Bulog Sumut Salurkan 17.600 Ton Beras SPHP Stabilkan Harga Pangan
Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara telah menyalurkan 17.600 ton Beras SPHP sejak Januari hingga Maret 2026 untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di pasaran.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) aktif menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam jumlah besar. Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Upaya ini menjadi krusial untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi masyarakat luas, terutama menjelang hari raya.
Sejak awal tahun, sebanyak 17.600 ton beras SPHP telah berhasil didistribusikan oleh Bulog Sumut selama periode Januari hingga 18 Maret 2026. Penyaluran masif ini bertujuan utama meredam gejolak harga komoditas pokok. Distribusi dilakukan secara terstruktur melalui berbagai mitra strategis di seluruh wilayah provinsi.
Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan komitmen kuat mereka dalam menjaga pasokan beras. Distribusi harian bahkan mencapai 500 hingga 700 ton, terutama saat bulan suci Ramadhan. Ini menunjukkan keseriusan Bulog dalam mengendalikan inflasi pangan dan menjamin akses masyarakat.
Strategi Penyaluran Beras SPHP Bulog Sumut
Penyaluran beras SPHP oleh Bulog Sumut dilakukan melalui beragam jalur distribusi yang efektif dan efisien. Mitra-mitra utama tersebut meliputi Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerja sama erat dengan pemerintah daerah setempat. Selain itu, pengecer di pasar rakyat juga menjadi garda terdepan dalam memastikan beras sampai ke konsumen.
Gerai pangan binaan pemerintah daerah turut berperan penting dalam memastikan beras SPHP sampai ke tangan konsumen dengan harga terjangkau. Tidak hanya itu, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pangan juga turut dilibatkan. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk memperluas jangkauan distribusi beras SPHP.
Khusus untuk pelaksanaan Program GPM, Bulog Sumut menggandeng Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten dan kota. Kerja sama sinergis ini memastikan bahwa beras dengan harga yang telah ditetapkan dapat diakses oleh masyarakat luas. Ini adalah bagian integral dari upaya kolektif menjaga daya beli dan ketahanan pangan regional.
Komitmen Bulog Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Budi Cahyanto menekankan bahwa Bulog Sumut tidak hanya fokus pada jumlah pasokan beras yang tersedia. Aspek ketersebaran barang juga menjadi prioritas utama dalam strategi stabilisasi harga. Distribusi yang merata ke seluruh pelosok sangat penting untuk menekan disparitas harga antar wilayah dan mencegah penimbunan.
Harga eceran tertinggi (HET) untuk beras SPHP tetap mengacu pada ketentuan pemerintah sebesar Rp13.100 per kilogram. Namun, harga jual di lapangan dapat disesuaikan berdasarkan kebijakan masing-masing instansi mitra yang terlibat dalam penyaluran. Fleksibilitas ini diharapkan dapat mengakomodasi kondisi pasar lokal yang beragam.
Bulog Sumut terus mengencarkan distribusi beras SPHP melalui seluruh jaringan mitranya secara berkelanjutan. Harapan besar terletak pada kerja sama ini untuk mempercepat penyaluran ke pasar-pasar tradisional hingga modern. Bahkan, distribusi ditargetkan mencapai daerah pelosok Sumatera Utara yang sulit terjangkau.
Langkah proaktif ini diharapkan menjadi alternatif utama bagi masyarakat dalam memperoleh beras berkualitas dengan harga yang wajar. Ketersediaan beras dengan harga terjangkau adalah kunci untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga. Ini juga membantu menstabilkan perekonomian masyarakat di seluruh wilayah Sumut.
Sumber: AntaraNews