertujuan utama menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen. Upaya ini juga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai dinamika pasar.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa stok CBP dikelola bersama Perum Bulog. Pemanfaatan stok ini diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas. Penyaluran tersebut menjadi bagian krusial dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan.
Inisiatif pemerintah ini juga bertujuan memberikan bantalan ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, program ini meningkatkan akses terhadap beras dengan harga yang lebih terjangkau. Berbagai program penyaluran terus dilakukan secara konsisten.
Advertisement
Advertisement
Volume Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Tahun ke Tahun
Total Cadangan Beras Pemerintah yang telah disalurkan dalam rentang tahun 2023 sampai 2025 mencapai 7,75 juta ton. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Penyaluran ini mencerminkan respons cepat terhadap kebutuhan pasar dan masyarakat.
Pada tahun 2023, penyaluran CBP mencapai 2,76 juta ton, menunjukkan awal dari program stabilisasi yang intensif. Angka ini kemudian meningkat signifikan pada tahun 2024, dengan total 3,37 juta ton beras yang didistribusikan. Peningkatan ini menandakan eskalasi kebutuhan atau respons terhadap kondisi pasar.
Sementara itu, sepanjang tahun 2025, realisasi penyaluran telah mencapai 1,62 juta ton. Angka ini terus bergerak seiring berjalannya tahun. Ketut Astawa menegaskan bahwa program penyaluran ini memberikan kontribusi besar dalam menstabilkan harga beras di pasaran.
Advertisement
Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah juga ditujukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Program ini memastikan akses terhadap beras dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini sangat penting dalam menghadapi fluktuasi harga pangan global dan domestik.
Advertisement
Rincian Program Penyaluran CBP dan Manfaatnya
Pemerintah secara konsisten menyalurkan stok CBP melalui berbagai program unggulan. Program-program ini meliputi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Selain itu, terdapat juga program bantuan pangan kepada jutaan keluarga penerima manfaat.
Pada tahun 2023, total 3,37 juta ton CBP disalurkan, terdiri dari bantuan pangan beras 1,49 juta ton dan SPHP beras 1,18 juta ton. Golongan anggaran menyumbang 87,5 ribu ton, serta tanggap darurat sebesar 2,3 ribu ton. Program ini juga membantu masyarakat di daerah yang mengalami bencana alam.
Penyaluran CBP sepanjang tahun 2024 mencakup bantuan pangan beras 1,97 juta ton dan SPHP beras 1,4 juta ton. Selain itu, tanggap darurat mencatat 442 ton beras yang disalurkan. Angka ini menunjukkan peningkatan fokus pada bantuan pangan dan stabilisasi harga.
Advertisement
Untuk tahun 2025, total penyaluran CBP mencapai 1,62 juta ton. SPHP beras menempati porsi terbesar dengan 802,9 ribu ton. Bantuan pangan beras mencapai 710,78 ribu ton, golongan anggaran 92,1 ribu ton, dan tanggap darurat 13,16 ribu ton.
Advertisement
Penguatan Stok Nasional dan Klaim Swasembada Beras
Pemerintah terus memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah dengan mengandalkan penyerapan produksi petani dalam negeri. Upaya ini memastikan keberlanjutan pasokan dan mengurangi ketergantungan pada impor. Program penyaluran kepada masyarakat akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Realisasi penyaluran CBP untuk anggaran 2026 telah menyentuh total 946,8 ribu ton per 18 Juni. Angka ini terdiri dari bantuan pangan beras 550,1 ribu ton, SPHP beras 348,5 ribu ton, golongan anggaran 36,8 ribu ton, dan tanggap darurat 11,3 ribu ton. Pemerintah juga memutuskan menambah alokasi bantuan pangan beras selama tiga bulan di semester kedua tahun ini.
Total stok beras di Bulog per 18 Juni 2026 mencapai 5,2 juta ton. Stok ini bersumber dari pengadaan setara beras produksi dalam negeri sejak awal 2026 yang mencapai 3,18 juta ton. Selain itu, stok akhir tahun 2025 yang masih tersedia sebesar 3,24 juta ton turut menopang ketersediaan.
Advertisement
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok beras nasional melimpah. Dengan cadangan mencapai 5,2 juta ton, pemerintah tidak menginginkan impor beras. Ini merupakan rekor tertinggi ketersediaan beras nasional.
Advertisement
Pengakuan Internasional atas Produksi Beras Indonesia
Pencapaian produksi beras Indonesia mendapatkan perhatian dalam laporan Rice Outlook edisi Mei 2026. Laporan ini dirilis oleh United States Department of Agriculture (USDA). Laporan tersebut mencatat dinamika produksi beras global.
Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang menunjukkan perkembangan produksi beras signifikan. Hal ini menunjukkan posisi penting Indonesia dalam lanskap produksi pangan global.
Amran Sulaiman menyatakan bahwa kemampuan gudang Bulog saat ini mencapai 3 juta ton, dengan tambahan sewa 2,3 juta ton. Total kapasitas ini menjadi yang tertinggi selama Indonesia merdeka. Kondisi ini sangat berbeda dengan masa lalu, di mana stok Bulog yang rendah seringkali berujung pada keputusan impor.
Advertisement
Sumber: AntaraNews