Bulog Maluku Malut Targetkan Serap 5.000 Ton Beras Petani Lokal Hingga Akhir 2026
Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara meningkatkan target penyerapan beras petani lokal menjadi 5.000 ton hingga Desember 2026, melebihi capaian awal. Simak strategi Bulog Maluku Malut serap beras petani demi ketahanan pangan daerah.
Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara menetapkan target ambisius untuk menyerap beras petani lokal sebanyak 5.000 ton hingga akhir tahun 2026. Target ini merupakan peningkatan signifikan dari rencana awal setelah realisasi penyerapan menunjukkan hasil yang sangat positif. Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Peningkatan target penyerapan beras oleh Bulog Maluku-Malut ini didasari oleh capaian yang melampaui ekspektasi. Sejak Januari 2026, Bulog awalnya menargetkan penyerapan 2.000 ton beras, namun realisasinya sudah mencapai sekitar 2.611 ton. Hingga saat ini, total penyerapan telah menyentuh angka 2.700 ton, menunjukkan kinerja yang kuat.
Penyerapan beras ini dilakukan di beberapa sentra produksi utama di Maluku, termasuk Pulau Buru, Kobisonta di Kabupaten Maluku Tengah, serta Gemba di Kabupaten Seram Bagian Barat. Upaya ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran proses. Kerjasama erat terjalin dengan Dinas Pertanian setempat, gabungan kelompok tani, pengusaha penggilingan padi, serta dukungan dari TNI di daerah sentra panen.
Peningkatan Target Penyerapan Beras Lokal
Manajer Supply Chain Bulog Maluku-Maluku Utara, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa peningkatan target penyerapan beras ini mencerminkan komitmen Bulog terhadap petani lokal. Target awal 2.000 ton telah terlampaui jauh sebelum pertengahan tahun, mendorong penetapan target baru yang lebih tinggi. “Sejak Januari 2026 kami ditargetkan menyerap 2.000 ton, namun realisasinya sudah melampaui hingga sekitar 2.611 ton,” kata Aziz.
Capaian tersebut menunjukkan potensi besar dari produksi beras di Maluku dan Maluku Utara. Dengan total penyerapan yang telah mencapai sekitar 2.700 ton, Bulog optimis dapat mencapai target 5.000 ton hingga Desember 2026. Strategi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan stabilitas pasokan pangan daerah.
Langkah ini sejalan dengan arahan Badan Pangan Nasional untuk terus memperkuat cadangan pangan. Bulog Maluku Malut serap beras petani secara berkelanjutan guna memastikan ketersediaan komoditas strategis ini. Ini juga menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian lokal.
Strategi dan Lokasi Penyerapan Beras
Untuk mencapai target penyerapan yang ambisius ini, Bulog Maluku-Malut menerapkan strategi kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kerjasama erat terjalin dengan Dinas Pertanian, gabungan kelompok tani (gapoktan), pengusaha penggilingan padi, serta dukungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keterlibatan semua pihak ini krusial dalam memastikan proses penyerapan berjalan efisien.
Penyerapan beras difokuskan pada sentra-sentra produksi utama di Maluku. Lokasi tersebut meliputi Pulau Buru, wilayah Kobisonta di Kabupaten Maluku Tengah, serta Gemba di Kabupaten Seram Bagian Barat. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada potensi produksi yang tinggi dan kesiapan petani untuk menjual hasil panen mereka kepada Bulog.
Abdul Aziz juga menjelaskan mengenai siklus panen yang berbeda di setiap wilayah. Penyerapan di Gemba dan Kobisonta telah selesai untuk periode ini, sementara panen berikutnya diperkirakan akan berlangsung pada akhir Mei hingga Juni. “Masa panen berlangsung bergiliran di tiap kecamatan, tidak serentak,” ujarnya. Kondisi ini menunjukkan perlunya fleksibilitas dalam strategi Bulog Maluku Malut serap beras petani.
Kontinuitas Penyerapan dan Ketahanan Pangan
Situasi di Pulau Buru menawarkan keunggulan tersendiri karena masa panen berlangsung sepanjang tahun. Kondisi ini memungkinkan Bulog untuk melakukan penyerapan secara berkelanjutan tanpa terikat pada musim panen tertentu. Fleksibilitas ini sangat membantu dalam menjaga stabilitas pasokan beras sepanjang tahun.
Abdul Aziz menegaskan komitmen Bulog untuk terus menyerap hasil panen petani lokal di wilayah Maluku. Tujuannya adalah untuk mendukung ketahanan pangan daerah, sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Badan Pangan Nasional. Inisiatif Bulog Maluku Malut serap beras petani ini merupakan bagian integral dari upaya menjaga ketersediaan pangan pokok.
Dengan adanya peningkatan target dan strategi penyerapan yang komprehensif, Bulog berharap dapat memberikan kepastian pasar bagi petani. Ini juga akan berkontribusi pada stabilisasi harga beras di tingkat lokal. Upaya berkelanjutan ini penting untuk memastikan pasokan pangan yang cukup dan merata bagi masyarakat Maluku dan Maluku Utara.
Sumber: AntaraNews